3 Tahun Tidak Impor Beras, Irma Suryani Sebut Mentan SYL Mampu Jalankan Arahan Presiden

Oleh Gilar Ramdhani pada 23 Mei 2022, 11:35 WIB
Diperbarui 23 Mei 2022, 11:35 WIB
Mentan SYL Optimis Produksi Pertanian Jeneponto Meningkat dengan IP300
Perbesar
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Desa Kayuloe Timur, Kecamatan Tulatea, Kabupaten Jeneponto Minggu, 15 Mei 2022.

Liputan6.com, Jakarta Produksi pertanian dalam negeri yang meningkat dan positif membuat Indonesia tercatat tidak melakukan impor beras selama tiga tahun terakhir. Pemerhati Pangan, Irma Suryani Chaniago pun mengapresiasi kerja cerdas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) yang mampu menjalankan semua perintah dan arahan Presiden Joko Widodo. 

"Ini yang saya sebut kerja cerdas. Tidak impor kan artinya kerjanya berintegritas. Tidak Macam-macam dan hanya fokus kerja saja. Saya kira ini perlu diapresiasi," ujar Irma, Minggu (22/5).

Menurut Irma, sektor pertanian sejauh ini adalah kunci sekaligus bantalan utama dari perekonomian Indonesia. Terbukti, Pertanian selama pandemi tetap memberi hasil yang cukup moncer, dimana ketersediaan pangan dalam negeri aman dan terkendali.

"Semua negara sedang jatuh karena pandemi. Belum lagi adanya perang Rusia dan Ukraina. Bahkan kita dihantam PMK. Tapi semua terkendali. Pangan kita aman. Puasa dan lebaran berjalan lancar," katanya.


Perbaikan Ekspor Pertanian dan Nilai Tukar Petani

Stok Beras Bulog Aman Hingga Akhir Tahun 2021
Perbesar
Petugas mendata ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Rabu (29/12/2021). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Irma juga menambahkan bahwa pertanian di bawah komando Syahrul Yasin Limpo terus mengalami perbaikan ekspor. Kemudian perbaikan Nilai Tukar Petani yang mengindikasikan meningkatnya kesejahteraan petani.

"Saya percaya pak SYL bisa menyelesaikan tugas ini dengan baik. Bahkan melebihi target yang ditentukan. Luar biasa dan sangat cerdas," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia sudah tidak mengimpor beras selama tiga tahun terakhir setelah sebelumnya mengimpor 1,5-2 juta ton beras setiap tahunnya. Dia berharap, capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan menggenjot produktivitas dalam negeri.

"Yang biasanya kita impor 1,5 juta sampai 2 juta ton per tahun, sudah 3 tahun ini kita tidak. Ini yang harus dipertahankan, syukur stoknya bisa kita perbesar. Artinya, produktivitas petani itu harus ditingkatkan," katanya.

 

(*)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya