Menteri BUMN Erick Thohir: Jangan Anak Tirikan Wisatawan Domestik

Oleh Pramita Tristiawati pada 26 Jun 2022, 21:30 WIB
Diperbarui 26 Jun 2022, 21:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir, dalam Parade Budaya Indonesia, di Terminal 3 Bandara Soetta, Minggu (26/6/2022).
Perbesar
Menteri BUMN Erick Thohir, dalam Parade Budaya Indonesia, di Terminal 3 Bandara Soetta, Minggu (26/6/2022).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta pengelola bandara dan dan pariwisata di Indonesia untuk mengutamakan pelayanan wisatawan domestik atau turis lokal. Pasalnya, sebanyak 72 persen wisatawan di Indonesia masih berasal dari dalam negeri.

"Sebanyak 72 persen wisatawan domestik, sisanya 28 persen turis asing. Jadi jangan lagi kita menomorduakan bangsa kita sendiri," ujar Erick Thohir, seusai mengikuti Parade Budaya, di Terminal 3 Bandara Soetta, Minggu (26/6/2022).

Belum lagi, lanjut Erick Thohir, data wisatan lokal bila berkunjung ke daerah wisata biasanya akan belanja produk UMKM, lalu menginap di hotel milik warga atau homestay atau hotel bintang 2.

Makanya, saat itulah ekonomi rakyat berputar terus yang dilakukan wisatawan-wisatawan domestik. Sehingga, banyak tempat wisata yang semula saat Pandemi Covid-19, sempat tutup karena sepi, kini kembali menggeliat karena sudah banyak wisatawan yang berdatangan.

"Kita wajib melayani wisata asing, tapi warga kita sndiri jangan jadi nomor dua. Saya berharap semua infrastruktur yang di bawah InJourney, fokus pada wisata hotel, kuliner, yang berkesinambungan bisa melayani. Lalu, memastikan UMKM atau brand lokal jadi tujuan utama," tutur Erick Thohir.

Erick Thohir pun meminta, pengelola Bandara Soekarno-Hatta secara rutin memberikan sentuhan budaya Indonesia di Bandara. Hal tersebut agar mempromosikan kebudayaan Indonesia, tak hanya di mata wisatawan mancanegara tapi juga domestik.

"Supaya kita sebagai bangsa punya karakter jangan jadi bangsa yang tidak punya pondasi kehidupan. Jangan jadikan juga Airport yang sudah bagus ini hanya jadi gedung yang dingin, kita bisa saksikan ketika ada tarian, turis asing, turis lokal, semua di airport tersenyum," tuturnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Indonesia Sangat Diuntungkan dengan Adanya Wisatawan Domestik

FOTO: Kawasan Wisata Jalan Malioboro Kembali Ramai
Perbesar
Pengemudi delman menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta, Minggu (10/10/2021). Wisatawan yang berkunjung di kawasan wisata Yogyakarta wajib mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan karena Daerah Istimewa Yogyakarta masih berstatus PPKM level 3. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi B. Sukamdani mengatakan baru saja mengadakan pertemuan dengan Asean Hotel and Restaurant Association. Dalam pertemuan itu, semua pihak sangat optimis pada 2022 ini kondisi bakal jauh lebih baik dibanding dengan 2021.

"Di mana tahun 2021 sudah lebih baik daripada 2020. Namun kehadiran Omicron sangat mengganggu pada awal tahun ini," ujar Hariyadi dalam acara Rapat Kerja Daerah (Raperda) PHRI DKI Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Hariyadi meyakini, Omicron ini merupakan transisi dari pandemik menjadi endemik dan berharap efek ini tidak berlangsung lama. "Jika pandemik sudah menjadi endemik, maka kegiatan masyarakat akan kembali menjadi normal," imbuhnya.

Kata Hariyadi, pihak Asean Hotel and Restaurant Association menilai Indonesia sangat diuntungkan dengan adanya domestic travellers atau wisatawan nusantara. "Karena domestic travellers dapat menyangga secara umum sektor pariwisata kita, khususnya hotel dan restoran," kata Hariyadi.

Meski berbeda dengan kondisi sebelum pandemi, tapi paling tidak dibandingkan dengan negara-negara lain. "Kondisi Indonesia sangat lebih baik, tertolong oleh pasar domestik ini," imbuh Hariyadi.

Berdasarkan hal itu, Hariyadi meminta PHRI DKI Jakarta untuk lebih memberikan perhatian soal tersebut. Artinya, pasar domestik harus tetap dikembangkan.

 


Susun Calender of Event

Menurut Hariyadi, hal yang perlu dilakukan secara bersama adalah menyusun calender of event. Namun, sampai saat ini penyusunan tersebut belum maksimal.

Oleh karena itu, Hariyadi mengatakan penyusunan calender of event harus segera dilaksanakan. Selain itu, perlu adanya kegiatan-kegiatan yang menciptakan demand.

"Ini juga menjadi konsentrasi kita bersama. Misalnya, kerja sama dengan stakeholders yang lain tentunya itu menjadi suatu keniscayaan atau keharusan," kata Hariyadi. 


Kerja Sama

Hariyadi mencontohkan kerja sama tersebut seperti dengan Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi dan lain-lain. "Kita harus bersama-sama menyusun program yang bisa menciptakan demand-demand baru," imbuhnya.

Hariyadi percaya Jakarta mempunyai posisi yang sangat strategis dan mempunyai potensi sangat besar untuk menjadi barometer pariwisata. Menurut dia, pada 2019 jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jakarta hanya 2,8 juta orang.

"Namun, jika kita melihat jumlah wisatawan nusantara atau domestic travellers, maka Jakarta menempati posisi yang sangat besar, bahkan yang terbesar," kata Hariyadi. 

Infografis Heboh Harga Tiket Naik Stupa Candi Borobudur untuk Wisatawan Lokal. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Heboh Harga Tiket Naik Stupa Candi Borobudur untuk Wisatawan Lokal. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya