Jelang Musim Haji, Terminal 2F Bandara Soetta Bakal jadi Pusat Pergerakan Jamaah

Oleh Pramita Tristiawati pada 21 Mei 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 21 Mei 2022, 17:00 WIB
Jemaah haji di Masjid Nabawi, Madinah. Nurmayanti/Liputan6.com
Perbesar
Jemaah haji di Masjid Nabawi, Madinah. Nurmayanti/Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta Setelah sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, akhirnya Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) bersiap kembali menyambut calon jamaah haji. Terminal 2F direncanakan akan menjadi titik keberangkatan para jamaah haji asal Tanah Air.

"Kita sudah persiapkan Terminal 2F sebagai terminal khusus keberangkatan dan kedatangan calon jemaah haji tahun ini. Secara fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) kita sudah siapkan, dan juga tentu kita koordinasikan dengan Bea Cukai, Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta dan KKP," ujar Senior Manager of Branch Communication and Legal Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatra, M Holik Muardi.

Pada tahun ini, sebanyak 29 ribu calon jemaah haji akan terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta dari berbagai embarkasi. Skema keberangkatan untuk para calon jemaah haji pun tergolong lebih simpel dibandingkan penumpang internasional reguler.

Sebab, semua proses keimigrasian akan dilakukan di setiap asrama haji yang telah ditentukan oleh pemerintah. Sehingga, setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, calon jemaah haji akan langsung naik ke pesawat menuju Tanah Suci.

"Segala proses keimigrasian dilaksanakan di asrama haji baik itu di Bekasi, maupun di Pondok Gede dan jemaah akan diangkut menggunakan bus, melalui sisi udara langsung ke belakang Terminal 2F dan langsung ke pesawat," terang Holik.

Sebagai informasi, penerbangan perdana haji di Bandara Soetta akan dilakukan pada pekan awal bulan Juni 2022. Maka dari itu, pada bulan Juni-Agustus 2022 jumlah penumpang di bandar udara terbesar di Indonesia tersebut akan kembali meroket jumlahnya. (Pramita Tristiawati)

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Biaya Haji 2022 Terselip Ongkos Protokol Kesehatan, Seberapa Besar?

Jemaah haji Indonesia  di Masjid Nabawi, usai melaksanakan sholat subuh. Foto: Darmawan/MCH
Perbesar
Jemaah haji Indonesia di Masjid Nabawi, usai melaksanakan sholat subuh. Foto: Darmawan/MCH

Sebelumnya, pemerintah dan DPR mengetok palu besaran biaya Haji 2022 sebesar Rp 39,8 juta per jemaah. Biaya haji ini terdiri dari beberapa komponen, salah satunya protokol kesehatan.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan jika Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) antara lain terdiri dari biaya penerbangan, sebagian biaya akomodasi di Mekkah dan Madinah, biaya hidup (living cost), dan biaya visa.

"Biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah haji rata-rata per jemaah disepakati sebesar Rp 39.886.009," jelas dia dalam keterangannya, Rabu (13/4/2022).

Bipih merupakan salah satu komponen dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Komponen lain dari BPIH adalah biaya protokol kesehatan. Tahun ini disepakati biayanya senilai Rp 808.618,80 per jemaah.

Komponen ketiga dari BPIH adalah biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji yang disepakati sebesar Rp 41.053.216,24 per jemaah. Jadi total BPIH tahun ini disepakati sebesar Rp 81.747.844,04 per jemaah.


Biaya Haji Sebelumnya

Persiapan Pemberangkatan Jemaah Umrah
Perbesar
Seorang pria mengarahkan jemaah umrah menuju bus untuk diberangkatkan usai masa karantina di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Sebanyak 436 calon jemaah umrah diberangkatkan setelah sebelumnya pemerintah memberangkatkan 419 jemaah seluruh Indonesia. (merdeka.com/Imam Buhori)

Pada tahun 2020, Pemerintah dan DPR menyepakati rata-rata Bipih senilai Rp 35,2 juta. Artinya, ada selisih dengan penetapan Bipih 2022.

Meski demikian, selisih itu tidak dibebankan kepada jemaah haji lunas tunda tahun 1441 H/2020 M. Penambahan biaya akan dibebankan kepada alokasi Virtual Account.

"Jadi bagi calon jemaah haji tunda berangkat yang telah melunasi pada tahun 2020, tidak akan diminta menambah pelunasan. Karena ini dapat ditanggulangi dengan alokasi Virtual Account," kata Menag. 

Infografis Syarat Jemaah Berangkat Haji 2022
Perbesar
Infografis Syarat Jemaah Berangkat Haji 2022 (Liputan6.com/Trie Yas)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya