Program Embung Kementan Tingkatkan Produktivitas Petani di Lebak

Oleh Muhammad Fachri Darmawan pada 20 Mei 2022, 17:42 WIB
Diperbarui 20 Mei 2022, 17:42 WIB
Embung Lebak.
Perbesar
Keberadaan embung yang dibangun oleh Kementan, menciptakan dampak positif berupa produktivitas petani Lebak melonjak drastis.

Liputan6.com, Lebak Realisasi kebijakan embung untuk Kelompok Petani Mekarjaya di Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, telah dilakukan oleh Kementan. Keberadaan embung yang dibangun oleh Kementan, menciptakan dampak positif berupa produktivitas petani Lebak melonjak drastis.

Keberadaan embung yang dibangun oleh Kementan, menciptakan dampak positif berupa produktivitas petani Lebak melonjak drastis. Sebelum embung dibangun, produktivitas petani yang tergabung dalam Kelmpok Tani Mekarjaya hanya menghasilkan 5,6 ton. Setelah adanya embung, produktivitas naik sebesar 1,1 ton menjadi 6,7 ton.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan bahwa sistem irigasi berupa embung merupakan solusi jitu dalam memenuhi kebutuhan irigasi pertanian. Embung bisa menjadi wadah menampung air hujan dan dapat digunakan untuk pengairan tanaman pertanian.

“Dengan adanya embung, maka kelancaran distribusi air untuk pertanian Indonesia dapat terpenuhi,” imbuh SYL.

Seperti diketahui, air berperan sebagai kebutuhan dasar dalam sektor pertanian. Oleh karenanya keberadaan air tidak boleh terganggu. Tanpa pasokan air yang cukup, mustahil bagi petani dapat mengembangkan budi daya pertanian dengan baik.

"Air merupakan kebutuhan mendasar yang keberadaannya tak bisa dihindarkan. Terutama bagi petani dalam mengembangkan budi daya pertanian, air menjadi komponen paling penting," ujar Mentan SYL.

Pada kesempatan sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil mengatakan, keberadaan embung dapat membuat petani tetap aman meski memasuki musim kemarau. Sebab, kata dia, embung akan memasok air, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.

"Embung merupakan program strategis dalam konteks pengairan lahan pertanian. Embung akan menjaga irigasi pengairan pertanian, karena pertanian tak boleh terganggu oleh faktor apa pun," tutur Ali.

 


Pentingnya Keberadaan Embung

Menurutnya, keberadaan air menjadi faktor penting bagi keberlanjutan sektor pertanian. Sebab, air mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) petani.Begitu pula dengan keberadaan embung yang menjadi faktor penting bagi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan, terdapat tiga aspek penting dari keberadaan embung, yaitu produktivitas, peningkatan IP pertanian, dan meningkatnya kesejahteraan petani.

"Pasalnya embung (sebagai bangunan konservasi air mampu mensuplesi air irigasi) pada lahan sawah, sehingga perkembangan budi daya padi petani dapat berjalan dengan baik," imbuh Ali.

Ia mengatakan, embung merupakan water management karena berfungsi mengatur air, baik air hujan maupun air tanah. Fungsi embung, lanjut dia, bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan di sawah, tetapi bisa pula mendukung aktivitas lainnya.

"Kami berharap embung bisa dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan pendapatan petani," ucap Ali.

Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian Direktorat Jenderal (Ditjen) PSP Kementan, Rahmanto berharap, embung dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk sektor tanaman pangan, tetapi juga sektor hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

"Embung adalah faktor teknis bagi terangkatnya produktivitas pertanian. Dengan hasil produktivitas yang baik, maka kesejahteraan petani juga akan meningkat," katanya.

 

(*)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya