Erick Thohir Beberkan Kunci Indonesia Jadi Negara Maju, Ternyata Ini

Oleh Liputan6.com pada 25 Mei 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 25 Mei 2022, 11:00 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir
Perbesar
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir dalam Afirmasi Pembelian & Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia, Senin (25/4/2022).

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir menilai ada hal penting guna mencapai tujuan Indonesia sebagai negara maju. Syaratnya ekonomi harus merata di seluruh wilayah Indonesia.

"Kunci Indonesia maju adalah ekonomi yang merata," katanya mengutip Instagram @erickthohir, Rabu (25/5/2022).

Luasnya wilayah indonesia dinilai juga membuka peluang-peluang bagi pertumbuhan ekonomi. Bahkan, disinyalir akan ada beberapa yang mrnjadi penopang pertumbuhan.

Informasi, menurut catatan, pertumbuhan ekonomi disebut-sebut sudah mulai merata. Tak hanya berpusat di pulau Jawa.

"Dari 17 ribu pulau, banyak yang berpotensi mendongkrak ekonomi negara," kata Erick.

Dengan adanya misi dan potensi itu, Erick tidak diam. Ia menegaskan tengah mengerahkan perusahaan pelat merah untuk turut andil.

Khususnya dalam membangun dan mendorong ekonomi di daerah-daerah. Sebagaimana kerap disampaikan Erick, BUMN memegang hampir sepertiga kekuatan ekonomi tanag air.

"Kami menggerakkan BUMN untuk memajukan ekonomi masyarakat di pelosok Indonesia," tandasnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pemerintah Hadir

Menteri BUMN Erick Thohir
Perbesar
Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana KPC-PEN Erick Thohir menyambut kedatangan bahan baku vaksin Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). (Dok Kementerian Komunikasi dan Informatika)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak. Meski, harga internasional tengah mengalami kenaikan.

Erick menyebut, alih-alih menaikkan harga BBM pemerintah memilih mengguyur lebih banyak subsidi sektor energi ini. Selain BBM tarif listrik juga diisukan mengalami kenaikan.

Dengan keputusan mengucurkan subsidi tadi kata Erick, itu jadi bukti kehadiran pemerintah di tengah-tengah butuhnya masyarakat.

"Pemerintah hadir ketika rakyat susah sekarang harga BBM sedang tinggi di dunia negara lain Rp 50.000 - 60.000 nah tentu di Indonesia kan pasti kalau melihat itu harus ada kenaikan, tetapi pemerintah memilih tidak menaikkan, memberikan subsidi yang sangat besar," kata dia dalam keterangannya, ditulis Minggu (22/5/2022).

Informasi, beberapa waktu lalu kenaikan harga BBM, listrik, dan gas LPG diisukan akan terjadi. Ini merupakan imbas dari tingginya harga bahan bakar internasional. Sehingga dipandang perlu dilakukan penyesuaian harga di dalam negeri.

Erick memastikan, kali ini, bahan bakar penugasan pemerintah, yakni Pertalite tak akan mengalami kenaikan. Ia menyebut ini sebagai implementasi arahan Presiden Joko Widodo.

"Karena itu pertalite dan lain-lainnya kita tidak naikan tetapi tentu BBM seperti pertamax yang untuk orang mampu tidak boleh disubsidi," katanya.

 


Guyur Subsidi

Erick Thohir yang sangat gila basket
Perbesar
Erick Thohir berbicara di event FIBA

Pada kesempatan itu, Erick mengungkap upaya keputusan mengguyur subsidi sektor energi ini tak serta merta karena dirinya saja. Namun, ada peran kolaborasi tiga kementerian.

"Ini kerja keras tentu Kementerian ESDM kementerian keuangan, kami dari Keementerian BUMN, Pertamina, PLN untuk memastikan tadi arahan bapak Presiden harus dilaksanakan," paparnya.

Ia lagi-lagi menegaskan, langkah ini sebagai bukti hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat.

"Nah ini sebagai tanggung jawab dari pada pemerintah yang memastikan hadir pada saat rakyat butuh," tukasnya.

Infografis Sahabat Jadi Saingan, Erick Thohir Vs Sandiaga Uno
Perbesar
Infografis Sahabat Jadi Saingan, Erick Thohir Vs Sandiaga Uno. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya