Ingin Industri Penerbangan Tanah Air Pulih, Ini Pinta Menhub ke Pengusaha

Oleh Arief Rahman Hakim pada 30 Jun 2022, 20:10 WIB
Diperbarui 30 Jun 2022, 20:10 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi
Perbesar
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada Webinar bertema “Recovery Plan Penerbangan di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Indonesia (KADIN) di Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi optimistis sektor penerbangan Indonesia mampu bangkit kembali. Dia berharap adanya gotong royong dari berbagai pihak terkait.

Kolaborasi dari pemerintah, pelaku usaha penerbangan, investor dan unsur lainnya mampu jadi modal menghadapi tantangan ke depan. Utamanya pemulihan pasca pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Menhub pada kegiatan Webinar bertema “Recovery Plan Penerbangan di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Indonesia (KADIN) di Jakarta, Kamis (30/6/2022).

“Saya berharap semua pihak baik pemerintah, pelaku usaha, investor, dan unsur terkait lainnya dapat berperan aktif dan berkomunikasi secara terbuka membicarakan permasalahan yang dihadapi dan berkontribusi dalam penyelesaian masalahnya,” ujar Menhub.

Di tengah mulai bergeraknya kembali perekonomian pasca melandainya kasus Covid-19 di Indonesia, seluruh operator sarana dan prasarana transportasi harus menyiapkan strategi sebagai langkah antisipasi menghadapi masa adaptasi baru pasca pandemi.

Sejumlah tantangan yang dihadapi industri penerbangan selain pandemi Covid-19 yakni meningkatnya harga bahan bakar dunia yang berimbas pada naiknya biaya operasional.

Kemudian adanya beberapa pesawat yang tidak aktif karena neraca keuangan maskapai yang tidak kondusif akibat dari kurangnya pengguna jasa transportasi di masa pandemi.

“Untuk itu, penting juga untuk diperhatikan adalah dukungan finansial bagi industri transportasi udara, yang saat ini mulai bangkit setelah hampir dua tahun terdampak pandemi," ujar Menhub Budi.

Dia Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dapat menjadi mitra pemerintah untuk membawa suatu ide yang baik bagi upaya pemulihan industri penerbangan nasional.

 


Bangkit Perlahan

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dalam Webinar HIPMI "Momentum Presidensi G20 untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi", Selasa (25/1/2022).
Perbesar
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dalam Webinar HIPMI "Momentum Presidensi G20 untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi", Selasa (25/1/2022).

Ketua KADIN Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, seiring dengan pulihnya kesehatan dan ekonomi, industri penerbangan perlahan mulai bangkit. Sejumlah kebijakan yang ditetapkan juga turut mendorong percepatan pemulihan penerbangan.

Diantaranya kebijakan pelonggaran syarat perjalanan dalam negeri dan internasional, serta sejumlah pelaksanaan event internasional yang diselenggarakan di Indonesia seperti Presidensi G20.

“Hasilnya, industri penerbangan bangkit dan memimpin pertumbuhan PDB di sektor transportasi. Tercatat adanya pertumbuhan sebesar 53,2 persen year on year pada kuartal pertama tahun 2022,” tuturnya.

Selain itu lanjutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penumpang angkutan udara domestic pada kuartal 1 tahun 2022 mencapai 10,7 juta penumpang atau naik 55,5 persen secara year on year (tahunan).

Sementara, pada periode yang sama jumlah penumpang angkutan udara internasional tumbuh hingga 200 persen lebih.

Meski demikian, menurutnya angka ini masih belum sama seperti sebelum pandemi. Untuk itu, ia menyebut diperlukan rencana pemulihan atau recovery plan yang baik, guna menjaga performa industri penerbangan agar bisa kembali meningkat seperti sebelum pandemi.

“Kadin akan terus berkomitmen dan berperan aktif mengembangkan industri penerbangan dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam dunia usaha serta industri,” ucapnya.

 


Upaya Asosiasi Industri Penerbangan

Masa Kenormalan Baru, Slot Penerbangan Belum Dimanfaatkan Secara Optimal
Perbesar
Sejumlah pesawat maskapai penerbangan terparkir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (6/7/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) akan mengkordinasikan permintaan maskapai untuk slot penerbangan, rute penerbangan dan frekuensi penerbangan di dalam satu rute. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) melakukan sederet upaya guna membangkitkan sektor penerbangan dalam negeri. Mulai dari kampanye terbang sehat, hingga adanya penyesuaian tarif.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengungkapkan sektor penerbangan tanah air kini mulai kembali bangkit. Ia pun mengisahkan sejumlah upaya yang dilakukan.

“Sejak awal-awal pandemi, sekitar Agustus 2020 lalu kami secara gencar melalukan kampanye untuk membangkitkan sektor penerbangan melalui Safe Travel Campaign ke sejumlah kota seperti Bali, Yogyakarta, Medan, dan Padang bersama para maskapai anggota INACA yaitu, Garuda Indonesia, Citilink, AirAsia dan Lion Group,” kata Denon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/6/2022).

Ia menambahkan kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari stakeholder terkait. Diantaranya Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Pengelola Bandara yaitu PT. Angkasa Pura I dan II, AirNav selaku pengelola navigasi udara.

 

 


Pendekatan

Garuda Indonesia Tutup 97 Rute Penerbangan
Perbesar
Pesawat Garuda berada di landasan pacu Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Banten, Rabu (17/11/2021). Maskapai Garuda Indonesia akan menutup 97 rute penerbangannya secara bertahap hingga 2022 mendatang bersamaan dengan proses restrukturisasi yang tengah dilakukan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Serta keterlibatan industri perhotelan yaitu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Dimana kampanye memiliki tujuan meningkatkan rasa percaya diri masyarakat untuk kembali terbang.

“Penerapan protokol kesehatan secara ketat oleh maskapai penerbangan dan pengelola bandara, menjadi faktor pendorong masyarakat untuk kembali bepergian. Itu yang kami kampanyekan sejak awal Covid-19,” katanya.

Tidak hanya itu, Denon juga melakukan pendekatan dan diskusi solutif kepada Pemerintah Daerah (Pemda), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot).

Tujuannya agar tidak melakukan penutupan akses penerbangan bagi maskapai yang ingin melayani jasa penerbangan. Menurutnya, hal ini demi kepentingan bersama sehingga aksesibilitas tetap terbuka bagi masyarakat.

“Awal Pandemi ada beberapa daerah yang menutup akses udara, sehingga anggota INACA tidak bisa memberikan layanannya. Untuk ini kami melakukan pendekatan kepada para kepala daerah dan alhamdulillah mereka mengizinkan anggota kami untuk menerbangi daerah itu yang tentunya dengan melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat,” katanya.

Infografis 16 Bandara Dibuka untuk Penerbangan Internasional
Perbesar
Infografis 16 Bandara Dibuka untuk Penerbangan Internasional (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya