NFA Jamin Pasokan Pangan Aman Jelang Idul Adha, Bagaimana Harganya?

Oleh Arief Rahman Hakim pada 05 Jul 2022, 20:05 WIB
Diperbarui 05 Jul 2022, 20:05 WIB
FOTO: Inflasi Indonesia Diklaim Terendah di Dunia
Perbesar
Aktivitas perdagangan di Pasar Senin, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Badan Pangan Nasional memastikan pasokan bahan pangan dalam kondisi aman jelang Idul Adha 2022 (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi memastikan pasokan bahan pangan dalam kondisi aman. Ia juga memastikan harga pangan di masyarakat cukup stabil.

“Antisipasi lonjakan harga jelang hari Raya Idul Adha, NFA terus lakukan fasilitasi distribusi pangan beberapa komoditas pangan, seperti cabai, bawang, jagung, sapi,” kata kepala National Food Agency itu, mengutip keterangan resmi, Selasa (5/7/2022).

Mengenai komoditas cabai, lanjutnya, sejak tiga pekan lalu NFA telah memfasilitasi distribusi cabai. Misalnya dari wilayah surplus di Kabupaten Wajo, Jeneponto dan Takalar, Sulawesi Selatan ke wilayah defisit.

Tujuannya untuk memastikan pasokan cabai terpenuhi di pasar - pasar Induk Jabodetabek. Menurutnya distribusi cabai selain untuk mengintervensi harga cabai juga berdampak baik bagi petani cabai.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Wajo, harga beli cabai di tingkat petani saat ini bisa mencapai angka Rp 60.000-an per kilogeam. Sebelumnya hanya di angka Rp30.000-an, bahkan pernah di bawah Rp10.000.

Dari situ, ia memansang, potensi areal cabai cukup besar untuk pemenuhan domestik. Selain itu juga berperan sebagai sumber produksi cabai untuk penguatan stok nasional.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, hingga akhir Juni 2022, total produksi cabai Wajo mencapai 1.244 ton dengan luas tanam 377 hektare dan luas panen 972 hektare.

“Hal ini sesuai amanah Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan produksi pangan sebesar-besarnya memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujarnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Distribusi Bawang

Harga Bawang di Pasar Kramat Jati
Perbesar
Pedagang menjajakan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (2/4/2019). Sejumlah pedagang di Pasar Induk Kramat Jati mengaku harga bawang merah dan bawang putih relatif stabil, meskipun terjadi kenaikan harga di beberapa daerah. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Lebih lanjut, Arief menyebut komoditas lainnya seperti bawang merah juga dilakukan fasilitasi distribusi. Saat ini, menurutnya, telah terdistribusi 36 ton ke beberapa wilayah.

Diantaranya Palembang, Temanggung, Bangka Belitung dan terus dilakukan berkelanjutan. Begitupun jagung yang telah dilakukan fasilitasi distribusinya hingga 1.139 ton dari petani asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ke beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Arief menegaskan Jelang Idul Adha ini masyarakat untuk tidak khawatir akan ketersediaan pasokan pangan. Seperti kebutuhan komoditas sapi, pihaknya tengah mendorong masyarakat untuk melakukan kurban secara online untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), metode ini sah dan aman.

Menurut Fatwa MUI No. 32 tahun 2022, Umat Islam tidak harus menyembelih sendiri dan/atau menyaksikan langsung proses penyembelihan.

“Hari ini yang dibutuhkan adalah Kolaborasi semua pihak untuk sama - sama mencegah penyebaran PMK, NFA pun mengajak kontribusi semuanya untuk meminimalisir penyebaran PMK pada momentum Idul Adha berkolaborasi dengan lembaga resmi penyedia kurban online yaitu BAZNAS, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan Global Qurban serta BUMN Pangan ID FOOD yang berkontribusi sebagai penyedia hewan kurban,” terangnya.

 


Cukup Hingga Akhir Juli 2022

Ilusrasi komuditi cabai dan bawang merah di pasar Banyuwangi (Hermawan Arifianto/Liputan6.com)
Perbesar
Ilusrasi komuditi cabai dan bawang merah di pasar Banyuwangi (Hermawan Arifianto/Liputan6.com)

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menjamin stok daging sapi tetap aman hingga akhir Juli 2022. Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan yang meluas di sejumlah daerah tidak terlalu mengganggu stok daging sapi.

"Daging itu kita sudah hitung sampai akhir Juli kondisinya aman, jadi tidak usah khawatir, stok daging aman," kata Arief Prasetyo Adi dalam konferensi pers usai pelantikan eselon I dan eselon II Badan Pangan Nasional, di Kementerian Pertanian, Kamis (30/6/2022).

"Maka sebenarnya banyak orang yang hari ini mengurangi konsumsi daging, padahal tidak ada pengaruhnya," tambah dia.

Di samping itu, BPN memastikan langkah stabilisasi harga dan pasokan daging ke pedagang pasar. Di beberapa daerah, stok daging sapi terganggu akibat wabah PMK.

"Untuk stabilisasi kita punya stok daging kerbau sampai akhir tahun memiliki ketersediaan stok kurang lebih 100 ribu ton. kemudian rekan kita di BUMN, Berdikari punya 20 ribu ton daging sapi beku Brazil, yang lainnya dari Indonesia sendiri," terangnya.

 


Distribusi

FOTO: Penjualan Hewan Kurban di Tengah Wabah Virus PMK
Perbesar
Pedagang memberi makan hewan kurban yang dijual di Cipulir, Jakarta, Selasa (28/6/2022). Menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan kurban seperti sapi, kerbau, dan kambing kembali bergeliat meski sedang mewabah virus penyakit mulut dan kuku (PMK). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Lebih lanjut, di tengah wabah PMK yang meluas, Arief memastikan distribusi juga berjalan lancar. ia pun telah menyusun skema disitribusi.

"Karena hari ini kita tak boleh memindahkan stok dari daerah merah, jadi kita optimalkan dari tempat-tempat yang ada hari ini, termasuk kandang-kandang di lokasi terkait," kata dia.

Untuk diketahui, pemerintah menetapkan darah-daerah yang terjangkit PMK dengan beberapa kategori warna. warna merah adalah untuk daerah terparah, sementara warna hijau merupakan daerah aman.

Infografis Vaksinasi PMK Hewan Ternak Digencarkan Jelang Idul Adha. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Vaksinasi PMK Hewan Ternak Digencarkan Jelang Idul Adha. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya