Kadin Susun AD/ART Baru di Munassus 2022, Minta Pemerintah Sahkan Jadi Keppres

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 23 Jun 2022, 20:15 WIB
Diperbarui 23 Jun 2022, 20:15 WIB
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi menyusun dan mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) teranyar melalui Musyawarah Nasional Khusus (Munassus) 2022.
Perbesar
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi menyusun dan mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) teranyar melalui Musyawarah Nasional Khusus (Munassus) 2022.

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi menyusun dan mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) teranyar melalui Musyawarah Nasional Khusus (Munassus) 2022. Pemerintah pun akan mengantar AD/ART Kadin Indonesia yang baru untuk disahkan menjadi Keputusan Presiden (Kepres).

"Hasil dari Munassus kami, Kadin Indonesia sebagai keluarga besar, rumah bagi pengusaha besar, kecil, ultra kecil dan mikro, bersama kompak menjadi satu, menyepakati perubahan dan penyusunan AD/ART. Ke depan, kami minta pemerintah di-Kepreskan dan disosilisasikan kepada daerah, dan internasional," tutur Ketua Umum Kadin Indonesia, M. Arsjad Rasjid, seusai Munassus 2022, Kamis (23/6/2022).

Dengan adanya pengesahan AD/ART, Arsjad menjamin, isu adanya Kadin tandingan, maka bisa ditepis. Kadin hanya satu dan selalu bermitra dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga ke kota kabupaten.

"Hanya ada satu Kadin, Kadin Indonesia," tegasnya.

Sementara, kehadiran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dianggap bentuk dukungan terhadap Kadin Indonesia untuk menjadi satu-satunya mitra pemerintah untuk urusan wadah pengusaha lokal.

Mendagri pun mengaku, memberikan apresiasi setinggi-tingginya, atas resminya hasil revisi dan penyempurnaan AD/ART Kadin Indonesia. Sebab, pada dasarnya Kadin Indonesia memiliki payung hukum yang mengatur tata laksana organisasi tersebut, yakni Undang-undang Nomor 1 Tahun 1987 Tentang Kamar Dagang dan Indonesia Indonesia.

"Kita menginginkan Kadin yang kuat, sebagai mitra pemerintah, bisa mengakomodir kekuatan pengusaha Indonesia, menjadi kekuatan besar untuk kembali meningkatkan investasi dalam negeri," tutur Tito.

Mendagri pun mengamini, bila hasil Munasus 2022 Kadin Indonesia, akan diteruskan menjadi Kepres. Sebab, hal ini akan menjadi kepastian kepada pemerintah, pengusaha dan intersional.

"Dengan adanya AD/ART ini nanti akan difollow-up InshaAllah jadi Kepres. Kita harap dengan adanya satu Kadin, ini akan membuat perubahan fundamental, titik baru bangkitnya usaha dan investasi Indonesia," tutur Tito. 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kadin dan Greeneration Foundation Luncurkan Green Fund Digital Philanthropy

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid.
Perbesar
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid.

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Greeneration Foundation (GF) meluncurkan inisiatif Green Fund Digital Philanthropy (GFDP) sebagai platform gotong royong untuk menghimpun pendanaan publik secara inovatif dan akuntabel berbasis teknologi digital.

Penandatanganan ini dihadiri langsung Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid, Ketua Yayasan Kemanusiaan KADIN, Azis Armand, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Silverius Oscar Unggul, dan Founder Greeneration Foundation, M. Bijaksana Junerosano.

Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengapresiasi serta mendukung penuh terselenggaranya kerjasama antara Greeneration dengan Kadin dan Yayasan Kemanusiaan Kadin Indonesia. Melalui kerjasama ini, Kadin Indonesia dan Greeneration meluncurkan inisiatif Green Fund Digital Philanthropy.

“Khusunya untuk program yang berfokus mengatasi perubahan sosial dan krisis iklim. Selain itu, sebagai bentuk komitmen Kadin untuk mewujudkan kelestarian alam dan memperingati hari bumi pada 22 April, Kadin sudah mengajak anggota Kadin untuk menjadi donatur awal pada Green Fund Digital Philanthropy melalui Yayasan kemanusiaan Kadin,” kata Arsjad dalam peluncuran GFDP, secara virtual, Kamis (28/4/2022).

Dia mengungkapkan, saat ini kita hidup diera banyaknya kerusakan lingkungan yang telah mendorong krisis iklim, sehingga menjadi isu darurat global. Urgensi ini telah mendorong pemimpin dunia menghasilkan solusi konkret dalam mengatasi masalah lingkungan dan krisis iklim.

 


Komitmen Ambisius Indonesia

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP26 2021 lalu, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan komitmen ambisius Indonesia untuk menangani perubahan iklim, dan mencapai zero nett emission pada tahun 2060 melalui rehabilitasi hutan mangrove dan lahan kritis, juga transisi energi terbarukan.

“Tantangan terbesar dalam mencapai-capaian SDGs adalah dari segi pembiayaan yang sangat signifikan. Ibu Sri Mulyani Menteri Keuangan mengatakan bahwa kita sudah tidak bisa lagi bergantung pada APBN. Salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pembiayaan adalah dengan skema pembiayaan campuran atau blended finance,” ujarnya.

Skema ini menggabungkan dana yang diperoleh anggaran negara dengan sumber-sumber di luar Pemerintah termasuk dana dari FIlantropis hibah, sektor swasta, organisasi non Pemerintah, dan lain-lain.

Kadin yakin dengan adanya penandatangan nota kesepahaman kita dapat menghadirkan solusi perubahan iklim melalui ekosistem pendanaan berkelanjutan.

Kerjasama ini juga sejalan dengan komitmen Kadin untuk mengembangkan inisiatif keberlanjutan di Indonesia, yaitu dengan memfasilitasi pembiayaan dan mengoptimalkan pendanaan berkelanjutan untuk mempercepat transisi iklim, dan ekonomi sirkular.

“Kami berharap melalui kemitraan ini bisa tercapai target 10 tahun restorasi lingkungan 10 juta individu pendukung perubahan dengan Rp 10 ribu per bulan sebagai donasi rutin sebagai bentuk nyata solusi perubahan iklim,” ujarnya.

Demikian, dengan adanya kerjasama ini dia berharap bisa memerangi krisis iklim dan lingkungan, serta Indonesia mampu mencapai target net zero emission pada 2060 sekaligus mencapai pembangunan ekonomi yang inklusif demi terwujudnya Indonesia emas di tahun 2045 nanti.

Infografis Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Bakal Terjun Bebas. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Bakal Terjun Bebas. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya