Sri Mulyani: Hastag #StopBayarPajak Tidak Perlu Ditanggapi

Oleh Tira Santia pada 19 Jul 2022, 19:15 WIB
Diperbarui 19 Jul 2022, 19:15 WIB
Menkeu Sri Mulyani Beberkan Perubahan Pengelompokan/Skema Barang Kena Pajak
Perbesar
Menkeu Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menanggapi aksi seruan hastag #StopBayarPajak yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Menkeu menegaskan, mereka yang menyampaikan hastag tersebut tidak membayar pajak, yang artinya tidak ingin Indonesia maju berkat pajak.

“Mereka yang menyampaikan hashtag enggak bayar pajak ya berarti Anda tidak ingin tinggal di Indonesia atau tidak ingin lihat Indonesia bagus, gitu aja. Jadi tidak perlu ditanggapi,” kata Menkeu dalam Perayaan Hari Pajak di Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Tentunya, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat sebenarnya kembali lagi ke masyarakat. Tujuannya untuk memperbaiki segala hal di Indonesia, mulai dari pendidikan hingga infrastruktur seperti jalan.

Peran pajak sangat komprehensif, dana yang diperoleh dari pajak digunakan untuk menciptakan pendidikan yang baik mulai dari tingkat dasar atau pesantren, madrasah hingga universitas. Bahkan, pajak berperan penting untuk menangani sektor kesehatan dampak pandemi COVID-19.

Contoh kecil kenikmatan pajak yang dirasakan, misalnya dalam kehidupan sehari-hari seperti minum teh maupun makan nasi goreng dan lainnya. Tentu diperlukan LPG untuk memasak.

LPG yang digunakan masyarakat, salah satu bentuk dari manfaat membayar pajak. Karena Pemerintah mengelontorkan subsidi di dalamnya untuk meringankan beban masyarakat.

“Itu pasti masaknya pakai LPG, kalau LPG tiga kilogram berarti Anda menikmati itu, uang pajak subsidi,” ujarnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Listrik dan Jalan Raya

DJP Riau-Kepri Pidanakan 2 Pengemplang Pajak
Perbesar
Ilustrasi: Pajak Foto: Istimewa

Tak berhenti disitu saja, ada aktivitas sehari-hari lainnya yang juga masyarakat nikmati dari pajak dibayarkan, yaitu ketika masyarakat menggunakan listrik dan jalan raya.

“Kalau Anda mengisi baterai atau ada listrik di rumah itu dapat juga subsidi dari kita, itu adalah pajak juga. Anda di jalan raya, jalannya dibangun itu juga pakai pajak,” ujar Menkeu.

Munculnya seruan hastag #StopBayarPajak, menurutnya menunjukkan orang tersebut tidak mencintai tanah airnya, dan sebetulnya tidak perlu ditanggapi dengan serius.

 


Ditolak Masyarakat

20160925-Wajib Pajak Antusias Ikut Program Tax Amnesty di Hari Minggu-Jakarta
Perbesar
Sebuah banner terpasang di depan pintu masuk kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Minggu (25/9). Mendekati hari akhir periode pertama, Kantor Pajak membuka pendaftaran pada akhir pekan khusus melayani calon peserta tax amnesty. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Apalagi, aksi seruan itu malah ditolak oleh masyarakat. Sebab masyarakat Indonesia paham pentingnya pajak untuk pembangunan Indonesia menjadi lebih baik.

“Malah masyarakat sendiri yang saya lihat pada meng-counter karena mereka merasa memiliki Indonesia. That’s why enggak muncul (tidak terlalu viral). Artinya mereka mengatakan who are you telling us not pay tax,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya