Rampung, Rusun Santri Senilai Rp 4,2 Miliar di Samarinda Siap Dihuni

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 02 Jun 2022, 11:44 WIB
Diperbarui 02 Jun 2022, 11:44 WIB
rumah susun (Rusun) Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nabil Husein di Kota Samarinda, Kalimantan Timur senilai Rp 4,2 miliar.
Perbesar
Kementerian PUPR telah rampung membangun rumah susun (Rusun) Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nabil Husein di Kota Samarinda, Kalimantan Timur senilai Rp 4,2 miliar. (Dok. Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah rampung membangun rumah susun (Rusun) Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nabil Husein di Kota Samarinda, Kalimantan Timur senilai Rp 4,2 miliar.

"Untuk menunjang pendidikan di Ponpes kami membangun tower rumah susun untuk menunjang kebutuhan hunian bagi para santri agar akan lebih fokus belajar mengejar prestasi," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto di Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Kepala Balai P2P Kalimantan II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Hujurat menyatakan, Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda merupakan salah satu pondok pesantren terbaik di Kalimantan yang punya ribuan santri yang berasal dari banyak daerah.

"Adanya rusun tersebut diharapkan bisa membantu pondok pesantren Nabil Husien yang mempunyai banyak santri agar bisa menyediakan hunian yang layak dan nyaman. Jadi para santri lebih fokus dan bersemangat hingga bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik," katanya.

Pembangunan rusun santri tersebut, dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Timur Balai P2P Kalimantan II, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, dengan PT Rimba Raya Utama sebagai kontraktor pelaksana pembangunan dan CV Adhi Teknik sebagai konsultan manajemen kontruksi.

 


Proses Pembangunan

rumah susun (Rusun) Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nabil Husein di Kota Samarinda, Kalimantan Timur senilai Rp 4,2 miliar.
Perbesar
Kementerian PUPR telah rampung membangun rumah susun (Rusun) Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nabil Husein di Kota Samarinda, Kalimantan Timur senilai Rp 4,2 miliar. (Dok. Kementerian PUPR)

Konstruksi Rusun santri tersebut dilaksanakan secara Single Year Contract (SYC) pada tahun anggaran 2021, dengan masa pelaksanaan pekerjaan 185 hari kerja.

Rusun ini dibangun satu tower setinggi dua lantai dengan empat ruangan tipe barak mini yang bisa menampung sekitar 88 santri.

Hujurar mengatakan, Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Timur juga sudah melaksanakan serah terima pengelolahan sementara kepada pihak Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda.

"Total anggaran pembangunan tusun ini sebesar Rp 4,2 miliar dan telah dilengkapi dengan meubelair berupa tempat tidur susun dan lemari pakaian untuk para santri," pungkasnya.


Rusun Santri Senilai Rp 6,5 Miliar di Kampar Riau Siap Huni saat Ramadhan

Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan rusun santri di Yayasan Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Kabupaten Kampar, Riau. (Dok PUPR)
Perbesar
Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan rusun santri di Yayasan Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Kabupaten Kampar, Riau. (Dok PUPR)

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan, telah menyelesaikan pembangunan rumah susun atau rusun santri di Yayasan Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Kabupaten Kampar, Riau.

Rusun santri senilai Rp 6,5 miliar Ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas meubelair. Sehingga para santri bisa fokus dan lebih bersemangat dalam belajar agama di bulan Ramadhan ini.

"Proses pembangunan rusun ini termasuk cepat, dan kami berharap para santri dapat menuntut ilmu, belajar dan beribadah dengan nyaman di bulan Ramadhan ini," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, Selasa (5/4/2022).

Menurut Iwan, pembangunan rusun merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama, termasuk di pondok pesantren.

Untuk itu, pihaknya melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan di daerah siap bekerjasama dengan pemerintah daerah maupun lembaga pendidikan, guna menyediakan hunian yang nyaman bagi generasi muda yang ingin menuntut ilmu.

 

  


Serah Terima

Rumah susun (rusun) para santri yang menuntut ilmu di Yayasan Luhur Amal Muli Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kota Pekanbaru, Riau. (Dok Kementerian PUPR)
Perbesar
Rumah susun (rusun) para santri yang menuntut ilmu di Yayasan Luhur Amal Muli Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kota Pekanbaru, Riau. (Dok Kementerian PUPR)

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sumatera III Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Zubaidi menerangkan, lokasi pembangunan Rusun Yayasan Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu berada di Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau.

Spesifikasi bangunan Rusun Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu ini terdiri dari satu tower setinggi tiga lantai dengan hunian tipe barak sebanyak 32 unit.

Rusun Ponpes ini juga dilengkapi dengan meubelair di setiap hunian berupa tempat tidur susun dan lemari pakaian.

Pembangunan Rusun dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau, Balai P2P Sumatera III dengan kontraktor pelaksana pembangunan adalah PT Analisa Sila Karya dan Konsultan Manajemen Konstruksi adalah CV. Line Archtecture Consultan.

"Kami tengah melaksanakan serah terima pemanfaatan, pengelolaan dan penghunian rusun untuk para santri. Total anggaran pembangunan Rusun santri tersebut senilai Rp 6,5 Miliar. Fasilitasnya pun sangat lengkap, jadi santri tinggal membawa pakaian serta belajar agama dengan fokus dan semangat," ungkapnya. 

Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya