Luhut Turun Tangan Bereskan Masalah Minyak Goreng, Ada Masalah Serius?

Oleh Liputan6.com pada 25 Mei 2022, 14:45 WIB
Diperbarui 25 Mei 2022, 15:57 WIB
Bertemu Sekjen Kementerian KP, Menko Luhut: Program yang Baik Jangan Berhenti
Perbesar
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan

Liputan6.com, Jakarta Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistiramenilai, penunjukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan untuk mengurusi kelangkaan komoditas minyak goreng mengindikasikan adanya persoalan serius.

Diketahui, Presiden Jokowi menugaskan Menko Luhut untuk mengurusi persoalan kelangkaan minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter di wilayah Jawa - Bali pada, Selasa (24/5).

"Indikasi masuknya Menko Marves Luhut ada masalah serius, bahkan sudah masuk lampu kuning di persoalan minyak goreng," kata Bhima kepada Merdeka.com di Jakarta, Rabu (25/5).

Sebab, lanjut Bhima, untuk mengatasi permasalahan distribusi minyak goreng curah cukup diatur oleh Perum Bulog. Sehingga akan memangkas mata rantai distribusi untuk mencapai harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter di tingkat konsumen akhir.

"Masalah distribusi minyak goreng curah cukup diatur oleh Bulog, maka rantai pasok bisa dipangkas, dan harga bisa lebih wajar di level konsumen akhir," kata Bhima.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Jokowi Utus Luhut Bereskan Masalah Minyak Goreng

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke kawasan Mangrove Tahura dan Garuda Wisnu Kencana. Kunjungan ini untuk melihat persiapan pelaksanaan KTT G20. (Dok Kemenko Marves)
Perbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke kawasan Mangrove Tahura dan Garuda Wisnu Kencana. Kunjungan ini untuk melihat persiapan pelaksanaan KTT G20. (Dok Kemenko Marves)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan untuk membereskan persoalan minyak goreng. Sebab, masalah minyak goreng hingga kini tak kunjung selesai, di mana harga minyak goreng masih di atas Rp 14.000 per liter.

"Tiba-tiba Presiden minta saya untuk ngurus minyak goreng. Jadi sejak tiga hari lalu, saya mulai tangani masalah kelangkaan minyak goreng. Kita harap nanti tidak terlalu lama selesaikan hal ini," kata Luhut dalam acara Perayaan Puncak Diesnatalis GAMKI ke 60, ditulis Senin (23/5).

Pemerintah terus berupaya agar harga minyak goreng bisa murah. Salah satunya dengan kebijakan larangan ekspor CPO dan minyak goreng, yang kemudian dicabut per hari ini. Sejak kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng diterapkan pemerintah terus memantau dan mendorong berbagai langkah-langkah untuk memastikan ketersediaan minyak goreng dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

 


Bisakah Menko Luhut Wujudkan Harga Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribu per Liter?

Tahun Depan, Minyak Curah Dilarang Dijual di Pasar
Perbesar
Pedagang tengah menata minyak curah yang dijual di pasar di Kota Tangerang, Banten, Kamis (25/11/2021). Pemerintah melarang peredaran minyak goreng curah ke pasar per tanggal 1 Januari 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendapat tugas baru dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurusi minyak goreng. Masalah minyak goreng hingga kini tak kunjung kelar. Meskipun pasokan sudah mulai ada tetap harga masih belum turun.

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menjelaskan, tugas baru yang diemban Menko Luhut Binsar Pandjaitan ialah untuk memastikan ketersediaan dan distribusi minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter liter di daerah Jawa-Bali.

"Targetnya adalah minyak goreng curah dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah terdistribusi secara merata dan sebanyak mungkin," ujarnya kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).

Dalam melaksanakan tugas tersebut, lanjut Jodi, Menko Luhut sebagai koordinator akan melakukan sinergi bersama kementerian/lembaga (K/L) teknis untuk memastikan ketersediaan dan distribusi minyak goreng.

Adapun, K/L yang dimaksud ialah Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Satgas Pangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan(BPKP), hingga Kejaksaan Agung untuk memperkuat fungsi pengawasan.

Selain itu, Menko Luhut juga akan memanfaatkan penggunaan aplikasi digital untuk memantau distribusi minyak goreng curah di pasaran sesuai HET yang ditetapkan.

"Pemerintah akan menggunakan aplikasi digital untuk dalam melaksanakan kebijakan ini," bebernya.

Jodi menambahkan, Menko Luhut juga akan memimpin rapat secara berkelanjutan untuk mempercepat ketersediaan minyak goreng curah Rp14.000 per liter di pasaran pasca kebijakan larangan ekspor CPO dan produk turunannya di cabut.

"Pemerintah akan mengawasi secara ketat kebijakan pasca-larangan ekspor ini, dan akan terus melakukan paralel meeting terkait hal ini," tutupnya.

 


Menko Luhut Punya Tugas Baru Lagi dari Jokowi, Bereskan Masalah Minyak Goreng

Tahun Depan, Minyak Curah Dilarang Dijual di Pasar
Perbesar
Pedagang tengah menata minyak curah yang dijual di pasar di Kota Tangerang, Banten, Kamis (25/11/2021). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga di komoditas minyak goreng. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Panjaitan atau Menko Luhut kembali dipercaya Presiden Joko Widodo alias Jokowi memegang jabatan baru. Kali ini, Luhut diperintahkan Jokowi untuk membereskan persoalan minyak goreng.

Seperti diketahui, masalah minyak goreng hingga kini tak kunjung kelar. Harga minyak goreng masih belum sesuai harapan pemerintah di harga Rp 14.000 per liter.

"Tiba-tiba Presiden minta saya untuk ngurus minyak goreng," kata Luhut dalam acara Perayaan Puncak Diesnatalis GAMKI ke 60, seperti ditulis, Senin (23/5/2022).

"Jadi sejak tiga hari lalu, saya mulai tangani masalah kelangkaan minyak goreng. Kita harap nanti tidak terlalu lama selesaikan hal ini," tambah dia.

Persoalan minyak goreng ini memang menyita perhatian banyak kalangan hingga masyarakat. Bagaimana tidak, sudah lebih dari 4 bulan persoalan langka dan mahalnya harga minyak goreng tidak segera teratasi.

Bahkan, Kejaksaan Agung telah mengendus sejumlah oknum yang menjadi sumber masalah soal minyak goreng ini, dari mulai pejabat di Kementerian Perdagangan, hingga pihak swasta.

Presiden Jokowi pun pada akhirnya sampai turun tangan. Dirinya langsung melarang ekspor bahan baku minyak goreng pada 28 April 2022, meski mulai hari ini ekspor tersebut sudah kembali dibuka. 

Infografis Pemicu Harga Minyak Goreng Melonjak
Perbesar
Infografis Pemicu Harga Minyak Goreng Melonjak (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya