Badan Pangan Nasional Pastikan Stok Daging Cukup Meski Wabah PMK Meluas

Oleh Arief Rahman Hakim pada 30 Jun 2022, 16:40 WIB
Diperbarui 30 Jun 2022, 16:43 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menyampaikan keterangan pers terkait wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (Arief/Liputan6.com)
Perbesar
Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menyampaikan keterangan pers terkait wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (Arief/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menjamin stok daging sapi tetap aman hingga akhir Juli 2022. Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan yang meluas di sejumlah daerah tidak terlalu mengganggu stok daging sapi.

"Daging itu kita sudah hitung sampai akhir Juli kondisinya aman, jadi tidak usah khawatir, stok daging aman," kata Arief Prasetyo Adi dalam konferensi pers usai pelantikan eselon I dan eselon II Badan Pangan Nasional, di Kementerian Pertanian, Kamis (30/6/2022).

"Maka sebenarnya banyak orang yang hari ini mengurangi konsumsi daging, padahal tidak ada pengaruhnya," tambah dia.

Di samping itu, BPN memastikan langkah stabilisasi harga dan pasokan daging ke pedagang pasar. Di beberapa daerah, stok daging sapi terganggu akibat wabah PMK.

"Untuk stabilisasi kita punya stok daging kerbau sampai akhir tahun memiliki ketersediaan stok kurang lebih 100 ribu ton. kemudian rekan kita di BUMN, Berdikari punya 20 ribu ton daging sapi beku Brazil, yang lainnya dari Indonesia sendiri," terangnya.

Distribusi

Lebih lanjut, di tengah wabah PMK yang meluas, Arief memastikan distribusi juga berjalan lancar. ia pun telah menyusun skema disitribusi.

"Karena hari ini kita tak boleh memindahkan stok dari  daerah merah, jadi kita optimalkan dari tempat-tempat yang ada hari ini, termasuk kandang-kandang di lokasi terkait," kata dia.

Untuk diketahui, pemerintah menetapkan darah-daerah yang terjangkit PMK dengan beberapa kategori warna. warna merah adalah untuk daerah terparah, sementara warna hijau merupakan daerah aman.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Perkembangan Terbaru Wabah PMK: Menyerang 297 Ribu Ekor Ternak, Vaksinasi Berjalan 168.347 Dosis

Produksi Susu Sapi Perah di Jakarta Tidak Terpengaruh PMK
Perbesar
Sejumlah sapi terlihat di salah satu peternakan sapi perah kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (25/5/2022). Menurut pekerja, isu wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) akhir-akhir ini tidak berpengaruh terhadap penjualan susu sapi. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, penyebaran virus PMK (penyakit mulut dan kuku) hingga Kamis, 30 Juni 2022 telah menyerang 297.029 ekor hewan ternak.

Virus PMK sendiri telah menyebar di 19 provinsi dan 222 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan jumlah kematian hewan ternak sebanyak 1.768 ekor.

Memitigasi hal tersebut, Kementan terus gencar menyebarkan vaksin PMK untuk para peternak agar hewan peliharaannya aman dikonsumsi, terlebih jelang Hari Raya Idul Adha 2022.

Melansir update data siagapmk.id, Kamis (30/6/2022), penyebaran vaksinasi PMK sudah menyentuh 168.347 ekor.

Hasilnya, 97.608 ekor berhasil sembuh. Sementara 2.600 ekor hewan ternak harus dilakukan pemotongan bersyarat, dan masih tersisa 195.053 kasus/ekor lainnya yang belum sembuh.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah mengatakan, pihaknya menggunakan strategi vaksinasi cincin (ring vaccination), yang artinya menentukan area vaksinasi pada radius 1 km, 3 km dan 10 km di luar titik wabah.

"Strategi ini diambil dengan tujuan melindungi hewan rentan dengan nilai ekonomi tinggi dan masa hidup produksi lebih lama seperti ternak bibit dan perah. Serta untuk membatasi penyebaran dari hewan-hewan yang sering dilalulintaskan," terang Nasrullah.

Itu dilakukan guna mencegah pemberian vaksin kepada hewan ternak yang sudah terinfeksi, namun masih dalam masa inkubasi.

 


Wilayah Penyebaran

FOTO: Vaksinasi PMK untuk Hewan Ternak di Bogor
Perbesar
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bogor bersiap melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada sapi di salah satu peternakan warga di Mulya Sari, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/6/2022). Provinsi Jawa Barat mendapatkan jatah 120 ribu dosis vaksin untuk mencegah penularan PMK dari Kementerian Pertanian. (merdeka.com/Arie Basuki)

Adapun penyebaran vaksin PMK terbesar berada di Jawa Timur, sebanyak 85.082 ekor. Provinsi tersebut jadi prioritas lantaran penyebaran virus telah menyerang 115.478 ekor hewan ternak.

Jawa Barat jadi wilayah penyebaran terbanyak kedua, dengan 32.042 dosis vaksin. Diikuti Jawa Tengah dengan 16.074 dosis vaksin PMK.

Proses vaksinasi perdana sendiri mulai dilaksanakan pada 14 Juni 2022 di Jawa Timur. Vaksinasi berikutnya mulai dilakukan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah selang sehari setelahnya. Kemudian Kabupaten Sumedang di Jawa Barat pada 20 Juni 2022.

Sejauh ini, sapi masih jadi hewan ternak yang paling banyak terserang PMK, dengan jumlah sakit mencapai 289.768 ekor. Angka kematiannya mencapai 1.742 ekor, kesembuhan 95.048 ekor, dan sisa kasus sebanyak 190.397 ekor.

Hewan berikutnya yang banyak terserang yakni kambing dengan kasus sakit sebanyak 1.268 ekor, dan angka kematian 6 ekor. Lalu kerbau dengan kasus sakit 5.009 ekor, mati 14 ekor.

Selanjutnya, domba dengan jumlah kasus sakit 968 ekor dan mati 6 ekor, serta babi dengan kasus sakit 16 ekor dan tanpa adanya kematian.

Infografis Imbauan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Imbauan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya