Harga Emas Dunia Hari Ini Berkilau Gara-gara Dolar AS

Oleh Arief Rahman Hakim pada 20 Mei 2022, 06:30 WIB
Diperbarui 20 Mei 2022, 06:30 WIB
Harga Emas Terus Bersinar di Tahun 2020, Penjualan Emas Antam Capai Rp 6,41 T
Perbesar
Untuk memperkuat nilai tambah produk emas, Antam terus melakukan inovasi produk dan penjualan.

Liputan6.com, Jakarta Harga emas dunia terus berubah. Adapun harga emas hari ini di pasar global naik lebih dari 1 persen dipicu pelemahan dolar dan imbal hasil treasury memperkuat daya tarik emas. Ini setelah angka pekerjaan AS yang lemah menambah kekhawatiran perihal kondisi ekonomi.

Melansir laman CNBC, Jumat (20/5/2022), harga emas di pasar spot naik 1,4 persen menjadi USD 1.840,97 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS ditutup naik 1,4 persen menjadi USD 1.841,2.

Harga emas sempat turun mendekati level terendah empat bulan sebelumnya pada hari Senin dan naik sekitar 3 persen sejak dolar mundur dari level tertinggi 20 tahun.

"Dolar jatuh dan imbal hasil secara signifikan lebih rendah dan ini adalah kabar baik untuk emas," kata Edward Moya, analis senior OANDA.

Hal ini membuat emas batangan lebih murah untuk pembeli luar negeri. Nilai tukar Dolar AS turun 1 persen, sementara imbal hasil AS turun ke level terendah tiga minggu.

Meskipun jumlah orang Amerika yang menganggur berada pada level terendah sejak 1969 di awal Mei, klaim pengangguran mingguan secara tak terduga naik minggu lalu.

“Emas menarik aliran safe-haven karena fokus telah bergeser ke kelemahan di AS dengan klaim pengangguran meningkat dan semua pembicaraan negatif tentang inflasi. Ada pesimisme yang cukup besar terhadap saham global,” tambah Moya.

Ini membantu daya tarik logam safe-haven, pasar ekuitas global merosot lebih jauh karena tanda-tanda baru perlambatan pertumbuhan membuat investor menjual saham dan pindah ke aset safe-haven.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

 


Harga Perak Cs

Ilustrasi Harga Emas Naik 1
Perbesar
Ilustrasi Harga Emas Naik (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi. Namun, logam tersebut harus bertarung dengan dolar sebagai tempat berlindung yang aman akhir-akhir ini, mengingat sikap kebijakan agresif Federal Reserve AS untuk melawan lonjakan harga.

Emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil cenderung tidak disukai ketika suku bunga naik.

Penurunan harga emas baru-baru ini telah membantu daya tariknya di kalangan investor karena mereka terus mencari keamanan dari aset berisiko dan melakukan lindung nilai terhadap inflasi, Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index, menulis dalam sebuah catatan.

Sementara harga logam lainnya, seperti Perak naik 2,5 persen menjadi USD 21,92 per ounce. Harga platinum melonjak 3,1 persen menjadi USD 964,23 dan paladium naik 0,1 persen menjadi USD 2.018,06.


Harga Emas Dunia Kemarin

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 666 Ribu per Gram
Perbesar
Petugas menunjukkan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas berbalik arah dan melonjak pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Kenaikan harga emas seiring dengan penurunan imbal hasil Treasury AS membantu mengimbangi tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dan rencana Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk kenaikan suku bunga yang agresif.

Dikutip dari CNBC, Kamis (19/5/2022), harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD 1.816,49 per ounce pada 14:10 ET. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,2 persen pada level USD 1.815,9.

Imbal hasil Treasury turun dalam perdagangan yang 'berombak', mengikuti penurunan di Wall Street, setelah data perumahan AS yang buruk menambah kekhawatiran yang berkembang dari perlambatan ekonomi.

“Putaran kelemahan lain di pasar ekuitas dalam kombinasi dengan penurunan hasil dan tawaran safe-haven mendorong harga emas lebih tinggi,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Gubernur The Fed Jerome Powell pada hari Selasa berjanji bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga setinggi yang diperlukan untuk membunuh lonjakan inflasi.

“Pertanyaan sebenarnya dan inti dari situasi ini adalah apakah yang dilakukan The Fed sudah cukup mengingat jumlah inflasi. Jika tidak cukup untuk meredam tekanan inflasi, emas akan mendukung di lingkungan itu,” kata Meger.

Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga menumpulkan minat pada emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Membatasi kenaikan harga emas, dolar safe-haven saingannya rebound setelah membukukan penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari dua bulan.

 

 

 

Infografis Heboh Pin Emas Wakil Rakyat Jakarta
Perbesar
Infografis Heboh Pin Emas Wakil Rakyat Jakarta. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya