Kementerian Perdagangan Ajak Pengusaha di Jawa Tengah Manfaatkan IK-CEPA

Oleh Tira Santia pada 21 Jun 2022, 13:30 WIB
Diperbarui 21 Jun 2022, 13:30 WIB
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan sosialisasi hasil perundingan Indonesia–Korea Comprehensive  Economic  Partnership  Agreement (IK-CEPA)
Perbesar
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan sosialisasi hasil perundingan Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan sosialisasi hasil perundingan Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership  Agreement (IK-CEPA) kepada Pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/6/2022).

Dalam laporannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Ari Satria, menyampaikan, sosialisasi ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut pertemuan Menteri Perdagangan dengan Komisi VI DPR RI.

“Dalam beberapa pertemuan terakhir pak Wamen (Kemendag) tahu bahwa komisi VI sangat mendorong kegiatan sosialisasi di berbagai daerah terkait hasil perundingan perdagangan Internasional,” kata Ari dalam acara sosialisasi Hasil Perundingan IK-CEPA.

Dari hasil komunikasi Kemendag dengan Pemerintah Provinsi, khususnya Pemprov Jawa Tengah ingin mendengar hasil perundingan IK-CEPA.

Oleh karena itu, Kemendag mengundang para pelaku usaha baik secara fisik maupun virtual dalam acara sosialisasi ini baik dalam kalangan asosiasi pengusaha, akademisi, KADIN, Pemda.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, Korea Selatan merupakan salah satu mitra terpenting di Indonesia khususnya di Kawasan Asia Timur, dan telah menjadi mitra perdagangan Indonesia sejak lama.

“Karena IK-CEPA ini dilaunching 2011 saya masih menjadi atase perdagangan di Korsel, dan sempat berlangsung beberapa putaran dan akhirnya ditandatangani tanggal 18 Desember 2020,” ujarnya.

 


Hubungan Harmonis

Neraca Perdagangan RI
Perbesar
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar karena ekspor lebih besar dari nilai impornya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indonesia dan Korea Selatan memang memiliki hubungan yang sangat harmonis dari sisi politik dan ekonomi. Maka Kemendag terus mengusahakan agar hubungan tersebut semakin dekat dari sektor lainnya, terutama sektor perdagangan.

Tujuannya, agar Indonesia bisa memanfaatkan IK-CEPA ini sebagai titik awal kerjasama perdagangan kedua negara supaya lebih baik di masa mendatang.

Selain itu, Korea Selatan selalu menjadi 10 besar negara mitra perdagangan Indonesia,  baik impor maupun ekspor. Alasan dilakukannya IK-CEPA, karena Pemerintah ingin perdagangan ini tidak hanya dilakukan di sektor perdagangan saja, melainkan juga di sektor lain yaitu, ekonomi seperti investasi, tenaga kerja, dan lainnya.

 


Terus Sosialisasi

Proyeksi Neraca Perdagangan Indonesia
Perbesar
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (14/4/2022). Kenaikan harga komoditas global di tengah perang Rusia-Ukraina tetap menjadi pendorong utama terjadinya surplus yang besar karena mendorong kinerja ekspor Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kedepannya, Kementerian Perdagangan akan terus melakukan sosialisasi perundingan perdagangan internasional yang dilakukan di berbagai Provinsi Indonesia.

Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan peran aktif stakeholder Pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat mengenai hasil perundingan yang dimiliki Indonesia.

Serta mempersiapkan semua pihak menghadapi implementasi dari semua perundingan perdagangan ini, termasuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang sedang maupun dihadapi dalam kerjasama Indonesia dengan berbagai mitra dagang.

“Kami melakukan sosialisasi ingin mendapatkan masukan dari kalangan dunia usaha, dan pihak lainnya sehingga bisa mensinergikan kebijakan perdagangan antara pusat dan daerah, khususnya untuk mempercepat pembangunan melalui peningkatan ekspor non migas,” pungkasnya.   

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya