Harga Emas Hari Ini Melonjak Dipicu Kekhawatiran Resesi

Oleh Tira Santia pada 23 Jun 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 23 Jun 2022, 07:00 WIB
Ilustrasi Harga Emas Naik 1
Perbesar
Ilustrasi Harga Emas Naik (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta Harga emas naik pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Lonjakan harga emas dipicu kekhawatiran baru akan resesi yang mendukung daya tarik emas batangan sebagai investasi yang aman dan melawan tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat.

Sementara investor menunggu isyarat kebijakan moneter dari Bank Sentra Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari CNBC, Kamis (23/6/2022), harga emas di pasar spot membalikkan penurunan awal untuk naik 0,4 persen menjadi USD 1.839,86 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,2 persen menjadi USD 1.841,70.

Saham dunia jatuh karena kekhawatiran kenaikan suku bunga dan resesi berlanjut. Selain itu, melonjaknya harga pangan mendorong inflasi harga konsumen Inggris ke level tertinggi 40 tahun sebesar 9,1 persen bulan lalu.

“Anda memiliki semua ketakutan akan meningkatnya risiko resesi dan inflasi yang memberikan latar belakang yang cukup baik dalam hal permintaan tempat berlindung yang aman; bukan berarti semua orang terburu-buru mencari emas, tetapi orang-orang jelas-jelas berpegang teguh pada posisi emas saat ini," kata Kepala Riset Generasi Berikutnya di Julius Baer, Carsten Menke.

“Tetapi di sisi negatifnya, Anda memiliki pengetatan moneter yang sangat agresif, terutama oleh Fed AS,” tambah Menke,

Membatasi kenaikan harga emas, indeks dolar naik 0,1 persen, membuat emas batangan mahal bagi pembeli luar negeri.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Suku Bunga The Fed

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 666 Ribu per Gram
Perbesar
Penampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Powell dijadwalkan untuk bersaksi di depan Kongres pada hari Rabu dan Kamis setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuannya pekan lalu sebesar 75 basis poin (bps) untuk mencoba menjinakkan inflasi.

Jika Powell membuka jalan untuk kenaikan suku bunga 75 bps lagi pada Juli, kemungkinan akan memicu penguatan dolar lebih lanjut dan kenaikan imbal hasil, yang mengakibatkan penurunan emas, kata Ricardo Evangelista, analis senior ActivTrades.

“Jika tidak, dan ini adalah skenario yang paling mungkin, jika ketua menghindari serangan hawkish seperti itu, harga emas kemungkinan akan tetap relatif stabil,” tambah Evangelista.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di tempat lain, harga perak turun 0,9 persen menjadi USD 21,47 per ounce, dan harga platinum turun 0,2 persen menjadi USD 935,75. Sedangkan harga palladium naik tipis 0,4 persen menjadi USD 1,884,34.

 

 


Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Tembus USD 1.900 per Ounce?

20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4
Perbesar
Harga jual emas batangan Antam ukuran satu gram dibanderol di harga Rp 599.000 per gram, Jakarta, Senin (10/10). Jumlah itu tidak mengalami perubahan dari harga perdagangan akhir pekan kemarin, yakni Rp 599.000 per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas diprediksi akan berada di level USD 1.800-USD 1.900 per ounce. Hal ini salah satunya ditopang oleh lonjakan inflasi yang akan menjad pendorong utama untuk kenaikan harga emas.

Selain inflasi, meningkatnya risiko resesi ekonomi juga dapat mendorong pembelian emas jika investor terus takut kehilangan aset lainnya.

"Emas telah melakukan 'pekerjaan yang spektakuler'. Tapi itu tidak berarti logam mulia tidak terkoreksi di sini dan kembali ke USD 1.800. "Itu tidak akan menjadi kekalahan tetapi koreksi sederhana," kata kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek, dikutip dari KItco, Senin (20/6/2022).

Pemikiran di balik proyeksi Melek adalah sikap Bank Senral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang gigih dan tidak akan menyerah pada kenaikan suku bunga agresif sebagai tanda pertama masalah ekonomi.

 "Kecurigaan saya adalah bahwa The Fed tidak akan berubah pikiran dalam waktu dekat," katanya. 

"Sangat mungkin akan ada banyak kenaikan yang lebih agresif dalam menghadapi kekuatan inflasi yang kuat, yang kemungkinan akan membawa harga emas kembali ke posisi terendah pada Mei lalu," tutur dia,

Ini berarti harga emas akan kembali ke kisaran USD 1.824-USD 1.808 dalam waktu dekat. 

"Masih berpikir kita bisa turun di bawah USD 1.800 pada akhir tahun. Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa Fed akan terkelupas pada tanda pertama masalah. Bisa jadi dalam situasi di mana pertumbuhan mulai melambat, tetapi kita tidak akan melihatnya. Pergerakan inflasi  yang signifikan akan terjadi hingga September atau Oktober," jelas dia.


Harga Emas Pekan Lalu

FOTO: Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp 937.000 per Gram
Perbesar
Petugas menunjukkan koleksi lempengan emas di Pegadaian, Jakarta, Selasa (18/5/2021). Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada 17 Mei 2021 berada di posisi lebih tinggi dibanding hari sebelumnya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada akhir pekan lalu, harga emas jatuh pada perdagangan Jumat dan mencatatkan penurunan lebih dari 1 persen. Kejatuhan harga emas ini karena harus melawan penguatan dolar AS dan juga adanya sinyal kebijakan hawkish dari Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip CNBC, Sabtu (18/6/2022), harga emas berjangka AS turun 0,5 persen pada hari Jumat menjadi USD 1.840,6 per ounce. Emas berjangka ditutup turun 1,86 persen pada minggu ini dan membukukan kinerja mingguan negatif kedua dalam tiga pekan.

Sedangkan harga emas di pasar spot turun 1,1 persen menjadi USD 1.836,26 per ounce.

indeks dolar AS naik pada hari Jumat, sementara imbal hasil Treasury 10-tahun AS juga menguat. Hal ini membuat emas batangan yang diperjualbelikan dengan mata uang dolar AS menjadi kurang menarik.

"Ketakutan kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi ke depan, menyusul kenaikan 75 basis poin Fed minggu ini, akan membatasi penguatan emas secara jangka pendek," kata kepala analis pasar di Exinity, Han Tan.

Daya tarik emas pada minggu ini terpukul oleh langkah-langkah pengetatan agresif dari the Fed dan juga bank sentral lain di seluruh dunia. Kenaikan suku bunga ini untuk mengekang inflasi.

The Federal Reserve AS menaikkan suku bunga terbesar sejak 1994 atau sepanjang 30 tahun yaitu mencapai 0,75 persen.

Inflasi dan ketidakpastian ekonomi biasanya mendukung harga emas, tetapi suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

"Tekanan kenaikan suku bunga dan dolar AS telah melebihi permintaan safe-heaven (dari kekhawatiran resesi)," kata analis Bank of China International Xiao Fu.

Pergerakan emas memang selama ini selalu berhubungan dengan dolar AS dan imbal hasil obligasi. Menurut analis ini telah terjadi meskipun latar belakang kondusif dari ketidakpastian ekonomi global dan penguncian China. 

Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya