Rupiah Berpotensi Melemah Jelang Pengumuman Suku Bunga Acuan BI

Oleh Liputan6.com pada 24 Mei 2022, 10:17 WIB
Diperbarui 24 Mei 2022, 10:17 WIB
FOTO: Bank Indonesia Yakin Rupiah Terus Menguat
Perbesar
Teller menghitung mata uang Rupiah di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Bank Indonesia mencatat nilai tukar Rupiah tetap terkendali sesuai dengan fundamental. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah pada Selasa berpotensi melemah seiring pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Selasa siang nanti.

Rupiah pagi ini bergerak menguat 11 poin atau 0,08 persen ke posisi 14.661 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.672 per dolar AS.

"Rupiah mungkin bisa melemah hari ini terhadap dolar AS karena sentimen BI dan inflasi," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/5/2022).

Para analis memperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya hari ini yang bisa mempersempit jarak dengan suku bunga The Fed.

Bank Indonesia menggelar pertemuan selama dua hari pada Senin (23/5/2022) kemarin dan Selasa ini.

Sebelumnya, dalam RDG BI pada 18-19 April 2022 lalu, bank sentral memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan alias BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DDR) di level 3,5 persen.

 


Prediksi

dolar ke rupiah
Perbesar
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar, selalu mengalami perubahan setiap saat terkadang melemah terkadang juga dapat menguat.

Selain itu, lanjut Ariston, harga komoditas yang masih meningkat karena situasi di Ukraina bisa mendorong ekonomi global masuk ke pelambatan ekonomi.

"Indonesia juga akan mendapatkan dampak negatif dari pelambatan tersebut," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi bergerak ke kisaran 14.630 per dolar AS hingga 14.730 per dolar AS.

Pada Senin (23/5/2022) lalu, rupiah ditutup melemah 30 poin atau 0,2 persen ke posisi 14.672 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.642 per dolar AS.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya