Inflasi Juni 2022 Capai 4,35 Persen, Tertinggi sejak 5 Tahun Terakhir

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 01 Jul 2022, 09:30 WIB
Diperbarui 01 Jul 2022, 09:31 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, angka inflasi secara tahunan atau year on year (YoY) pada Juni 2022 sebesar 4,35 persen. Capaian itu jadi yang tertinggi sejak 5 tahun terakhir.
Perbesar
Pedagangan menata bawang di Pasar Senin, Jakarta, Rabu (22/6/2022).Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, angka inflasi secara tahunan atau year on year (YoY) pada Juni 2022 sebesar 4,35 persen. Capaian itu jadi yang tertinggi sejak 5 tahun terakhir. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, angka inflasi secara tahunan atau year on year (YoY) pada Juni 2022 sebesar 4,35 persen. Capaian itu jadi yang tertinggi sejak 5 tahun terakhir.

Kepala BPS Margo Yuwono memaparkan, dengan melihat kondisi perkembangan global dan cuaca yang terjadi, maka inflasi Juni 2022 secara month to month sebesar 0,61 persen. Atau, terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 110,42 di Mei 2022 menjadi 111,09.

"Sedangkan tingkat inflasi pada tahun kalender menjadi 3,19 persen, dan inflasi tahun ke tahun pada bulan Juni mencapai 4,35 persen," kata Margo, Jumat (1/7/2022).

Kalau dilihat dari penyumbang inflasinya, ia melanjutkan, di Juni ini berasal dari komoditas cabai merah, cabai rawit bawang merah dan telur ayam ras.

"Inflasi kita secara year on year sebesar 4,35 persen, ini inflasi tertinggi sejak Juni 2017. Dimana pada saat itu inflasi kita sebesar 4,37 persen," sambung Margo.

Bila diukur secara nasional pada 90 kota, sebanyak 85 kota mengalami inflasi dan 5 kota lainnya mengalami deflasi.

Margo mengungkapkan, penyebab lonjakan inflasi ini sesuai dengan data BMKG, dimana hujan masih turun sepanjang Juni kemarin. Terutama di wilayah sentra produksi hortilkultura.

"Turunnya dengan curah hujan yang di atas normal, sifatnya lebat. Tentu saja itu akan mengganggu beberapa sentra produksi, khususnya untuk produk hortikultura," ungkap dia.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya