Alasan Penunjukan Tito Karnavian jadi Menpan RB Ad Interim Pengganti Tjahjo Kumolo

Oleh Liputan6.com pada 05 Jul 2022, 13:15 WIB
Diperbarui 05 Jul 2022, 13:16 WIB
Peluncuran Tahapan Pemilu 2024
Perbesar
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan sambutan saat peluncuran tahapan Pemilu 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (14/6/2022) malam. Usai tahapan awal Pemilu 2024 resmi dibuka, KPU akan langsung merancang perencanaan program dan Anggaran serta Penyusunan Peraturan Pelaksanaan Penyelenggaraan Pemilu. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini menyebut penunjukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) ad interim adalah demi menjaga fungsi pemerintahan tetap berjalan.

"Ad interim ini bukan Plt (Pelaksana Tugas), biasanya kalau ada kunjungan luar negeri seorang menteri, sakit, dan berhalangan lainnya, selalu ada ad interim. Tujuannya menjaga fungsi pemerintahan tetap berjalan dalam periode yang sangat terbatas," kata Faldo dikutip dari Antara, Selasa (5/7/2022).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Mendagri Tito Karnavian sebagai Menpan RB ad interim untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Tjahjo Kumolo yang wafat pada Jumat (1/7).

Penunjukan tersebut berdasarkan surat Menteri Sekretariat Negara Nomor B-596/M/D-3/AN.00.03/07/2022 yang ditandatangani oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno tertanggal 4 Juli 2022.

Dalam surat itu disebutkan Mendagri Muhammad Tito Karnavian menjabat sebagai Menteri PAN RB ad interim pada 4 sampai dengan 15 Juli 2022.

"Menteri Pertanian Syahrul pernah selama seminggu jadi Ad Interim Menteri Kelautan dan Perikanan, bahkan pernah jadi Menteri Perindustrian selama tiga hari. Pak Menteri Investasi Bahlil juga pernah jadi Menteri ESDM waktu Pak Arifin positif COVID-19. Ini sangat biasa saja, tentu dengan mempertimbangkan berbagai faktor," ujar Faldo.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Belum Tunjuk Menpan RB Definitif

FOTO: Pidato Virtual Presiden Jokowi di Sidang Majelis Umum PBB
Perbesar
Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato secara virtual di Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (22/9/2021). Jokowi menyebut potensi kekerasan dan marjinalisasi perempuan di Afghanistan, kemerdekaan Palestina, dan krisis politik Myanmar harus jadi fokus bersama. (UN Web TV via AP)

Faldo menyebut Presiden Jokowi juga belum menunjuk Menpan-RB definitif hingga saat ini.

"Saat ini, kita semua masih dalam suasana berduka. Kita harus sensitif, yang paling penting semua fungsi pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Kami pastikan itu," kata Faldo.

Sebelum Tito, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ditunjuk sebagai Menpan RB ad-interim.

Tjahjo Kumolo meninggal dunia di RS Abdi Waluyo, Jakarta Pusat pada Jumat pekan lalu, setelah mendapatkan perawatan intensif selama 13 hari. Jenazah almarhum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Jumat (1/7) sore.


Jokowi Tunjuk Tito Karnavian Jadi Menteri PANRB Ad Interim Gantikan Tjahjo Kumolo

Mendagri Serahkan DIM Pembetukan Provinsi Baru di Papua
Perbesar
Mendagri Tito Karnavian saat mengikuti rapat kerja di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (21/6/2022). Rapat juga membahas Pengantar/Pandangan Pemerintah dan DPD RI terhadap RUU tentang 3 RUU Pembentukan Provinsi tersebut. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ad interim.  Penunjukan ini dilakukan setelah Menteri PANRB Tjahjo Kumolo tutup usia pada Jumat, 1 Juli 2022.

Penunjukan itu berdasarkan surat B-596/M/D-3/AN.00.03/07/2022 yang ditandatangani oleh Menteri Sekretaris Negara. Tito akan menjabat sebagai Menteri PANRB ad interim pada 4-15 Juli 2022. 

Sebelumnya, Kursi Menteri PANRB masih kosong pasca-Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat (1/7/2022). Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyatakan PDIP memiliki banyak stok kader untuk mengisi kursi kosong tersebut.

Dia mencontohkan nama Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Jadi kita banyak stok ada Pak Ganjar, ada Pak Olly sebagai gubernur, jadi kita banyak stok yang baik-baik,” kata Djarot di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (4/7/2022).

Djarot menyatakan, pengganti akan ditentukan oleh Presiden Joko Widodo. Namun, dari partai kewenangan ada di tangan Ketum Megawati Soekarnoputri.

"Ini kewenangan dari presiden. Kalau untuk penugasan partai, itu kewenangan dari Ketum. Jadi saya nanya, menurut situ, saya yakin, Ibu Mega, pak jokowi, pasti memahami-lah yang terbaik itu siapa. Yang paling cocok siapa,” kata dia.

Selain nama Olly dan Ganjar, Djarot juga menyebut nama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Ahmad Basarah juga berpeluang isi kursi MenPAN-RB.

"Pak Hasto juga bisa. Artinya apa kita banyak stok, Pak Basarah juga bisa, kita banyak stok ya dari PDIP, banyak stok Pak Basarah ok, Pak Hasto ok, tergantung kepada dari penugasan. Yang punya kewenangan itu ibu ketum,” kata dia.


Presiden Sudah Kantongi Nama Pengganti Tjahjo

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Sidang Kabinet Pengarahan Presiden dan APBN 2022 di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 17 November 2021. (Dok Sekretariat Kabinet RI)

Kursi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) kosong sejak ditinggal Tjahjo Kumolo yang berpulang ke Rahmatullah pada Jumat (1/7/2022) lalu. Kekosongan kursi menteri saat ini masih diisi oleh Menko Polhukam Mahfud Md sebagai menteri ad interim.

Walhasil, Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam waktu dekat seharusnya dapat mendapuk seseorang untuk mengemban jabatan Menpan RB  agar kabinetnya dapat kembali stabil.

Terkait hal ini, Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing melihat sosok Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto pantas menggantikan posisi Tjahjo Kumolo.

Selain sesama kader terbaik PDIP yang berpengalaman sebagai Sekjen, Hasto diyakini memiliki keahlian yang mumpuni dalam menjalankan organisasi.

"Menurut hemat saya, Hasto Kristiyanto orang yang paling tepat. Sebab, kedua sosok ini sama-sama administratur dan penggerak ulung berjalannya roda organisasi," kata Emrus dalam kicauan di akun Twitter pribadinya, seperti dikutip Senin (4/7/2022).

Menko Polhukam Mahfud Md meyakini jika nama pengganti almarhum Tjahjo Kumolo di pemerintahan sudah dikantongi. Kini tinggal menunggu suasana berkabung lewat untuk diumumkan.

"Pak Jokowi pasti sudah tahu dan sudah ada di kantong beliau. Mungkin hanya menunggu lewatnya waktu belasungkawa," kata Mahfud kepada wartawan. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya