12,8 Juta Orang Akses Program Kartu Prakerja Sejak 11 April 2020

Oleh Liputan6.com pada 17 Jun 2022, 11:02 WIB
Diperbarui 17 Jun 2022, 11:05 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali memamerkan kesuksesan program kartu prakerja pada ajang Plenary Session of the CONFINTEA VII "Preparing Adults for the Future of Work."
Perbesar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali memamerkan kesuksesan program kartu prakerja pada ajang Plenary Session of the CONFINTEA VII "Preparing Adults for the Future of Work."

Liputan6.com, Jakarta - Program Kartu Prakerja sudah diikuti oleh 12,8 juta orang di 514 kabupaten/kota dan 34 Provinsi. Program ini dimulai di awal pandemi Covid-19 tepatnya pada 11 April 2020 hingga gelombang 32 yang ditutup pada minggu lalu atau pada tengah Juni 2022. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sebagian besar dari jutaan peserta Program Kartu Prakerja tersebut merupakan masyarakat yang sulit mendapatkan akses program pemerintah secara langsung.

“Mereka adalah orang-orang yang seringkali kurang terwakili, namun berhasil dijangkau oleh Program Kartu Prakerja,” kata Airlangga di Jakarta, Jumat (17/6/2022).

Kartu Prakerja tidak hanya sebatas memberikan kesempatan masyarakat atau pekerja meningkatkan kemampuan dan keahlian. Melainkan juga mendorong inklusif keuangan bagi masyarakat yang berada di piramida bawah.

Data menunjukkan, sebanyak 93 persen peserta program memilih menggunakan e-money. Lalu sebanyak 28 persen peserta baru mengenal rekening bank atau e-money melalui Program Kartu Prakerja.

Airlangga mengatakan program Kartu Prakerja menjadi pembayaran Government to People atau G to P pertama yang consumer centric dengan proses transparan dan mulus. Sebab insentif diberikan ketika pengguna menyelesaikan kursus dan memberikan testimoni.

"Sehingga menjadikan Kartu Prakerja sebagai program transfer tunai bersyarat dimana penerima dapat memilih metode mana yang mereka sukai, baik transfer bank atau e-wallet,” jelas Airlangga.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pelatihan Efektif

Ilustrasi Kartu Prakerja.
Perbesar
Ilustrasi Kartu Prakerja.

Para peserta menggunakan insentif tersebut untuk keperluan sehari-hari seperti membeli makanan, membayar tagihan, serta menambah modal untuk usaha kecil.

Hal ini kata Airlangga menunjukkan program Kartu Prakerja telah melindungi masyarakat dari dampak pandemi Covid-19, sekaligus mempromosikan pengetahuan dan kewirausahaan.

Selain itu, implementasi program ini telah melahirkan munculnya skema pelatihan yang efektif. Dalam ekosistem Kartu Prakerja, terdapat lebih dari 150 penyedia pelatihan yang menawarkan lebih dari 1.000 kursus pelatihan.

Mulai dari pemasaran, entri data, pembukuan, layanan pelanggan dan sebagainya. Salah satu kursus pelatihan pilihan yang paling favorit yaitu keterampilan dasar komputer untuk kantor.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil survei evaluasi yang dilakukan Manajemen Pelaksana sejak 2020 program Kartu Prakerja telah menjangkau masyarakat secara inklusif.

Diantaranya dapat menjangkau 3,3 persen penyandang disabilitas, 14 persen penerima yang belum tamat atau lulusan SD, 56 persen tinggal di desa, 2,9 persen Purna Pekerja Migran Indonesia. Selain itu program ini diikuti 49 persen perempuan, dan 90 persen dari penerima program tidak memiliki pekerjaan saat mendaftar.


Program Kartu Prakerja Bakal Terus Berlanjut hingga Masa Jabatan Jokowi Selesai

Kartu Prakerja
Perbesar
Kartu Prakerja

Program Kartu Prakerja mulai bergulir sejak awal pandemi Covid-19. Program Kartu Prakerja yang sudah didengungkan sejak masa kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2019 ini dijalankan untuk memberikan pelatihan guna meningkatkan kompetensi angkatan kerja di Indonesia.

Sampai kapan program Prakerja ini akan bergulir? Rudy Salahuddin yang merupakan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian dan juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Program Kartu Prakerja memberikan jawabannya.

Rudy mengatakan bahwa pemerintah berencana melanjutkan Program Kartu Prakerja hingga 2023. Program ini akan terus berlangsung hingga masa jabatan Presiden Joko Widodo berakhir.

"Harusnya dengan komitemen pemerintah ini, Program Kartu Prakerja akan ada sampai masa jabatan Presiden berakhir," kata Rudi saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2022).

Rudi menjelaskan skema awal Program Kartu Prakerja hanya berupa pelatihan peningkatan kualitas pekerja. Namun karena terjadi pandemi, program ini pun digabungkan dengan program bantuan sosial.

"Skema awalnya ini kan program untuk meningkatkan skill pekerja tapi kemudian dijadikan instrumen untuk bantuan sosial," kata dia.

 


Kembali ke Tujuan Awal

Dia berharap dalam waktu dekat program ini akan kembali kepada tujuan awalnya. Mengingat saat ini kondisi pandemi sudah mereda dan mobilitas masyarakat berjalan menuju normal.

"Kita harap di semester kedua ini kondisinya membaik dan bisa menjadi moda awal untuk pelatihan. Kita juga tidak membatasi siapa yang mau ikut program ini tapi sasarannya untuk orang-orang yang mau dilatih untuk re-skilling atau up-skilling," kata dia.

Rudi menjelaskan setiap tahunnya Program Kartu Prakerja mendapatkan modal sebesar Rp 10 triliun. Dana tersebut digunakan untuk menjalankan program peningkatan kemampuan pekerja yang selama 2 tahun ini dilakukan secara online.

"Kuota ini akan tergantung pelatihannya buat online atau offline. Kalau pelatihannya offline akan lebih besar dari yang dijalankan selama 2 tahun ini," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Infografis: Jangan Percaya Janji Manis Joki Prakerja (Liputan6.com / Triyasni)
Perbesar
Infografis: Jangan Percaya Janji Manis Joki Prakerja (Liputan6.com / Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya