3 Miliarder Dunia yang Meniti Bisnis dari Usia Belasan Tahun dan Kini Tajir Melintir

Oleh Liputan6.com pada 21 Jun 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 21 Jun 2022, 21:13 WIB
Ilustrasi Miliarder Dunia. Unsplash/Hunter Race
Perbesar
Ilustrasi Miliarder Dunia. Unsplash/Hunter Race

Liputan6.com, Jakarta Sebagian besar anak berusia antara 8 sampai 13 tahun menghabiskan hari-harinya bermain atau asik menonton film atau video.

Berbeda dengan tiga orang tajir ini yang masa kanak-kanaknya justru sudah terjun ke dunia saham atau berkarier lainnya sehingga menjadikannya sebagai miliarder di masa sekarang.

Mereka ialah Ray Dalio, Bill Gates, dan Jack Dorsey. Trio miliarder tersebut menemukan panggilan profesional sebelum berusia 15 tahun.

Pada episode terbaru dari podcast “Armchair Expert” yang dibawakan oleh aktor Dax Shepard, Dalio menyarankan bahwa lintasan karirnya ditetapkan ketika dia belajar cara menavigasi pasar saham pada usia 12 tahun.

"Itu memberinya kepercayaan diri yang naif," katanya. Akan tetapi yang lebih penting, otaknya menyerap informasi secara berbeda ketika dia masih muda.

“Anda berpikir secara berbeda sebelum pubertas daripada yang Anda pikirkan setelah pubertas,” kata Dalio seperti dilansir CNBC Make It, Selasa (21/6/2022).

“Anda belajar secara berbeda. Dan pengalaman yang dapat memiliki efek yang sangat besar. Anda bisa belajar dengan cara yang tidak bisa Anda pelajari nanti,” imbuhnya.

Mengenai itu, sebetulnya juga ada beberapa bukti ilmiah yang mendukung pemikiran Dalio tersebut. Sebuah studi tahun 2018 yang dilakukan oleh para ilmuwan MIT menemukan bahwa “banyak bukti menunjukkan” anak-anak – terutama di bawah usia 10 tahun – lebih mudah fasih berbahasa dan menguasai aturan tata bahasa. “Penyebab yang mendasarinya tetap tidak diketahui,” tulis penelitian tersebut.

Sebuah studi yang dilakukan pada Oktober lalu oleh psikolog Berkeley University pun berisi hasil yang sama. Sehingga menyarankan bahwa anak-anak tampaknya lebih ingin tahu daripada orang dewasa karena mereka kurang peduli membuat kesalahan.

Ketiga miliarder ini secara terbuka telah merefleksikan bagaimana minat ketika remaja telah mengarahkan dirinya pada kehidupan profesional yang sukses seperti sekarang ini.

 


Ray Dalio diperkenalkan ke pasar saham pada usia 12 tahun

Ray Dalio
Perbesar
Ray Dalio

Pada 1960-an, Dalio yang berusia 12 tahun menjadi caddy untuk eksekutif Wall Street di lapangan golf di Long Island, New York. Dia mendengar adanya pembicaraan tentang pasar saham dan memutuskan untuk menginvestasikan upah caddy miliknya tersebut.

Dalio yang sekarang sudah menginjak 72 tahun mengatakan di podcast bahwa dia memilih untuk berinvestasi di Northeast Airlines — yang bergabung ke Delta Air Lines pada tahun 1972 — karena itu adalah “satu-satunya perusahaan yang pernah saya dengar yang menjual kurang dari USD 5 per saham.”

Kemudian dia melipatgandakan investasi itu. Menurut Academy of Achievment, dia membangun portofolio saham senilai ribuan dolar pada saat dia lulus dari sekolah menengah.

“Itu sangat bodoh dan beruntung,” kata Dalio di podcast.

Dalio memanfaatkan kesuksesan awal itu ke Bridgewater Associates, dana lindung nilai yang dia luncurkan pada tahun 1975. Selama kira-kira empat dekade, dia akhirnya berhasil mengembangkannya menjadi dana lindung nilai terbesar di dunia sebelum mengundurkan diri sebagai CEO pada tahun 2017.

 

 


Bill Gates berkecimpung dalam program komputer sejak usia 13 tahun

Bill Gates
Perbesar
Bill Gates (AP)

Ketika Gates di kelas delapan, dia belajar bagaimana menulis program perangkat lunak. Dia dan teman sekelasnya yang menjadi rekan bisnis Paul Allen merancang sistem penjadwalan kelas otomatis untuk sekolahnya.

Pada tahun 1993, kemudian Gates memberi tahu Smithsonian Institution bahwa pengalaman belajar termasuk kegagalan dalam menulis kode komputer pada usia yang begitu muda memberinya kesempatan untuk mencoba sesuatu yang “di kuasai atau diminatinya”, namun kemungkinan besar tidak akan pernah berhasil dapat dilakukan dalam pengaturan kelas.

“Eksplorasi diri pada usia itu sangat bagus karena Anda mengembangkan rasa percaya diri dan identitas, ’Hei, saya tahu ini dengan cukup baik. Saya tahu ini lebih baik daripada para guru ... Mungkin saya cukup pandai dalam hal ini,” kata Gates. “Jika program Anda salah, maka Anda memperbaikinya dan mencobanya lagi. Ini adalah lingkaran umpan balik.”

Hingga akhirnya bersama-sama Gates dan Allen meluncurkan Microsoft pada tahun 1975. Gates adalah CEO perusahaan hingga tahun 2000. Pada Jumat sore, perusahaan memiliki kapitalisasi pasar sebesar USD 1,85 triliun.

 

 


Jack Dorsey mulai berkarier sebelum remaja

Twitter
Perbesar
Avatar telur bersama CEO Twitter Jack Dorsey. (Foto: Mashable)

Ketika Dorsey tumbuh dewasa, ayahnya yang merupakan seorang insinyur suatu hari membawa papan sirkuit ketika pulang kerja. Hal itu membuat Dorsey sewaktu muda menjadi “cukup tertarik untuk memisahkan,” katanya ketika tampil di podcast “The Business” Harvard Business School pada tahun 2014.

Minat itu kemudian beralih ke pemrograman setelah ayahnya membawa pulang komputer, kata Dorsey kepada CBS “60 Minutes” pada 2013. Sebagai remaja, katanya, minatnya meluas ke program perutean pengiriman yang menetapkan rute ke kendaraan seperti taksi, kurir, dan layanan darurat medis.

Pertukaran singkat yang menyampaikan lokasi kendaraan dan aktivitas pengemudi akhirnya menginspirasi Twitter, kata Dorsey. Dia ikut mendirikan Twitter pada 2006 dan menjalankan perusahaan hingga 2008, kemudian berlanjut lagi dari 2015 hingga 2021.

Bahkan Dorsey juga ikut mendirikan Block - sebelumnya dikenal sebagai Square - pada tahun 2009 dan tetap menjadi CEO perusahaan itu hingga saat ini.

Tidak disangka pula, sepanjang kariernya, dia telah menyumbangkan jutaan dolar untuk program pendidikan coding, menekankan pentingnya membangun keterampilan di usia muda.

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

 

Infografis miliarder dunia
Perbesar
Jumlah miliarder dunia di setiap benua (liputan6,com/Deisy)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya