Pertamina Trans Kontinental Dukung Industri Pencari Migas Penuhi TKDN

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 01 Jul 2022, 21:45 WIB
Diperbarui 01 Jul 2022, 21:45 WIB
Ilustrasi tambang migas
Perbesar
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) berkomitmen mendukung kegiatan operasi hulu minyak dan gas bumi (migas), dengan tetap menjaga komponen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Direktur Pemasaran PTK, Imam Bustomi mengatakan, PTK yang memiliki segmen bisnis jasa perkapalan siap berpartisipasi dalam mendukung kegiatan pencarian migas Indonesia. Sehingga industri hulu tersebut dapat meningkatkan kapasitas nasional.

"PTK mendukung penuh kegiatan Hulu Migas, " kata Imam, di Jakarta Jumat (1/7/2022).

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Fatar Yani mengungkapkan, SKK Migas dan KKKS senantiasa melakukan program pengembangan masyarakat dalam bentuk peningkatan kapasitas dan pendampingan usaha untuk meningkatkan daya saing pemasok nasional atau improvement of national supplier competitiveness.

“Dengan demikian masyarakat di wilayah operasi dapat memenuhi kualifikasi dan standarisasi kegiatan usaha di sektor penunjang migas,” ujarnya.

Deputi Dukungan Bisnis sekaligus Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Rudi Satwiko menambahkan, SKK Migas terus berkomitmen agar TKDN di sektor hulu migas nasional terus meningkat.

“Dan sangat nyata bahwa program pembinaan dan penilaian telah melahirkan banyak industri-industri pabrikan yang berhasil mensubstitusi produk-produk impor, " ujarnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Peningkatan TKDN

Ilustrasi tambang migas
Perbesar
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Untuk menjembatani peran PTK pada industri hulu migas, anak usaha PT Pertamina International Shipping tersebut mengikuti ajang Pra Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) wilayah Kalimantan Sulawesi (Kalsul) yang diadakan oleh SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

SKK Migas mengharapkan kegiatan yang mempertemukan para pelaku industri hulu migas dan penunjangnya ini bisa menjadi peluang tersendiri terkait pengadaan barang dan jasa hulu migas, ataupunpengembangan potensi-potensi masyarakat yang belum digarap maupun yang perlu ditingkatkan lagi.

Nantinya, forum ini diharapkan bisa mendorong peningkatan TKDN dan juga menyerap tenaga kerja di wilayah operasi migas lebih banyak.


Pencari Migas Didorong Kembangkan Industri Pariwisata

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong industri hulu migas menciptakan dampak berganda bagi perekonomian lokal dan nasional, salah satunya membangun sektor pariwisata di timur Indonesia.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Subagyo mendorong Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku menjadi pelopor perkembangan pariwisata dengan wisata bahari dan kuliner di Kabupaten Sorong, Papua Barat.

“Kami mengajak semua operator Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS) yang beroperasi di Papua dan Maluku untuk mendukung keberlanjutan wisata bahari di timur Indonesia melalui program pengembangan masyarakat. Tentunya upaya ini melibatkan pemerintah daerah serta warga lokal,” kata Subayo, di Jakarta, Jumat (17/6/2022).

Wisata bahari melalui industri hulu migas di Kabupaten Sorong diawali dengan pelaksanaan program Desa Wisata Bahari dan Kuliner (Dewi Bakul) di Kampung Arar, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong. Kampung Arar terletak di salah satu pulau kecil yang berada di ring-1 area operasi Petrogas (Basin) Ltd.

Menurut Kepala Departemen Humas Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua & Maluku, Galih Agusetiawan, pihaknya bersama warga Kampung Arar mengidentifikasi potensi desa yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian lokal. Setelah melakukan identifikasi, masyarakat difasilitasi untuk mengikuti berbagai pelatihan yang berhubungan dengan pariwisata dan entrepreneurship.

Warga menyadari bahwa keberadaan kampung yang berada di perairan Sorong bisa menjadi daya tarik pariwisata. Apalagi di sekitar pulau itu ada pulau-pulau lain yang bisa dikembangkan untuk wisata bahari lompat pulau dan wisata sejarah jaman penjajahan.

 


Potensi Lainnya

Dolar Menguat, Harga Minyak Sentuh Level US$ 50
Perbesar
Penguatan dolar dan produksi minyak Rusia serta ekspor Irak tinggi membuat harga minyak dunia merosot 5 persen.

Warga juga melihat potensi lainnya, yaitu usaha kuliner kearifan lokal dan ekowisata dengan memanfaatkan keberadaan pulau-pulau kecil tak berpenghuni di sekitar Kampung Arar. Lahan kosong itu bisa ditanami tanaman buah produktif.

“Mereka mempromosikan rekreasi sambil menjaga kebersihan pulau dan laut, serta menawarkan pengunjung untuk mengadopsi tanaman buah produktif,” paparnya.

Dengan semua potensi yang ada, lanjut Galih, pihaknya bersama warga membuat paket wisata ‘island hopping’ atau lompat pulau, yang menawarkan wisata berkeliling ke lima pulau di perairan Sorong, yakni Pulau Doom, Pulau Soop, Pulau Yerusel, Pulau Arar dan Pulau Sisi. Pengunjung diajak berkeliling menggunakan perahu mesin ukuran long boat untuk menyusuri perairan Sorong.

“Pulau Sisi dilengkapi fasilitas camping ground. Pengunjung bisa bermalam menikmati suasana perairan Sorong yang eksotis. Tak perlu pusing soal makan, karena pengelola sudah menyiapkan beragam kuliner olahan dengan cita rasa lokal,” jelas Galih.

Infografis SKK MIgas
Perbesar
Di tengah kebutuhan energi nasional yang terus meningkat, menemukan minyak dan gas bumi (migas) menjadi semakin sulit
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya