Petrokimia Gresik Siapkan 6 Strategi Ekspansi Bisnis

Oleh Dian Kurniawan pada 14 Jul 2022, 13:15 WIB
Diperbarui 14 Jul 2022, 13:15 WIB
Kawasan Petrokimia Gresik
Perbesar
Kawasan Petrokimia Gresik

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan, pihaknya menyiapkan enam strategi ekspansi bisnis sebagai upaya untuk menjaga sustainability perusahaan, kemajuan pertanian, serta memperkuat industri kimia nasional.

Dwi Satriyo mengatakan, strategi pertama yang dicanangkan untuk menjaga pasokan NPK di Indonesia adalah dengan menjajaki pembangunan pabrik NPK di Yordania.

"Langkah strategis ini dilakukan bersama holding Pupuk Indonesia, untuk mendekatkan pabrik NPK Petrokimia Gresik dengan sumber bahan baku, sehingga diharapkan dapat mengefisienkan biaya produksinya," ujarnya pada peringatan HUT Ke-50 Petrokimia Gresik di SOR Tri Dharma, Kamis (14/7/2022).

Selanjutnya, kata Dwi Satriyo, strategi kedua dan ketiga adalah peningkatan produktivitas NPK nasional dengan melakukan konversi pabrik, dari pabrik pupuk Fosfat menjadi pabrik NPK Phonska V, serta mempersiapkan pendirian pabrik baru NPK Phonska VI.

“Ketiga langkah strategis tersebut tidak hanya akan mengamankan produktivitas NPK nasional, tapi juga memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai produsen NPK terbesar di Indonesia, bahkan Asia," ucapnya.

"Sehingga kesempatan untuk ekspansi pasar internasional semakin terbuka lebar, tentunya setelah memenuhi kebutuhan pupuk di dalam negeri,” tambah Dwi Satriyo.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Struktur Bisnis

Petrokimia Gresik
Perbesar
Petrokimia Gresik

Keempat, struktur bisnis perusahaan yang erat kaitannya dengan bahan baku gas juga menjadi perhatian Petrokimia Gresik, dimana perusahaan akan melakukan penjajakan untuk mendapatkan suplai gas baru dari Utara Pulau Jawa.

Pasokan gas ini rencananya akan dimanfaatkan untuk pengembangan pabrik Amoniak-Urea (Amurea) III atau pengembangan lainnya.

“Jika Petrokimia Gresik berhasil memperoleh pasokan gas yang baru, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas pupuk Urea melalui pengembangan pabrik Amurea III. Sehingga ke depan kita tidak hanya menjadi leader di pasar NPK, tapi juga Urea,” ujar Dwi Satriyo.

Strategi Petrokimia Gresik yang kelima, tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pupuk saja, tapi juga mendorong kemajuan industri kimia nasional.

Diantaranya pembangunan pabrik Soda Ash berkapasitas 300 ribu ton per tahun, dengan memanfaatkan produk hilir dari pabrik Amoniak-Urea berupa CO2 yang diolah menjadi bahan baku pembuatan Soda Ash.

 


Selanjutnya

Distribusi pupuk subsidi oleh Petrokimia Gresik
Perbesar
Distribusi pupuk subsidi oleh Petrokimia Gresik

“Nantinya ini akan menjadi produk Soda Ash pertama buatan dalam negeri untuk membantu mengurangi ketergantungan impor Soda Ash yang mencapai satu juta ton per tahun,” ucap Dwi Satriyo.

Selanjutnya, komitmen Petrokimia Gresik untuk kemajuan industri kimia nasional juga tampak dari strategi keenam, yakni upaya Petrokimia Gresik melakukan scale up pabrik Green Surfactant.

"Produk ini mendapatkan sambutan baik dari industri minyak dan gas setelah pertama kali dipasarkan pada tahun 2021 kemarin," ujar Dwi Satriyo. 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya