Harga Emas Hari Ini 7 Juli 2022 di Pegadaian Anjlok Parah, Simak Rinciannya

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 07 Jul 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 07 Jul 2022, 09:00 WIB
Harga emas pegadaian naik
Perbesar
Petugas memperihatkan emas batangan yang dijual di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Jumat (25/3/2022). Harga emas Antam di Pegadaian kembali naik. Hari ini harga emas Antam naik Rp 6.000 menjadi Rp 1 juta per gram, pada 25 Maret 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual PT Pegadaian (Persero) anjlok parah pada perdagangan Kamis, 7 Juli 2022. Harga emas hari ini di Pegadaian untuk jenis Antam, emas batik, emas jenis Retro dan UBS mengalami penurunan semuanya.

Melansir laman resmi Pegadaian, harga emas Retro ukuran 1 gram hari ini dibanderol di posisi Rp 956 ribu per gram, turun Rp 6.000 dari posisi sehari sebelumnya yang ada di angka Rp 972 ribu per gram.

Sementara harga emas UBS dipatok Rp 959.000 per gram, turun juga jika dibandingkan dengan perdagangan kemarin.

Harga emas yang dijual oleh Pegadaian ini setiap harinya menyesuaikan dengan harga pasar emas dunia dan lokal.

Berikut rangkuman harga emas Pegadaian hari ini:

Harga Emas Antam

- 0,5 gram = Rp 558.000

- 1 gram = Rp 1.012.000

- 2 gram = Rp 1.960.000

- 3 gram = Rp 2.914.000

- 5 gram = Rp 4.821.000

- 10 gram = Rp 9.584.000

- 25 gram = Rp 23.828.000

- 50 gram = Rp 47.574.000

- 100 gram = Rp 95.067.000

- 250 gram = Rp 237.392.000

- 500 gram = Rp 474.567.000

- 1000 gram = Rp 949.091.000

 

Harga Emas Antam Batik

- 0,5 gram = Rp 630.000

- 1 gram = Rp 1.167.000

- 8 gram = Rp 8.830.000

 

Harga Emas Retro

- 0,5 gram = Rp 511.000

- 1 gram = Rp 956.000

- 2 gram = Rp 1.893.000

- 3 gram = Rp 2.811.000

- 5 gram = Rp 4.670.000

- 10 gram = Rp 9.282.000

- 25 gram = Rp 23.071.000

- 50 gram = Rp 46.059.000

- 100 gram = Rp 92.035.000

- 250 gram = Rp 229.808.000

- 500 gram = Rp 459.395.000

- 1000 gram = Rp 918.747.000

 

Harga Emas UBS

- 0,5 gram = Rp 512.000

- 1 gram = Rp 959.000

- 2 gram = Rp 1.902.000

- 5 gram = Rp 4.698.000

- 10 gram = Rp 9.345.000

- 25 gram = Rp 23.316.000

- 50 gram = Rp 46.534.000

- 100 gram = Rp 93.031.000

- 250 gram = Rp 232.507.000

- 500 gram = Rp 464.467.000.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Reli Dolar AS Hantam Harga Emas

20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY
Perbesar
Emas batangan diperlihatkan petugas di kantor BNI Syariah, Jakarta, Senin (30/11). Harga jual-beli kembali (buyback) emas Antam turun Rp 1.000 usai akhir pekan kemarin naik di tengah turunnya harga emas global. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas memperpanjang pelemahan pada perdagangan Rabu waktu AS. Harga emas memperpanjang aksi jual ke level terendah dalam lebih dari sembilan bulan karena penguatan dolar AS.

Di luar itu, hasil dari risalah pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (th eFed) telah menetapkan bahwa mereka akan mengambil kebijakan moneter yang lebih restriktif.

Mengutip CNBC, Kamis (7/7/2022), harga emas di pasar spot turun 1,4 persen menjadi USD 1.738,99 per ounce pada pukul 16.00 ET. Sebelumnya harga emas sempat jatuh 2,6 persen di perdagangan Selasa. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 1,5 persen ke level USD 1.738,3 per ounce.

Nilai tukar dolar AS mencapai level tertinggi dalam dua dasawarsa dengan naik 0,5 persen. Kenaikan dolar AS ini menjadi instrumen tersebut sebagai tempat instrumen perlindungan yang menjadi pilihan akhir-akhir ini bagi investor yang ingin melindungi diri dari kekhawatiran resesi yang meningkat.

Sementara itu kenaikan nilai tukar dolar AS juga membuat harga emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Risalah the Fed memperlihatkan bahwa para dewan gubernur membenarkan kenaikan 0,75 poin persentase dan kemungkinan peningkatan 50 atau 75 basis poin pada pertemuannya akhir bulan ini.

"Pelemahan harga emas agak bisa diredam karena sudah mulai memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga tajam lainnya pada Juli," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

"Dalam sesi terakhir, emas telah menyerah pada sentimen risk-off karena dolar AS telah diuntungkan." tambah dia.

Kenaikan suku bunga untuk melawan inflasi yang melonjak meningkatkan biaya peluang memegang emas, yang tidak menghasilkan bunga.

"Risalah the Fed yang hawkish tidak memberikan kelegaan bagi pelaku pasar terutama yang berinvestasi di instrumen logam," kata pedagang logam independen yang berbasis di New York, Tai Wong.

 


Survei: Harga Emas Masih Bisa Lebih Murah Minggu Ini

Sebelumnya, harga emas bisa jatuh di bawah USD 1.800 per ounce karena sentimen di pasar terus memiliki kemiringan sedikit bearish. Namun, analis pasar tidak memperkirakan rute utama dalam emas karena logam mulia terus bertahan, menghadapi kenaikan suku bunga di seluruh dunia.

Survei Emas Mingguan Kitco News terbaru menunjukkan bahwa sentimen relatif netral di antara analis Wall Street dan investor Main Street.

David Madden, Analis Pasar di Equiti Capital, capital mengatakan bahwa USD 1.800 per ounce dapat mewakili nilai wajar untuk emas dalam waktu dekat. Hal ini karena pasar terus terperangkap karena kenaikan suku bunga mendorong dolar AS tetapi juga menciptakan lebih banyak volatilitas untuk pasar ekuitas.

"Saya pikir dolar AS memiliki sedikit keunggulan dibandingkan emas sebagai aset safe-haven. Meskipun emas terlihat nyaman diperdagangkan di sekitar USD 1.800, gambaran teknis menunjukkan harga bisa bergerak lebih rendah dalam waktu dekat," tambahnya, seperti dikutip dari Kitco.com, Senin (4/7/2022).

Komentar tersebut muncul saat pasar emas mengakhiri minggu ketiga di wilayah negatif. Emas berjangka Agustus terakhir diperdagangkan pada USD 1,800,80 per ounce, turun lebih dari 1,5 persen dari Jumat lalu. Menambah prospek teknis yang suram, pasar emas mengakhiri Juni dengan kerugian ketiga berturut-turut.

Meskipun awal yang suram pada paruh kedua tahun 2022, emas terus mengungguli pasar ekuitas. S&P 500 mengakhiri paruh pertama tahun ini dengan turun 20 persen, kinerja setengah tahun terburuk sejak 1970-an.

"Emas masih melakukan apa yang seharusnya," kata. Daniel Pavilonis, pialang Komoditas Senior di RJO Futures. “Dengan semua masalah kenaikan suku bunga, emas bertahan. Harganya lebih rendah tetapi belum rusak,” pungkasnya.

Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya