KRL Solo Balapan - Palur Beroperasi Juli 2022

Oleh Arief Rahman Hakim pada 26 Mei 2022, 20:40 WIB
Diperbarui 26 Mei 2022, 20:40 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung progres elektrifikasi jalur sepanjang 6,2 km tersebut. Ini menjadi bagian dari pengembangan KRL Yogyakarta-Solo. (Dok Kemenhub)
Perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung progres elektrifikasi jalur sepanjang 6,2 km tersebut. Ini menjadi bagian dari pengembangan KRL Yogyakarta-Solo. (Dok Kemenhub)

Liputan6.com, Jakarta - Progres elektrifikasi jalur kereta rel listrik (KRL) Solo Balapan - Palur telah mencapai 84,33 persen. Sehingga ditarget akan mulai beroperasi Juli 2022 mendatang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung progres elektrifikasi jalur sepanjang 6,2 km tersebut. Ini menjadi bagian dari pengembangan KRL Yogyakarta-Solo.

Menhub Budi mengatakan, proyek elektrifikasi jalur KA Solo Balapan – Solo Jebres – Palur dimulai sejak 2020. Sekaligus pelengkap KRL yang jadi pilihan masyarakat sebagai angkutan massal.

“Kawasan aglomerasi seperti Jogja, Solo, dan Semarang, harus dihubungkan dengan angkutan massal baik kereta api, bus, maupun angkutan massal lainnya. Ini suatu keniscayaan yang akan konsisten kami lakukan,” ujar Menhub Budi mengutip keterangan resmi, Kamis (26/5/2022).

Kehadiran KRL Jogja –Solo sangat digemari masyarakat, bahkan Menhub mengungkapkan, di masa mudik jumlahnya naik signifikan lebih dari 50 persen.

“Angkutan massal di kawasan aglomerasi juga akan kami lakukan di kota-kota lainnya seperti Bandung, Surabaya, dan kota aglomerasi lainnya,” ucapnya.

Menhub menjelaskan, keberadaan angkutan massal di kawasan aglomerasi sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan menghindari penggunaan kendaraan pribadi yang dapat menimbulkan kemacetan dan juga berdampak pada polusi udara.

“KRL adalah angkutan yang ramah lingkungan. Saya harap kolaborasi pemerintah pusat dan daerah semakin baik untuk mengembangkan angkutan massalnya,” tutur dia.

 


Walikota Menyambut Baik

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung progres elektrifikasi jalur sepanjang 6,2 km tersebut. Ini menjadi bagian dari pengembangan KRL Yogyakarta-Solo. (Dok Kemenhub)
Perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung progres elektrifikasi jalur sepanjang 6,2 km tersebut. Ini menjadi bagian dari pengembangan KRL Yogyakarta-Solo. (Dok Kemenhub)

Pada kesempatan yang sama, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka menyambut baik adanya perpanjangan layanan KRL dari Solo Balapan-Palur. Menurutnya, angkutan massal KRL merupakan angkutan yang terjangkau, bersih, dan tepat waktu.

“Dengan adanya penambahan jalur ini diharapkan akan semakin meningkat traffic atau jumlah penumpangnya,” katanya.

Walikota Gibran berharap, layanan KRL dapat terus dikembangkan di kawasan aglomerasi Jogja, Solo, Semarang dan sekitarnya.

Sejak beroperasi pada Januari 2021, KRL Solo-Jogja telah melayani perjalanan sebanyak 22 perjalanan/hari. Dengan rata-rata penumpang sebanyak 21 ribu penumpang per hari, dan secara kumulatif telah mengangkut sebanyak 3,09 juta penumpang. Lima tahun mendatang layanan KRL akan terus dikembangkan sampai ke Kutoarjo dan Madiun.

 


Integrasi Antarmoda

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung progres elektrifikasi jalur sepanjang 6,2 km tersebut. Ini menjadi bagian dari pengembangan KRL Yogyakarta-Solo. (Dok Kemenhub)
Perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung progres elektrifikasi jalur sepanjang 6,2 km tersebut. Ini menjadi bagian dari pengembangan KRL Yogyakarta-Solo. (Dok Kemenhub)

Sejumlah upaya integrasi antarmoda telah dilakukan untuk memberikan kemudahan masyarakat mengakses angkutan massal di Jogja-Solo. Diantaranya jembatan penghubung/Sky bridge sepanjang 630 meter yang menghubungkan Stasiun Solo dengan Terminal Bus Tirtonadi.

Kemudian Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jogja yang terintegrasi pelayanannya di Stasiun Yogyakarta, BRT Bus Solo Trans (BST) yang terhubung dengan Stasiun Purwosari, dan integrasi layanan KRL Yogyakarta-Solo dengan KA Perintis Purwosari-Wonogiri dan KA Bandara Internasional Adi Sumarmo.

Turut hadir dalam peninjauan Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Direktur Sarana Perkeretaapian Djarot Tri, jajaran Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah dan jajaran dari PT KAI dan KCI.

Infografis Polemik Operasional KRL Jabodetabek saat Pandemi Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Polemik Operasional KRL Jabodetabek saat Pandemi Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya