Harga Emas Pegadaian Hari Ini 20 Juni 2022, Termurah Rp 520.000

Oleh Tira Santia pada 20 Jun 2022, 08:00 WIB
Diperbarui 20 Jun 2022, 08:00 WIB
Harga emas pegadaian naik
Perbesar
Petugas memperihatkan emas batangan yang dijual di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Jumat (25/3/2022). Harga emas hari ini di PT pegadaian (Persero) stabil pada awal pekan ini. Harga emas Pegadaian, Senin (19/6/2022) untuk emas Antam, emas Batik, emas Retro dan UBS kompak tak bergerak dibandingkan perdagangan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Harga emas hari ini di PT pegadaian (Persero) stabil pada awal pekan ini. Harga emas Pegadaian, Senin (19/6/2022) untuk emas Antam, emas Batik, emas Retro dan UBS kompak tak bergerak dibandingkan perdagangan sebelumnya..

BUMN Pegadaian selama ini menjual berbagai jenis emas. Mulai dari emas Antam, Batik Antam, emas Retro dan emas UBS. Juga disediakan berbagai ukuran dari terkecil di 0,05 gram hingga terbsar 1.000 gram.

Melansir laman Pegadaian, harga emas Pegadaian jenis Antam masih dibanderol Rp 1.034.000.Sedangkan emas jenis retro dibanderol Rp 974.000. Kemudian emas UBS ukuran 1 gram dijual Rp 977.000.

Masyarakat bisa mengetahui perubahan harga emas Pegadaian melalui laman resminya di www.pegadaian.co.id. Harga emas Pegadaian setiap hari berubah dan menyesuaikan dengan harga pasar emas dunia dan lokal.

Berikut rangkuman harga emas hari ini di Pegadaian, Senin (20/6/2022):

Harga Emas Antam

- 0,5 gram = Rp 569.000

- 1 gram = Rp 1.034.000

- 2 gram = Rp 2.006.000

- 3 gram = Rp 2.982.000

- 5 gram = Rp 4.935.000

- 10 gram = Rp 9.812.000

- 25 gram = Rp 24.398.000

- 50 gram = Rp 48.712.000

- 100 gram = Rp 97.343.000

- 250 gram = Rp 243.082.000

- 500 gram = Rp 483.944.000

- 1000 gram = Rp 971.846.000

 

Harga Emas Antam Batik

- 0,5 gram = Rp 641.000

- 1 gram = Rp 1.189.000

- 8 gram = Rp 9.012.000

 

Harga Emas Retro

- 0,5 gram = Rp 520.000

- 1 gram = Rp 974.000

- 2 gram = Rp 1.929.000

- 3 gram = Rp 2.865.000

- 5 gram = Rp 4.760.000

- 10 gram = Rp 9.462.000

- 25 gram = Rp 23.517.000

- 50 gram = Rp 46.950.000

- 100 gram = Rp 93.814.000

- 250 gram = Rp 234.251.000

- 500 gram = Rp 468.277.000

- 1000 gram = Rp 936.511.000

 

Harga Emas UBS

- 0,5 gram = Rp 522.000

- 1 gram = Rp 977.000

- 2 gram = Rp 1.938.000

- 5 gram = Rp 4.789.000

- 10 gram = Rp 9.526.000

- 25 gram = Rp 23.766.000

- 50 gram = Rp 47.433.000

- 100 gram = Rp 94.827.000

- 250 gram = Rp 236.998.000

- 500 gram = Rp 473.438.000.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Prediksi Harga Emas Pekan Ini

20161115-Harga-emas-turun-Rp-2000gram-AY2
Perbesar
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 2.000 menjadi Rp 593 ribu per gram pada perdagangan hari ini, Jakarta, Selasa (15/11). Di awal pekan harga emas Antam ada di angka Rp 595 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas diprediksi akan berada di level USD 1.800-USD 1.900 per ounce. Hal ini salah satunya ditopang oleh lonjakan inflasi yang akan menjad pendorong utama untuk kenaikan harga emas.

Selain inflasi, meningkatnya risiko resesi ekonomi juga dapat mendorong pembelian emas jika investor terus takut kehilangan aset lainnya.

"Emas telah melakukan 'pekerjaan yang spektakuler'. Tapi itu tidak berarti logam mulia tidak terkoreksi di sini dan kembali ke USD 1.800. "Itu tidak akan menjadi kekalahan tetapi koreksi sederhana," kata kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek, dikutip dari KItco, Senin (20/6/2022).

Pemikiran di balik proyeksi Melek adalah sikap Bank Senral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang gigih dan tidak akan menyerah pada kenaikan suku bunga agresif sebagai tanda pertama masalah ekonomi.

 "Kecurigaan saya adalah bahwa The Fed tidak akan berubah pikiran dalam waktu dekat," katanya. 

"Sangat mungkin akan ada banyak kenaikan yang lebih agresif dalam menghadapi kekuatan inflasi yang kuat, yang kemungkinan akan membawa harga emas kembali ke posisi terendah pada Mei lalu," tutur dia,

Ini berarti harga emas akan kembali ke kisaran USD 1.824-USD 1.808 dalam waktu dekat. 

"Masih berpikir kita bisa turun di bawah USD 1.800 pada akhir tahun. Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa Fed akan terkelupas pada tanda pertama masalah. Bisa jadi dalam situasi di mana pertumbuhan mulai melambat, tetapi kita tidak akan melihatnya. Pergerakan inflasi  yang signifikan akan terjadi hingga September atau Oktober," jelas dia.

 


Harga Emas Pekan Lalu

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 666 Ribu per Gram
Perbesar
Penampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada akhir pekan lalu, harga emas jatuh pada perdagangan Jumat dan mencatatkan penurunan lebih dari 1 persen. Kejatuhan harga emas ini karena harus melawan penguatan dolar AS dan juga adanya sinyal kebijakan hawkish dari Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip CNBC, Sabtu (18/6/2022), harga emas berjangka AS turun 0,5 persen pada hari Jumat menjadi USD 1.840,6 per ounce. Emas berjangka ditutup turun 1,86 persen pada minggu ini dan membukukan kinerja mingguan negatif kedua dalam tiga pekan.

Sedangkan harga emas di pasar spot turun 1,1 persen menjadi USD 1.836,26 per ounce.

indeks dolar AS naik pada hari Jumat, sementara imbal hasil Treasury 10-tahun AS juga menguat. Hal ini membuat emas batangan yang diperjualbelikan dengan mata uang dolar AS menjadi kurang menarik.

"Ketakutan kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi ke depan, menyusul kenaikan 75 basis poin Fed minggu ini, akan membatasi penguatan emas secara jangka pendek," kata kepala analis pasar di Exinity, Han Tan.

Daya tarik emas pada minggu ini terpukul oleh langkah-langkah pengetatan agresif dari the Fed dan juga bank sentral lain di seluruh dunia. Kenaikan suku bunga ini untuk mengekang inflasi.

The Federal Reserve AS menaikkan suku bunga terbesar sejak 1994 atau sepanjang 30 tahun yaitu mencapai 0,75 persen.

Inflasi dan ketidakpastian ekonomi biasanya mendukung harga emas, tetapi suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

"Tekanan kenaikan suku bunga dan dolar AS telah melebihi permintaan safe-heaven (dari kekhawatiran resesi)," kata analis Bank of China International Xiao Fu.

Pergerakan emas memang selama ini selalu berhubungan dengan dolar AS dan imbal hasil obligasi. Menurut analis ini telah terjadi meskipun latar belakang kondusif dari ketidakpastian ekonomi global dan penguncian China.

Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya