Pesan Moral Sri Mulyani di Peringatan Idul Adha: Kita Selalu Digoda Iblis

Oleh Tira Santia pada 12 Jul 2022, 11:41 WIB
Diperbarui 12 Jul 2022, 11:41 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sambutannya di acara peringatan Idul Adha 1443 H, Selasa (12/7/2022)
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sambutannya di acara peringatan Idul Adha 1443 H, Selasa (12/7/2022)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam peringatan Idul Adha 1443 H dan penyembelihan hewan qurban secara simbolis di lingkungan Kemenkeu, menyampaikan pesan kepada jajarannya agar senantiasa bisa menghadapi godaan dan cobaan dalam menjalankan tugas.

"Sama seperti melaksanakan ibadah kurban kita semuanya melaksanakan karena keimanan dan keyakinan kita terhadap perintah Allah SWT. Di dalam setiap kehidupan yang kita lalui kita dihadapkan kepada di satu sisi ujian terhadap kekhusyukan, ketakwaan, keimanan kita dalam berbagai situasi," kata Menkeu dalam sambutannya di acara peringatan Idul Adha 1443 H, Selasa (12/7/2022).

Namun, untuk bisa menunjukkan keimanan dan ketakwaan, kekhusyukan dalam beribadah, kata Menkeu kita senantiasa dihadapkan pada cobaan dan godaan.

Menkeu pun bercerita terkait moral cerita kisah Nabi Ibrahim yang rela mengurbankan anaknya Nabi Ismail. Padahal puteranya yakni Nabi Ismail merupakan seorang anak yang telah dinantikan tapi Allah SWT memerintahkan untuk dikurbankan.

"Dalam melaksanakan sebuah pesan dan keyakinan ini Nabi Ibrahim SAW juga dihadapkan dengan berbagai cobaan, yaitu godaan dari iblis agar tidak melaksanakan yang dibalas dengan melempar kerikil. Iblis melakukan yang kedua kepada istrinya ke Siti Hajar yang dibalas dengan dengan lemparan kerikil, dan juga iblis menggoda ke Nabi Ismail yang juga kemudian dibalas dengan lemparan baru. Tiga kali cara menolak godaan ini disimbolkan dalam ibadah haji dengan melempar jumroh tiga kali. Ritual simbolis ini sebenarnya penuh makna," jelas Menkeu.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Godaan Pegawai Kemenkeu

FOTO: Pemerintah dan DPR Tetapkan 3 Daerah Otonomi Baru Papua
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi II di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (28/6/2022). Komisi II DPR dan pemerintah menyepakati penentuan ibu kota untuk tiga daerah otonomi baru (DOB) Papua yang diatur dalam tiga rancangan undang-undang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Hal yang sama juga berlaku di jajaran Kementerian Keuangan, di dalam menjalankan tugas mengelola keuangan negara yang merupakan ibadah, tidak hanya sekedar melaksanakan tugas karena UUD tapi juga melaksanakan tugas menjadi bendahara negara dalam mengelola keuangan negara.

"Kita senantiasa digoda atau dihadapkan pada godaan dan cobaan," ujarnya.

Misalnya dua tahun terakhir kita dihadapkan dengan pandemi yang begitu hebat, sekarang dihadapkan lagi dengan cobaan lingkungan global yang bergejolak baik itu secara geopolitik yang menimbulkan dampak terhadap kenaikan harga-harga pangan dan harga energi, banyak negara yang tidak mampu menghadapi cobaan ini.

 


Menyehatkan APBN

Menkeu dan BI Raker Dengan Banggar DPR
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja Badan Anggaran DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/5/2022). Rapat tersebut beragenda keterangan pemerintah atas KEM PPKF RAPBN 2023 dan RKP Tahun 2023 serta Proyeksi Ekonomi Tahun 2023. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, kita juga dihadapkan dengan cobaan bagaimana menyehatkan kembali APBN kita setelah bekerja luar bisa keras untuk menjaga rakyat dan perekonomian kita dari dampak pandemi dan memulihkan ekonomi serta kesejahteraan rakyat.

Cobaan dan cobaan silih berganti dan godaan selalu ada. Jajaran Kemenkeu dalam menjalankan tugas senantiasa dihadapkan dalam godaan material, kewenangan, dan bahkan kecenderungan melakukan sesuatu yang bisa berpotensi menyusahkan pihak lain.

"Saya berharap pada seluruh jajaran Kemenkeu di dalam melaksanakan ibadah kurban Idul Adha ini senantiasa mampu memegang nilai moral dan tidak melupakannya. Nilai nilai moral dari sisi ibadah kurban yaitu sebuah proses yang tidak mudah pada saat kita dihadapkan pada pilihan yaitu pengorbanan diri kita pribadi pda tujuan ibadah kita. Maka di dalam menjalankan suatu ibadah bahkan diminta dipanggil," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya