MMSGI-PLN Teken Jual Beli Listrik 199,8 MVA, Setara Konsumsi 90 Ribu Rumah

Oleh Liputan6.com pada 05 Jul 2022, 19:35 WIB
Diperbarui 05 Jul 2022, 19:36 WIB
Foto ilustrasi listrik
Perbesar
(Foto: Dokumentasi PLN)

Liputan6.com, Jakarta MMS Group Indonesia (MMSGI) melalui dua anak usahanya, PT Mitra Informatika Gemilang (MIG) dan PT Mitra Murni Perkasa (MMP), melaksanakan penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT PLN (Persero) (PLN) secara bersamaan di Balikpapan dan Jakarta pada akhir Juni 2022 lalu.

Penandatangan ini merupakan langkah strategis dari keseluruhan perjalanan dua proyek besar MMSGI dengan total kebutuhan listrik 199,8 MVA yang setara lebih dari 90 ribu rumah dengan daya 2200 VA.

“Acara ini merupakan bentuk kerjasama strategis antara MMS Group Indonesia dengan PLN dalam upaya pengembangan industri hilir dan pembangunan daerah. Serta merupakan bentuk dukungan grup terhadap pengembangan ekosistem digital yang menjadi perhatian Pemerintah saat ini”, ujar Perwakilan MMS Group Indonesia, Adri Martowardojo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Perlu diketahui bahwa MMS Group Indonesia telah menjalin kemitraan strategis dengan PLN dimana, PT Multi Harapan Utama (MHU) menjadi top 10 supplier batu bara ke PLTU milik PT PLN.

Maka dari itu kerjasama pengadaan tenaga listrik untuk dua proyek besar ini mempererat hubungan strategis MMS Group Indonesia dan PLN.

Executive Vice President Pelayanan Pelanggan Korporat dan Institusi Besar PT PLN (Persero) Edison Sipatuhar menyatakan bahwa penandatangan kerjasama ini diharapkan dapat memberikan dorongan atas kemajuan potensi yang dimiliki daerah serta meningkatkan keyakinan bagi pengembang atau investor nasional maupun internasional.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ekonomi Internet Indonesia

MMS Group Indonesia (MMSGI) secara resmi berhasil terdaftar sebagai anggota dalam UN Global Compact (UNGC) sejak Maret 2022.
Perbesar
MMS Group Indonesia (MMSGI) secara resmi berhasil terdaftar sebagai anggota dalam UN Global Compact (UNGC) sejak Maret 2022.

Seperti yang kita ketahui, era disruptif digital saat ini membuat pertukaran dan penyimpanan data menjadi hal yang krusial.

Studi Google, Temasek, dan Bain & Company menyatakan bahwa ekonomi internet Indonesia diperkirakan memiliki Gross Merchandise Value (GMV) senilai USD 146 Miliar hingga tahun 2025.

Asia Tenggara juga diproyeksikan menjadi Kawasan dengan pertumbuhan Data Center tercepat dengan tingkat petumbuhan tahunan rata-rata sebesar 22 persen hingga 2024.

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan Data Center, hal ini diperkuat dengan masih rendahnya ketersediaan data center di Indonesia. Dengan total populasi yang lebih dari 270 juta jiwa, kebutuhan data center di Indonesia mencapai 5,6 MW per kapita, namun penggunaan saat ini hanya 1 watt per kapita.

Menjawab tantangan ini, MMSGI mengembangkan Downtown Data Center dengan standar global dan kualitas terbaik di kawasan strategis Kuningan Jakarta.

Downtown Data Center dengan standar Tier 3+ akan beroperasi pada pertengahan 2023 mendatang.Untuk mendukung keperluan ini, PLN memasok 59,8 MVA dengan Layanan Ultimate demi menjawab kebutuhan fasilitas penyimpanan data digital yang andal dan aman.

Penandatanganan kontrak PJBTL tersebut dilangsungkan di Gedung TCC Batavia, kantor pusat MMS Group Indonesia dan dihadiri oleh GM PLN UID Jaya dan jajaran manajemen MIG.

 


Smelter Nikel

Nikel
Perbesar
Ilustrasi Nikel

Penandatanganan PJBTL PLN dan MMP berlangsung di Hotel Grand Tjokro Balikpapan yang dihadiri oleh GM PLN Unit Wilayah Induk Kaltimra dan jajaran manajemen MMP.

Peran PLN dalam pengembangan hilirisasi mineral nasional menjadi signifikan dengan komitmennya memberikan pasokan listrik tegangan tinggi dengan daya 140 MVA kepada PT Mitra Murni Perkasa (MMP).

Fasilitas pemurnian nikel ini merupakan yang pertama di Kawasan Balikpapan, Kalimantan Timur. Suplai listrik tersebut akan digunakan sebagai sumber energi fasilitas pemurnian nikel.

Smelter nikel PT MMP memiliki 2 (dua) production line dengan total kapasitas produksi 27,800 ton per tahun. Hasil dari proses pemurnian ini berupa nickel matte yang merupakan bahan baku utama produksi baterai.

Keberadaan nickel matte sangat penting dalam mendukung pengembangan industri Baterai Nasional, khususnya bagi Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar. Pengembangan industri hilirasasi yang terintegrasi merupakan kesempatan emas dalam membangun ekonomi hijau ke depan.

infografis Otak-Atik Daya Listrik Rumah Tangga
Perbesar
infografis Otak-Atik Daya Listrik Rumah Tangga
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya