Lippo Yakin Pendapatan Bisnis Mal Naik Seiring Pelonggaran PPKM

Oleh Arief Rahman Hakim pada 24 Jun 2022, 13:45 WIB
Diperbarui 24 Jun 2022, 13:45 WIB
Mall di Jakarta Kembali Buka, Protokol Kesehatan Tetap Dijalankan Saat PSBB Transisi
Perbesar
Pekerja memasang papan himbauan protokol kesehatan di salah satu tenant di Lippo Mall Puri, Jakarta, Senin (15/6/2020). Lippo Malls di wilayah Jakarta kembali beroperasi pada pukul 12.00 – 20.00 WIB dengan menyiapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta Tingkat kunjungan mal berpotensi mencapai 80 persen hingga akhir 2022 dampak kebijakan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini diungkap oleh Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APBI) belum lama ini. 

Prediksi ini cukup menggembirakan mengingat pada 2020 dai 2021 kemarin tingkat kunjungan ke mal sangat turun dampak PPKM untuk mencegah penyebaran Covid-19. Diketahui, pencapaian pada 2020 yang sebesar 50 persen dan sekitar 60 persen di 2021.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menjelaskan,  tingkat kunjungan ke mal atau pusat perbelanjaan dapat mencapai 70-80 persen di akhir 2022, meningkat signifikan dari 2 tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan tersebut terlihat dari momentum hari libur Lebaran, dimana kunjungan mencapai 3 juta orang per hari, naik 30 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 2,3 juta orang per hari. Harapannya, tingkat kunjungan mal semakin meningkat hingga akhir 2022 mencapai 80 persen," jelas dia dalam keterangan tertulis, Jumat (24/6/2022). 

Proyeksi optimistis yang berkaitan dengan pertumbuhan jumlah kunjungan ke mal ini diperkirakan membawa dampak positif terhadap PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).

Melalui PT Lippo Malls Indonesia (LMI), Lippo Karawaci mengelola 60 mal yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, serta Indonesia bagian Timur seperti Makassar, Manado, Bali, dan Kupang.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Target Full Recovery

Mall di Jakarta Kembali Buka, Protokol Kesehatan Tetap Dijalankan Saat PSBB Transisi
Perbesar
Pramuniaga merapikan tas di salah satu tenant di Lippo Mall Puri, Jakarta, Senin (15/6/2020). Pergub Nomor 51 tahun 2020 tentang PSBB pada masa transisi Lippo Malls di wilayah Jakarta kembali beroperasi pada pukul 12.00 – 20.00 WIB dengan menyiapkan protokol kesehatan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Di tengah puncak penularan varian Covid-19 Omicron, pilar bisnis Lifestyle Lippo Karawaci, yaitu mal dan hotel, menunjukkan pemulihan pada Kuartal I 2022 dengan meraih pendapatan sebesar Rp 249 miliar, naik 1,2 persen YoY (year on year) dari Rp 246 miliar pada Kuartal I 2021.

Sampai dengan bulan Maret 2022, jumlah pengunjung ke mal yang dikelola Lippo Karawaci mencapai kapasitas pengunjung sebanyak 56 persen dibandingkan tahun 2021 yang hanya sebanyak 22 persen saat puncak penularan varian Delta.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, tren pemulihan bisnis Lippo Karawaci pada pilar bisnis Lifestyle terjadi seiring dengan penurunan kasus Covid-19.

John optimistis tingkat kunjungan mal akan kembali bertumbuh seiring dengan pelonggaran PPKM dan meningkatnya mobilitas masyarakat yang menunjukkan geliat aktivitas ekonomi.

Lippo Karawaci menargetkan operasional kunjungan mal akan mencapai full recovery pada pertengahan 2022.

"Kami percaya akan terjadi turnaround pilar bisnis Lifestyle pada 2022, didukung oleh tenant mal Lippo Karawaci yang bervariasi. Kami yakin pilar bisnis Lifestyle dapat meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan serta EBITDA LPKR," tegas John.


Lippo Karawaci Cetak Pendapatan Rp 3,34 Triliun di Kuartal I 2022

Kerjasama Fasilitas Pengisian Charging Mobil Listrik di Mall
Perbesar
CEO PT Lippo Karawaci Tbk, John Riady memberi sambutan pada penandatanganan kesepakatan kerja sama layanan Fasilitas Charging Mobil Listrik antara PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) dan PT Lippo Malls Indonesia (LMI) di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (12/04/2021). (Liputan6.com/Fery Pradolo)

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mampu mencetak pendapatan Rp 3,34 triliun di kuartal I 2022. Angka pendapatan Lippo Karawaci ini didukung oleh kinerja sektor kesehatan yang tangguh dan pra-penjualan sesuai dengan yang ditargetkan.

Pilar real estate membukukan pra penjualan sebesar Rp 1,21 triliun atau sebanyak 1.635 unit di kuartal I 2022. Prapenjualan ini mencapai 23 persen dari target sepanjang 2022 yang sebesar Rp 5,2 triliun.

Pilar real estate juga membukukan peningkatan EBITDA dari Rp 132 miliar menjadi Rp 153 miliar seiring meningkatnya serah terima unit rumah tapak yang memiliki margin lebih tinggi.

Pada pilar healthcare, Siloam Hospitals menunjukkan kinerja keuangan dan operasional yang kuat. Pertumbuhan bisnis non-Covid Siloam Hospitals tetap tangguh meskipun terdapat dampak varian Omicron awal tahun ini.

Pada kuartal I 2022, Siloam Hospitals membukukan pendapatan sebesar Rp 2,22 triliun dan EBITDA sebesar Rp 392 miliar. Posisi neto kas Siloam Hospitals juga tetap kuat yaitu sebesar Rp 1,72 triliun di kuartal I 2022.

Seiring dengan menurunnya kasus Covid-19, terjadi tren pemulihan pada pilar lifestyle dengan pendapatan mencapai Rp 249 miliar di kuartal I 2022, jumlah pengunjung mal telah mengalami pemulihan dan mencapai level 56 persen dari sebelum masa pandemi.

Tingkat okupansi hotel juga mengalami pemulihan dan mencapai level 67 persen jika dari 2021 dengan tingkat okupansi hanya mencapai 39 persen imbas lockdown akibat varian Covid-19 Delta.

 


Yakin Tumbuh

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, di kuartal I 2022, total pendapatan mencapai Rp 3,34 triliun dan EBITDA sebesar Rp 608 miliar didukung oleh kinerja dari pilar real estate, healthcare, dan lifestyle.

"Bisnis properti menunjukkan tanda pemulihan yang terlihat dengan meningkatnya pra-penjualan produk klaster Cendana Home Series dan Brava di Lippo Village Karawaci," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (12/5/2022).

"Indonesia sedang dalam masa pemulihan dan kegiatan sudah berangsur-angsur normal kembali, kami yakin kondisi makro juga akan mendukung pertumbuhan bisnis kami di tahun 2022.” lanjut dia.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya