Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Juni 2022 Naik Pelan-Pelan, Simak Rinciannya

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 28 Jun 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 28 Jun 2022, 09:00 WIB
Harga Emas Pegadaian Naik Rp 4.000
Perbesar
Pekerja merapikan emas di galeri 24 Pegadaian, Tangerang, Selasa (7/7/2020). Harga emas Pegadaian khusus batangan 1 gram cetakan Antam hari ini naik Rp 4.000 atau 0,42% ke level Rp 950.000/gram dari harga hari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas hari ini yang dijual oleh PT pegadaian (Persero) naik tipis pada perdagangan Selasa awal pekan ini. Harga emas Pegadaian hari ini naik untuk semua jenis tetapi kenaikkannya tidak terlalu besar.

Melansir laman resmi Pegadaian, Selasa (28/6/2022), seluruh jenis emas yang dijual di Pegadaian seperti emas Antam, Batik Antam, emas Retro dan emas UBS kompak naik. Kenaikan harga emas ini juga terjadi untuk seluruh ukuran. Pegadaian menjual emas dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Sebagai contoh, harga emas Pegadaian jenis Antam tetap dibanderol Rp 1.029.000 untuk ukuran 1 gram, naik Rp 2.000 jika dibanding perdagangan kemarin. Sementara harga emas UBS ukuran 1 gram dijual di harga Rp 983.000, naik Rp 7.000 jika dibandingkan dengan kemarin. 

Masyarakat bisa mengetahui perubahan harga emas Pegadaian melalui laman resminya di www.pegadaian.co.id.

Harga emas Pegadaian setiap hari berubah dan menyesuaikan dengan harga pasar emas dunia dan lokal.

Berikut rangkuman harga emas Pegadaian hari ini:

Harga Emas Antam

- 0,5 gram = Rp 567.000

- 1 gram = Rp 1.029.000

- 2 gram = Rp 1.996.000

- 3 gram = Rp 2.966.000

- 5 gram = Rp 4.909.000

- 10 gram = Rp 9.760.000

- 25 gram = Rp 24.268.000

- 50 gram = Rp 48.268.000

- 100 gram = Rp 96.826.000

- 250 gram = Rp 241.789.000

- 500 gram = Rp 483.358.000

- 1000 gram = Rp 966.674.000

 

Harga Emas Antam Batik

- 0,5 gram = Rp 639.000

- 1 gram = Rp 1.184.000

- 8 gram = Rp 8.971.000

 

Harga Emas Retro

- 0,5 gram = Rp 524.000

- 1 gram = Rp 980.000

- 2 gram = Rp 1.941.000

- 3 gram = Rp 2.883.000

- 5 gram = Rp 4.791.000

- 10 gram = Rp 9.522.000

- 25 gram = Rp 23.668.000

- 50 gram = Rp 47.250.000

- 100 gram = Rp 94.415.000

- 250 gram = Rp 235.750.000

- 500 gram = Rp 471.275.000

- 1000 gram = Rp 942.505.000

 

Harga Emas UBS

- 0,5 gram = Rp 525.000

- 1 gram = Rp 983.000

- 2 gram = Rp 1.951.000

- 5 gram = Rp 4.819.000

- 10 gram = Rp 9.586.000

- 25 gram = Rp 23.918.000

- 50 gram = Rp 47.736.000

- 100 gram = Rp 95.435.000

- 250 gram = Rp 238.515.000

- 500 gram = Rp 476.468.000.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Harga Emas Anjlok di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga Beli Emas Antam Naik
Perbesar
Petugas memperlihatkan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian Kota Tangerang, Banten, Kamis (11/6/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini naik Rp 12.000 menjadi Rp 893 ribu per gram dibanding sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas hari ini turun pada perdagangan Senin meskipun nilai tukar dolar AS melemah. Penurunan harga emas ini karena kekhawatiran akan resesi.

Saat ini, investor terus mengawasi setiap isyarat yang datang dari Forum Bank Sentral Eropa yang berlangsung di Portugal.

Mengutip CNBC, Selasa (28/6/2022), harga emas hari ini di pasar spot turun 0,22 persen menjadi USD 1.822,30 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS turun 0,36 persen menjadi USD 1.823,7 per ounce.

Nilai tukar dolar AS jatuh, membuat emas batangan lebih menarik bagi pembeli luar negeri.

Analis senior OANDA Edward Moya mengatakan, dalam jangka pendek, prospek harga emas sangat beragam karena ada ketidakpastian besar pada musim panas ini. di satu sisi ada kemungkinan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (The Fed) bergerak lebih agresif. Namun di sisi lain ada risiko resesi.

“Namun, emas masih terlihat menarik dalam jangka panjang karena risiko resesi untuk akhir tahun depan,” tambah Moya.

Sentimen lain yang membatasi gerak harga emas adalah kenaikan imbal hasil Treasury 10-tahun AS.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap lonjakan inflasi dan risiko ekonomi, tetapi suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Saat ini nvestor tengah mengamati langkah kebijakan yang dijalankan berbagai bank sentral Eropa yang tengah mengadakan pertemuan. Hadir juga Presiden ECB Christine Lagarde dan Ketua the Fed Jerome Powell.

Sementara itu, para analis melihat rencana Inggris, Amerika Serikat, Jepang dan Kanada untuk melarang impor emas Rusia guna memperketat sanksi terhadap Moskow mungkin hanya memiliki dampak fundamental yang terbatas.

“Tidak banyak emas yang diekspor ke negara-negara G7, terutama karena kurangnya penerbangan dari Rusia sejak perang dimulai. Dampak pada harga emas sejauh ini dapat diabaikan,” jelas Managing Partner di SPI Asset Management Stephen Innes.

Rusia, produsen emas terbesar ketiga di dunia, menyumbang sekitar 10 persen dari produksi global.

 


Harga Emas Dunia Masih Sulit Bangkit Pekan Ini

Harga emas pegadaian naik
Perbesar
Seorang petugas menunjukkan koleksi emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Jumat (25/3/2022). Harga emas Antam di Pegadaian kembali naik. Hari ini harga emas Antam naik Rp 6.000 menjadi Rp 1 juta per gram, pada 25 Maret 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas diperkirakan masih terjebak di level kondolidasi pada pekan ini. Harga emas dunia masih bakal berada di kisaran USD 1.800 per ounce di pekan ini menunggu sentimen yang besar.

Sebagian besar analis melihat dalam jangka pendek, harga emas akan masih berada di level rendah. Hal ini akan mendorong beberapa investor untuk melakukan aksi beli.

Selama ini, ketidakpastian geopolitik dan juga volatilitas pasar keuangan masih menjadi faktor dominan di lanskap keuangan global.

Kepala analis mata uang Forexlive.com Adam Button menjelaskan, harga emas telah gagal menghasilkan kegembiraan dengan mengarah kepada level yang lebih tinggi.

"Tetapi emas masih mampu bertahan di pasar yang sulit dengan dolar AS yang kuat dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi," kata Adam seperti dikutip dari Kitco, Senin (27/6/2022).

"Harga emas menderita karena investor tidak memiliki rasa urgensi untuk membeli." tambah dia.

Phillip Streible, kepala analis Blue Line Futures, mengatakan bahwa sikap The Federal Reserve (the Fed) secara agresif memperketat kebijakan moneter membebani sentimen di kalangan investor ritel.

Namun, dia menambahkan bahwa jika ekonomi AS jatuh ke dalam resesi, Bank Sentral AS akan dipaksa untuk membalikkan beberapa kenaikan suku bunganya, yang akan memicu reli emas berikutnya.

"Untuk saat ini Anda muungkin ingin membeli di kisaran USD 1.800 dan mungkin mengambil beberapa keuntungan di USD 1.875 karena kita masih terjebak dalam kisaran tersebut. Yang tidak ingin Anda lakukan adalah membeli seluruh posisi Anda pada USD 1.875," katanya.

 

Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya