Menko Airlangga: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir!

Oleh Liputan6.com pada 04 Jul 2022, 14:15 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 14:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers usai Ratas Evaluasi PPKM, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (10/1/2022).
Perbesar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers usai Ratas Evaluasi PPKM, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (10/1/2022).

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan pandemi Covid-19 belum berakhir. Banyak negara termasuk Indonesia tengah mengalami peningkatan kasus baru, terutama dari penyebaran virus varian baru Omicron.

"Pandemi belum berakhir, beberapa negara kita lihat dalam 7 hari terakhir ini kasusnya meningkat," kata Airlangga dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/7/2022).

Kasus di Amerika Serikat tercatat 106.304, Australia 32.116 kasus dan India 16.065 kasus. Begitu juga dengan negara-negara di Asia Tenggara, Singapura ada 8.266 kasus, Malaysia 2.0384 kasus, Thailand ada 2.278 dan Indonesia 1.939 kasus.

Secara khusus Airlangga menyebut kasus harian per 3 juli di Indonesia ada 1.614 kasus. Namun jumlah kasus tersebut masih dibawah ambang batas yang ditetapkan WHO.

"Kita lihat kasus tersebut tentunya masih dibawah positivity rate, di bawah 5 persen," kata Menko Airlangga.

Dia menjabarkan positivity rate di Luar Jawa Bali masih berada di kisaran 1. Antara lain di Sumatera 1,08, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Kalimantan masing-masing 1,11. Kemudian Maluku dan Papua 0,99.

Sementara itu secara kasus nasional, disumbang mayoritas dari Jawa dan Bali dengan persentase mencapai 95 persen atau 1.579 kasus. Sedangkan kasus di luar Jawa-Bali hanya 35 kasus atau 4,07 persen.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com


Jokowi: Puncak Kasus Covid-19 Diprediksi Minggu Kedua atau Ketiga Juli Ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Sidang Kabinet Pengarahan Presiden dan APBN 2022 di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 17 November 2021. (Dok Sekretariat Kabinet RI)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut puncak kasus Covid-19 varian BA.4 dan BA.5 diprediksi terjadi pada minggu kedua atau ketiga Juli ini. Adapun kasus Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 1.614 pasa 3 Juli 2022.

"Kita tahu kasus per 3 Juli kemarin ada sebanyak 1.614 kasus dan diprediksi puncak kasusnya akan berada di bulan Juli ini, di minggu kedua atau minggu ketiga," kata Jokowi dalam rapat terbatas Evaluasi PPKM di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/7/2022).

Dia pun meminta jajarannya untuk meningkatkan capaian vaksinasi booster Covid-19, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat interaksi tinggi. Pasalnya, kata Jokowi, capaian vaksinasi booster di Indonesia saat ini baru 24,5 persen.

"Saya kira ini terus kita dorong, saya minta Kapolri, Panglima TNI, dan juga Kemenkes, dan BNPB untuk mendorong terus agar vaksinasi booster bisa dilakukan terutama di kota-kota yang memiliki interaksi antarmasyarakatnya tinggi," jelasnya.

Selain itu, dia juga meminta agar terus digencarkan penerapan protokol kesehatan. Jokowi tak mau pengendalian Covid-19 merusak perekonomian nasional.

"Juga perlu kita gaungkan kembali pelaksanaan protokol kesehatan. Ini penting karena kita tidak mau pengendalian covid ini bisa mengganggu ekonomi kita," ujar Jokowi.

 


Varian Baru Mulai Mendominasi

FOTO: Pemerintah Umumkan Pelonggaran Pemakaian Masker di Luar Ruangan
Perbesar
Sejumlah warga bersantai di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (17/5/2022). Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, masyarakat diperbolehkan tidak menggunakan masker jika sedang beraktivitas di luar ruangan atau area terbuka yang tidak padat orang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus varian Omicron BA.4 dan BA.5 sudah mulai mendominasi di Indonesia. Berdasarkan hasil pemeriksaan genome sequencing, hampir seluruh Covid-19 di DKI Jakarta adalah varian BA.4 dan BA.5.

Menurut dia, puncak varian BA.4 dan BA.5 umumnya terjadi dalam 30 sampai 40 hari sejak kasus ditemukan. Adapun varian BA.4 dan BA.5 pertama kali ditemukan di Indonesia pada 30 hari lalu.

"Jadi kita mungkin masih ada waktu satu atau dua minggu ke depan. Kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain seharusnya puncaknya sudah tercapai," tutur Budi di Kantor Presiden, Senin.

Dia mengakui saat ini kasus Covid-19 di Indonesia tengah melonjak naik. Namun, Budi menuturkan kasus virus corona di Indonesia maupun Jakarta mulai melandai.

Pasalnya, kata Budi, kasus akan mulai menurun apabila sudah didominasi hampir 100 persen oleh satu varian. Hal ini bisa terlihat saat gelombang Covid-19 varian Delta dan Omicron.

"Jadi sekarang kita juga melihat walaupun kasus yang naik, tapi pelandaian mulai terjadi baik di Jakarta maupun di Indonesia," ucap Budi Gunadi.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya