Jokowi Tetap Undang Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT G20 Bali, Ini Alasannya

Oleh Liputan6.com pada 24 Mei 2022, 12:30 WIB
Diperbarui 24 Mei 2022, 12:30 WIB
20160518-Bincang Hangat Jokowi dan Putin di Rusia-Sochi
Perbesar
Presiden RI, Jokowi dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan) berbincang disela upacara penandatanganan seusai pertemuan di Sochi, Rusia, Rabu (18/5). Kedua pemimpin negara itu melakukan pertemuan bilateral sebelum KTT ASEAN-Rusia (Host Photo Agency/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait keputusan pemerintah untuk mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group 20 (G20) di Bali.

Menko Airlangga menyampaikan, sebagai Presidensi G20, Indonesia memiliki kepentingan untuk menjaga keutuhan G20. Sehingga, seluruh negara anggota KTT G20 akan diundang untuk menghadiri perhelatan KTT G20 pada November mendatang.

"Perang di Ukraina mempertanyakan eksistensi G20. Ada juga perdebatan sengit tentang siapa yang harus atau tidak boleh diundang. Sebagai Presidensi G20, kepentingan Indonesia adalah menjaga keutuhan G20. G20 harus dipertahankan sebagai G20 – bukan menjadi G19, atau G13," tegas Menko Airlangga, Selasa (24/5/2022).

Selain itu, Menko Airlangga juga menekankan pentingnya peran dan kerja sama semua anggota G20 dalam menjaga stabilitas dunia. Hal ini untuk menjaga tren pemulihan ekonomi global pasca pandemi Covid-19.

"Selama krisis keuangan global 2008, G20-lah yang mencegah ekonomi dunia jatuh lebih dalam ke jurang Depresi. Negara-negara yang membentuk G20 terdiri dari dua pertiga dari populasi dunia, 85 persen dari PDB dunia, 75 persen dari perdagangan dunia, dan 80 persen dari investasi global. Keputusan yang dicapai di G20 akan memperbaiki banyak hal di dunia ini," jelasnya.

Terakhir, Menko Airlangga mengharapkan agar semua anggota G20 dapat hadir secara fisik pada seluruh rangkaian kegiatan KTT G20 di Bali. Ini diharapkan dapat menghasilkan solusi nyata untuk mempercepat pemulihan ekonomi global.

"Kalau bisa secara fisik, pada rangkaian pertemuan KTT G20 sehingga dapat menghasilkan konsensus global demi recovery dunia yang lebih inklusif dan berkelanjutan sesuai dengan slogan Presidensi G20 Indonesia, Recover Together, Recover Stronger," tutupnya.

 


Jokowi: Putin akan Datang ke Indonesia Hadiri KTT G20

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Mikhail Klimentyev/Pool Photo via AP)
Perbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin (Mikhail Klimentyev/Pool Photo via AP)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Presiden Rusia, Vladimir Putin akan hadir di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 pada November mendatang. Hal itu disampaikan Putin lewat sambungan telepon kepada Jokowi pada Kamis (28/4).

"Dalam kesempatan tersebut Presiden Putin menyampaikan terima kasih atas undangan KTT G20 dan beliau menyatakan akan hadir," kata Jokowi dalam saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (29/4)

Jokowi menekankan agar perang segera diakhiri. Solusi damai terus diutamakan. Indonesia juga siap berkontribusi dalam upaya damai itu.

"Saya ingin menekankan bahwa Indonesia ingin menyatukan G20 jangan sampai ada perpecahan, perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia," pungkasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com


Rusia Bakal Hadir KTT G20 Indonesia, AS: Seharusnya Tak Jadi Bagian Pertemuan

Logo resmi G20 yang diketuai Indonesia.
Perbesar
Logo resmi G20 yang diketuai Indonesia.

Amerika Serikat merespons pernyataan Indonesia perihal Rusia telah mengonfirmasi kedatangannya pada perhelatan G20, yang akan dilangsungkan di Bali pada November 2022 mendatang.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada Jumat 29 April 2022 waktu setempat mengatakan pemerintahan Biden menilai Presiden Rusia seharusnya tidak ikut ambil bagian dalam KTT G20 di Indonesia pada November mendatang.

"Presiden Biden telah menyatakan secara terbuka terhadap tentangannya atas kehadiran Presiden Putin dalam KTT G20. Kami telah menyambut kehadiran Ukraina untuk menghadiri pertemuan puncak itu. Ini masih enam bulan lagi. Jadi kami tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi," ujar Psaki seperti dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu (30/4/2022). 

"Yang kami tahu, dan Anda dapat mengkonfirmasi hal ini pada pemerintah Indonesia, mereka (Indonesia.red) mengundang mereka (Rusia.red) sebelum invasi. Jadi langkah-langkah tambahan di luar hal itu, kami serahkan pada mereka (Indonesia.red). Tetapi kami telah menyampaikan pandangan kami bahwa kami kira (Rusia) tidak menjadi bagian dari pertemuan itu, secara publik atau pribadi," papar Psaki.

 


Komitmen G20

Logo G20. (Dokumentasi Kemlu RI)
Perbesar
Logo G20. (Dokumentasi Kemlu RI)

Psaki menyampaikan pernyataan ini menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih setelah Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghadiri KTT G20 di Bali nanti.

Jokowi, yang menjadi ketua kelompok G20 saat ini, mengatakan telah mendesak kedua pemimpin untuk mengakhiri perang lewat perundingan.

Jokowi mengatakan ia mengundang Putin dan Zelensky ke forum ekonomi dunia itu karena perang di Ukraina telah menimbulkan dampak besar pada perekonomian dunia.

 

Infografis Rusia Vs Ukraina, Ini Perbandingan Kekuatan Militer. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Rusia Vs Ukraina, Ini Perbandingan Kekuatan Militer. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya