Kemendag dan Kementan Gagal Jaga Stabilitas Harga Pangan saat Idul Adha 2022

Oleh Tira Santia pada 12 Jul 2022, 10:00 WIB
Diperbarui 12 Jul 2022, 10:00 WIB
Harga Kebutuhan Pokok Naik
Perbesar
Warga berjalan di Pasar Cibubur, Jakarta, Kamis (16/6/2022). Berdasarkan pantauan di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), terpantau ada beberapa kebutuhan pokok yang harganya naik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menilai Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan) gagal menjaga stabilitas harga pangan di hari Raya Idul Adha.

Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri, mengatakan sudah hampir satu bulan cabai rawit dan beberapa jenis cabai lain harganya masih tinggi. Cabai rawit merah tembus di angka Rp 115 ribu per kg, bahkan sudah tembus Rp 130 ribu per kg, termasuk bawang merah tembus di angka 70 ribu sampai bahkan ada yang menjual Rp 75 ribu per kg.

"Ini bukti bahwa tidak ada upaya kongkrit dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian dalam menjaga stabilitas pangan menjelang dan sesudah Idul Adha," kata Abdullah, Selasa (12/7/2022).

IKAPPI menyebut, dua komoditas ini memang tidak mendapatkan sentuhan maksimal dari dua Kementerian tersebut.

"Kita tahu bahwa kenaikan dua komoditas itu sudah terjadi hampir satu bulan penuh, dan IKAPPI sudah ingatkan untuk menjaga stabilitasnya beberapa bulan lalu, IKAPPI meminta kepada Kementrian Perdagangan dan Pertanian untuk kembali menjaga pasokan paskah Idul Adha, kata Abdullah.

Beberapa komoditas lain yang cukup rawan antar lain tomat, kentang, sayur mayur, ayam dan beberapa komoditas lain juga kami pantau mengalami kenaikan. Komoditas pangan ini serasa tidak mendapat sentuhan dan tidak terjaga oleh kementrian terkait

"Maka Ikatan Pedagang Pasar Indonesia meminta ke semua pihak untuk fokus pada beberapa komoditas pangan yang kami sebut, tidak hanya minyak goreng yang di urus tetapi komuditas lain juga harus mendapatkan perhatian khusus, banyak konsumen dan pedagang menjerit karena harganya yang terlalu tinggi," pungkasnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Harga Daging Ayam, Cabai dan Bawang Merah Masih Tinggi saat Idul Adha 2022

Harga Kebutuhan Pokok Naik
Perbesar
Telur yang dijual terlihat di Pasar Cibubur, Jakarta, Kamis (16/6/2022). Berdasarkan pantauan di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), terpantau ada beberapa kebutuhan pokok yang harganya naik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan harga pada Hari Raya Idul Adha 2022. Bahan pangan yang mengalami kenaikan harga antara lain daging ayam, telur ayam, cabai dan juga bawang.

harga daging ayam broiler atau ras di wilayah DKI Jakarta naik pada Minggu (10/7/2022). Melansir dari laman infopangan.jakarta.go.id, harga pangan tinggi protein tersebut di pasar Pondok Labu mencapai Rp 55.000 per ekor.

Padahal satu pekan sebelumnya, Merdeka.com mencatat, harga ayam di Pasar PSPT Tebet Timur mulai turun menjadi Rp 37 ribu per kg dari Rp 45 ribu per kg.

"Harga tertinggi Rp 55.000 per ekor di Pasar Pondok Labu," tulis infopangan.jakarta.go.id, dikutip Minggu (10/7/2022).

Selain daging ayam, harga telur ayam di wilayah DKI Jakarta saat ini juga berangsur-angsur naik. Saat ini harga telur ayam di jual Rata-rata Rp28.250 per kg. Atau naik Rp26 per kg.

Tercatat, harga tertinggi bahan pangan tinggi protein tersebut berada di Pasar Anyer Bahari Rp 30 ribu per kg dan harga terendah berada di Pasar Senen Rp27 ribu per kg.


Cabai Merah

Harga Kebutuhan Pokok Naik
Perbesar
Pedagang merapikan cabai untuk dijual di Pasar Cibubur, Jakarta, Kamis (16/6/2022). Berdasarkan pantauan di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), terpantau ada beberapa kebutuhan pokok yang harganya naik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sedangkan harga cabai di wilayah DKI Jakarta juga masih mahal meski telah memasuki perayaan Idul Adha. Melansir dari laman infopangan.jakarta.go.id, di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, harga cabai rawit merah di jual Rp 130.000 per kilogram (kg). Padahal, saat normal, harga pangan favorit masyarakat tersebut hanya dibanderol Rp 40.000 per kg.

"Harga terendah berada di Pasar Pal Meriam Rp 90.000 per kg," tulis infopangan.jakarta.go.id, Minggu (10/7/2022).

Selain cabai rawit merah, harga jual cabai merah keriting juga terpantau masih mahal. Harga tertinggi berada di Pasar Anyer Bahari mencapai Rp 120.000 per kg dan harga terendah tersedia di Pasar Cijantung sebesar Rp80.000 per kg.

Selanjutnya, harga cabai merah besar (TW) juga masih tinggi di jual rata-rata Rp 91.579 per kg. Harga tertinggi terdapat di Pasar Pondok Labu mencapai Rp 100.000 per kg dan harga terendah tersedia di Pasar Cijantung Rp 80.000 per kg.

Tak hanya itu, harga cabai rawit hijau juga masih masih mahal rata-rata di jual Rp 85.000 per kg. Harga tertinggi berada di Pasar Pondok Labu mencapai Rp 100.000 per kg dan harga terendah terdapat di Pasar Pal Meriam Rp 70.000 per kg. 


Bawang Merah juga Naik

FOTO: Jelang Nataru, Harga Pangan Merangkak Naik
Perbesar
Pedagang sayuran melayani pembeli di kiosnya di Pasar Mede, Jakarta, Rabu (15/12/2021). Harga pangan yang naik antara lain semua jenis cabe, bawang-bawangan serta minyak goreng. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Harga bawang merah di DKI Jakarta masih mahal memasuki perayaan Iduladha 1443 H yang jatuh pada Minggu (10/7). Melansir dari laman infopangan.jakarta.go.id, rata-rata harga bawang merah dibanderol Rp69.762 per kilogram (kg).

Tercatat, harga tertinggi berada di Pasar Rawamangun mencapai Rp80.000 per kg. Sedangkan, harga terendah tersedia di Pasar Anyer Bahari Rp40.000 per kg.

"Harga tertinggi Rp80.000 per kg di Pasar Rawamangun," dikutip melalui laman infopangan.jakarta.go.id, Minggu (10/7).

Selain bawang merah, harga bawang putih juga mengalami kenaikan menjadi rata-rata dijual Rp36.476 per kg. Angka ini naik Rp3.242 per kg.

Adapun, harga bawang putih tertinggi berada di Pasar Cipete mencapai Rp750 ribu per kg. Sementara harga terendah tersedia di Pasar Pos Pengumben Rp24 ribu per kg.

 

Infografis Harga Pangan Meroket
Perbesar
Infografis Harga Pangan Meroket (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya