Analis: Kepercayaan Investor ke GoTo Masih Tinggi

Oleh Liputan6.com pada 25 Mei 2022, 16:40 WIB
Diperbarui 25 Mei 2022, 20:36 WIB
Gojek dan Tokopedia bentuk GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia.
Perbesar
Gojek dan Tokopedia bentuk GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta Analis pasar modal Fendi Susiyanto menilai koreksi saham PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) yang paling rendah di antara saham-saham teknologi lainnya, menggambarkan bahwa kepercayaan investor terhadap saham tersebut tetap tinggi.

"Saham GoTo memiliki daya tarik tersendiri bagi investor yang memang fokus pada saham-saham berbasis teknologi. Koreksi yang rendah membuktikan bahwa GoTo memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap berbagai isu yang menghantam sektor teknologi dalam beberapa waktu terakhir ini," ujar Fendi dikutip Antara, Rabu (25/5/2022).

Sebagai perusahaan teknologi yang memiliki ekosistem bisnis digital terbesar di Indonesia, GoTo dinilai akan diuntungkan oleh situasi perekonomian domestik yang tumbuh positif.

Integrasi dan optimalisasi bisnis antarplatform dalam ekosistem GoTo akan mengerek pendapatan dan mendorong penguatan fundamental perseroan.

"Kuatnya bisnis GoTo sebenarnya bisa dilihat dari semakin tingginya ketergantungan konsumen terhadap tiga layanan mereka karena merupakan kebutuhan sehari-hari. Apakah lewat Gojek, Tokopedia ataupun jasa keuangan yaitu Gopay sebagai bagian dari GoTo Finansial. Inilah yang menjadi daya tarik investor terhadap GoTo, model bisnisnya solid dan saling melengkapi di tengah populasi yang sangat besar," kata Fendi.

Ekosistem yang besar dan dominan itulah yang juga menjadi daya tarik banyak konglomerasi bisnis untuk ikut menjadi investor GoTo. Termasuk juga grup Telkom melalui PT Telkomsel.

Menurut Fendi, investasi Telkomsel di GoTo merupakan investasi strategis yang tidak ditujukan untuk kepentingan jangka pendek. Terutama pada fluktuasi kenaikan harga saham pada saat IPO.

"Investasi Telkom di GoTo karena banyak potensi bisnis yang bisa disinergikan dengan ekosistem digital. Apalagi secara operasional, ekosistem GoTo membutuhkan dukungan bisnis dari Telkom dan Telkomsel sebagai pemain utama industri telekomunikasi Indonesia. Telkom tentunya bukan investor ritel yang setiap saat akan langsung menjual saham investasinya," ujar Fendi.

Jadi, lanjut Fendi, jika ada kontroversi terhadap investasi Telkomsel di GoTo sebaiknya juga melihat proses dan tujuan investasinya. Telkom memiliki komite investasi yang memiliki standar dan penilaian tersendiri ketika mengambil keputusan investasi.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tak Jual dalam Posisi Rugi

Paparan publik penawaran umum perdana saham (IPO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Selasa (15/3/2022) (Foto: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk)
Perbesar
Paparan publik penawaran umum perdana saham (IPO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Selasa (15/3/2022) (Foto: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk)

Selain itu, selama saham GoTo tidak dijual dalam posisi rugi, sesungguhnya tidak ada kerugian negara dalam proses investasi yang dilakukan oleh Telkomsel.

"Selama bisnis proses sudah dijalani sesuai dengan SOP dan saham GoTo masih dimiliki oleh Telkom, ya ini investasi biasa saja. Wajar kok Telkom investasi di GoTo, seperti juga yang dilakukan Astra dan perusahaan besar lainnya," kata Fendi.

Fendi juga melihat besarnya kapitalasi GoTo menjadikan pergerakan terhadap saham emiten itu di BEI relatif stabil. Sebagai emiten dengan kapitalisasi saham terbesar kelima, posisi GoTo sangat strategis dan berpengaruh besar terhadap pergerakan indeks. Sehingga banyak pihak yang berkepentingan terhadap saham GoTo.

Sejak IPO pada 11 April lalu, saham GoTo selalu menjadi saham yang paling aktif ditransaksikan di BEI. Sebagai contoh, berdasarkan data transaksi di bursa saham, selama periode 17 – 20 Mei 2022, GoTo menjadi saham yang paling tinggi kenaikannya, yaitu 56,7 persen.

"Tingginya volume dan frekuensi transaksi atas saham GOTO menjadi indikasi bahwa saham ini likuid dan itu menjadi daya tarik investor. Tapi yang perlu diingat, investasi di saham teknologi tidak bisa dilakukan sesaat atau jangka pendek saja , karena bisnis teknologi memiliki karakter yang berbeda dengan bisnis kebanyakan yang sudah berkembang sebelumnya, sehingga karakteristik investornya juga berbeda," ujar Fendi.


Jadi Investor GOTO, Telkomsel Bakal Untung Besar

Telkom
Perbesar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam jajaran Global 500 2022 Most Valuable Brand.

Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadia salah satu saham yang memiliki prospek cerah di bursa saham. Ditambah lagi, masuknya PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sebagai salah satu investornya.

Peneliti ekonomi digital Institut for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan kerja sama ini memberikan keuntungan yang setara kepada kedua belah pihak.

“Bisnis GOTO cukup bernilai. Perseroan menawarkan future values dan karakter yang intangible. Aset yang dimiliki pun adalah teknologi yang memang berbentuk intangible aset atau aset tak berwujud,” ujarnya, Senin (23/5/2022).

Jenis aset inilah yang menurutnya merupakan investasi jangka panjang karena sejalan dengan perkembangan ekonomi digital di Tanah Air. "Ini juga sebenarnya benefit yang bisa dimanfaatkan oleh Telkomsel," kata Nailul.

Keuntungan lain yang diterima oleh Telkomsel adalah selisih dari harga saham serta perluasan pasar dengan memanfaatkan solidnya ekosistem digital yang telah dibangun oleh GOTO.

"Telkomsel bisa untung dalam hal produk yang yang ada kerja sama dengan GOTO dalam penyediaan provider mitra. GOTO juga bisa memperluas bisnis dengan basis data dari Telkomsel," jelas Nailul.


Keuntungan GOTO

Dari sisi GOTO, keuntungan akan dirasakan melalui prospek harga saham yang kian menjanjikan pascainvestasi tersebut, serta potensi perluasan bisnis melalui pemanfaatan data yang diperoleh dari Telkomsel.

Harga saham GOTO diprediksi akan terus meningkat pekan ini karena menguatnya transaksi bisnis. Tiga pilar bisnis GOTO yaitu Gojek, Tokopedia dan Gopay akan menjadi katalis utama pertumbuhan pendapatan bisnis Perseroan.

Riset PT Trimegah Sekuritas menargetkan harga saham perusahaan teknologi terbesar di Indonesia ini sebesar Rp 380 per saham. Tren kenaikan saham Goto pada pekan lalu dinilai akan terus berlanjut pekan ini. Pekan lalu, saham GOTO tercatat melesat lebih dari 56 persen ke Rp 304/saham dan menjadi top gainer serta penyokong penguatan IHSG.

Selain itu, pertumbuhan pendapatan bisnis perseroan akan meningkat seiring dengan kebijakan pemerintah melonggarkan penggunaan masker. Mobilitas masyarakat akan meningkat dan berdampak pada pertumbuhan bisnis GOTO.

Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya