Ikut Rumuskan Pembiayaan IKN Nusantara, PT SMI Cari Skema Terhemat

Oleh Liputan6.com pada 13 Jul 2022, 13:10 WIB
Diperbarui 13 Jul 2022, 13:10 WIB
Titik 0 IKN
Perbesar
Titik Nol IKN Nusantara yang kini disulap menjadi lebih cantik. (foto: Abdul Jalil)

Liputan6.com, Jakarta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) terlibat dalam proyek pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad menyebut pihaknya telah merumuskan skema finansial yang paling hemat terhadap penggunaan fiskal.

"Kami saat ini ikut membantu IKN dalam merumuskan skema financing yang paling hemat fiskal," kata Edwin di Hotel Sofitel, Nusa Dua Bali, Rabu (13/7).

Selain itu, PT SMI juga merumuskan skema pembiayaan inovatif yang mencakup KPBU atau skema lain. Termasuk melalui jalur keterlibatan pembiayaan internasional.

"Skema lain yang bisa track keterlibatan internasional baik itu utang atau permodalan, itu yang selama ini komunikasi kami secara insentif," katanya.

Sebagaimana diketahui, IKN Nusantara akan dibangun dengan mengusung konsep ramah lingkungan. Sehingga dapat memberikan jawaban atas tantangan global di masa depan terkait kota yang hijau, inklusif, cerdas, tangguh, dan kota hutan yang berkelanjutan.

Edwin mengatakan sampai sekarang PT SMI telah memberikan pembiayaan sebesar USD 500 juta kepada proyek energi baru terbarukan (EBT). Adapun sub sektor proyek yang dibiayai antara lain untuk pembangkit listrik tenaga hidro, mini hidro, solar PV, angin dan geothermal.

"(USD) 500 juta ini portofolio proyek renewable yang sudah dibiayai sama PT SMI selama ini," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pemerintah akan Bangun Kluster Industri Kimia di Sekitar IKN Nusantara

Kementerian PUPR mempercepat pembangunan Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara. Bendungan Salah satu fungsi bentungan ini untuk mencegah banjir di IKN Nusantara (Dok PUPR)
Perbesar
Kementerian PUPR mempercepat pembangunan Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara. Bendungan Salah satu fungsi bentungan ini untuk mencegah banjir di IKN Nusantara (Dok PUPR)

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan, Industri kimia berkelanjutan menjadi salah satu fokus prioritas pembangunan ekonomi di sekitar kawasan IKN Nusantara, Kalimantan Timur.

Amalia menekankan, pengembangan klaster industri kimia di Kalimantan Timur sudah dituangkan dalam Rencana Induk IKN untuk pengembangan ekonomi di ibu kota baru.

"Kami fokus pada hilirisasi industri petrokimia dan oleokimia dan salah satunya pengembangan chemical industrial complex. Pengembangan kluster ini diharapkan dapat berkontribusi menghasilkan USD 6,5 miliar dari PDB nasional, dan lapangan kerja hampir 40 ribu orang," paparnya.

"Kita punya prospek besar untuk mengembangkan industri kimia di Indonesia, baik basis migas maupun sawit. Larena Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor terbesar bahan baku kimia," tutur Amalia.

Lebih lanjut, Amalia mengatakan, ekonomi Kalimantan Timur ke depannya akan berbasis value creation dan menjadi bagian superhub IKN.

Kalimantan Timur disebutnya memiliki peranan penting dalam mengimplementasi strategi transformasi ekonomi Indonesia melalui pemindahan IKN Nusantara.

Selain itu, Kementerian PPN/Bappenas berupaya menggulirkan enam strategi transformasi ekonomi Indonesia. Pertama, sumber daya manusia berdaya saing. Kedua, produktivitas sektor ekonomi.

Ketiga, ekonomi hijau. Keempat, ekonomi digital. Kelima, integrasi ekonomi domestik. Keenam, pemindahan Ibu Kota Negara Nusantara.

"Pemindahan IKN bukan hanya pemindahan Ibu kota pemerintahan, tetapi menjadi bagian dari upaya besar Indonesia untuk melakukan transformasi ekonomi Indonesia," tukas Amalia.


Ada Proyek IKN Nusantara, Investasi Infrastruktur RI Masih Menggiurkan

Pohon Kemiri Toba ditanam di kawasan Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
Perbesar
Pohon Kemiri Toba ditanam di kawasan Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), pada Senin, 14 Maret 2022. Pohon Kemiri Toba ditanam Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi (Ist)

Indonesia Investment Forum menilai Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan pertumbuhan ekonomi dunia. Hal itu terungkap dari webinar Indonesia Investment Forum by Sector Series 2022 bagian pertama yang mengangkat tema investasi di infrastruktur Indonesia.

Webinar tersebut dilakukan serempak di berbagai kota di sejumlah negara, semisal New York, Jakarta, Tokyo, Seoul, London, Paris, Singapura, Hong Kong, dan Shanghai.

Direktur Investasi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) Hendra Purnama mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan peluang investasi yang menjanjikan didukung gencarnya pengembangan infrastruktur.

Salah satunya adalah pengembangan jaringan telekomunikasi pada proyek Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.

"Salah satu peluang investasi menarik dari Indonesia adalah pengembangan jaringan telekomunikasi di IKN yang membutuhkan nilai investasi besar dan secara bersamaan menawarkan return investasi menarik," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/7/2022).

Senada, Direktur Utama PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengutarakan, pihaknya sebagai salah satu perusahaan BUMN karya menawarkan daftar panjang proyek infrastruktur yang menarik bagi investor.

"Kami siap berkolaborasi dengan para investor untuk datang ke Indonesia membangun 17 ribu pulau di Indonesia," ujar Destiawan. 

Infografis Prosesi dan Perkemahan Jokowi di Titik Nol IKN Nusantara. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Prosesi dan Perkemahan Jokowi di Titik Nol IKN Nusantara. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya