Bawa Berkah, Transaksi GoTo Naik Selama Ramadhan

Oleh Liputan6.com pada 19 Mei 2022, 13:50 WIB
Diperbarui 19 Mei 2022, 20:11 WIB
PT Gerai Cepat Untung (GoToko) platform digital B2B - Joint venture antara Gojek (GoTo) Group dan Unilever Group memperluas jangkauan operasinya ke wilayah Jabodetabek. (Dok GoToko)
Perbesar
PT Gerai Cepat Untung (GoToko) platform digital B2B - Joint venture antara Gojek (GoTo) Group dan Unilever Group memperluas jangkauan operasinya ke wilayah Jabodetabek. (Dok GoToko)

Liputan6.com, Jakarta PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengklaim layanan on-demand, e-commerce, dan financial technology yang tersaji dalam satu ekosistem terintegrasi, telah mendorong peningkatan transaksi oleh para pelanggan selama Ramadhan tahun ini.

Chief of Corporate Affairs GoTo Nila Marita mengatakan pendekatan ekosistem terintegrasi GoTo semakin menambah kepercayaan dan kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi di platform Grup GoTo.

"Hal ini terlihat dari peningkatan, baik transaksi, jumlah pengguna, maupun tingkat penggunaan layanan antar platform selama bulan Ramadhan tahun ini dibandingkan dengan bulan Ramadhan 2021," ujar Nila dikutip dari Antara, Kamis (19/5/2022).

Lonjakan signifikan terjadi pada layanan logistik atau pengiriman barang dari platform e-commerce Tokopedia dengan kenaikan penggunaan GoSend sebagai salah satu pilihan utama pelanggan untuk pengiriman barang.

Konsumen GoTo juga merasakan manfaat dari kemudahan pembayaran digital, GoPay dan fasilitas GoPayLater di Tokopedia, yang ditunjukkan dengan peningkatan signifikan untuk pesanan (order) di Tokopedia yang dibayar menggunakan GoPay sepanjang Ramadan tahun ini.

Selain itu, pelonggaran pembatasan aktivitas sosial di Indonesia turut mendorong mobilitas masyarakat yang berdampak pada peningkatan pesanan layanan GoRide dan GoCar.

Di lain pihak, layanan GoFood, yang menjadi layanan pesan antar makanan yang andal dan terpercaya bagi konsumen GoTo, juga mendorong eksposur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner melalui sarana promosi digital di platform GoFood.

"Sebagai ekosistem yang dipercaya dan diandalkan masyarakat dalam kesehariannya, GoTo berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi terbaik dan mendorong kemajuan bagi semua pihak. Kami akan melakukannya melalui lebih banyak inovasi terhadap layanan yang kami tawarkan, seiring dengan terus memberi nilai dan manfaat bagi para pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan secara berkelanjutan," ujar Nila.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Integrasi

Ilustrasi belanja online, ecommerce, e-commerce, toko online
Perbesar
Ilustrasi belanja online, ecommerce, e-commerce, toko online. Kredit: athree23 via Pixabay

Integrasi erat antara ketiga platform Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh konsumen dengan memanfaatkan sebagian atau seluruh layanan yang terdapat di dalam ekosistem Grup.

Beberapa contoh penggunaan terintegrasi tersebut seperti memesan makanan melalui layanan GoFood dan membayar melalui GoPay, atau berbelanja di Tokopedia dengan membayar menggunakan GoPay dan mengirimkan menggunakan layanan GoSend.

Manfaat yang dirasakan konsumen tersebut terlihat dari peningkatan jumlah transaksi terintegrasi tersebut, salah satunya jumlah pesanan di Tokopedia yang dikirimkan menggunakan layanan GoSend (instant maupun sameday) sepanjang bulan Ramadan 2022 tumbuh sebesar 85 persen dibandingkan dengan bulan Ramadan 2021.

Selain itu, jumlah pesanan parsel (hampers) di Tokopedia yang dikirimkan dengan layanan logistik instan maupun hari yang sama GoSend sepanjang bulan Ramadhan 2022 meningkat sebesar 60 persen dibandingkan dengan bulan Ramadhan 2021.


Teten Masduki: E-Commerce Harus Dibanjiri Produk UMKM

Ilustrasi Belanja Online, e-Commerce, eCommerce, Online Marketplace, Bisnis Online
Perbesar
Ilustrasi Belanja Online, e-Commerce, eCommerce, Online Marketplace, Bisnis Online

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meminta produk UMKM membanjiri e-commerce. Tujuannya untuk mengakselerasi UMKM melirik sektor digital.

Ia menyebut, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar percepatan transformasi digital KUMKM harus segera dilakukan. Di mana tahun ini ditargetkan menembus 20 juta UMKM dan 30 juta UMKM onboarding digital di tahun 2023.

“Koperasi dan UMKM harus menjadi pemain utama dalam perdagangan digital. Produk KUMKM harus membanjiri e-commerce dalam negeri. Di mana hal ini juga perlu komitmen dari e-commerce nya. Karena semua diuntungkan, tak ada yang dirugikan,” ucap Menteri Teten dalam acara Rapat Forum Ekonomi Digital Kominfo IV dengan tema ‘e-Commerce’ yang diselenggarakan Kominfo, di Grand Hyatt Jakarta, Senin (4/4/2022).

Menteri Teten didampingi Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah. Selain itu hadir pula, Menkominfo Jhonny G Plate, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, secara virtual Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dan Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga, serta perwakilan platform e-commerce lainnya.

Menteri Teten melanjutkan, dalam mempercepat target UMK Go Digital, juga dibutuhkan peningkatan kualitas, kompetitif, akses rantai pasok produk dan akses modal dengan pendekatan inovasi serta teknologi untuk Koperasi dan UMKM. Kemudian juga harus ada peningkatan kualitas SDM KUMKM, dalam upaya pertumbuhan wirausaha muda dan baru yang produktif, kreatif dan siap bersaing di pasar global.

Ia menyebut, di antaranya beberapa komitmen yang berhasil ditelurkan pada rakornas tersebut oleh para pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi digital.

Pertama, terdapat 7 sektor kelompok strategis/prioritas untuk disasar dalam upaya percepatan transformasi digital KUMKM. Yaitu, makanan/minuman, fesyen, petani, pedagang kaki lima, nelayan, warung dan pesantren.

Sedangkan 7 prioritas aspek pengembangan transformasi digitalisasi KUMKM yaitu, digitalisasi akses pasar, digitalisasi pemantauan kualitas produksi, digitalisasi keuangan dan akses pembiayaan. Kemudian digitalisasi manajemen organisasi, digitalisasi untuk peningkatan kapasitas produksi, digitalisasi untuk akses supplier/pasokan, dan digitalisasi distribusi.

“Hari ini, setidaknya 17,59 juta UMKM hadir dalam platform lokapasar digital atau e-commerce. Angka tersebut merupakan 27 persen dari total populasi UMKM, 58 persen dari target 30 juta UMKM onboard ekosistem digital,” katanya.


Tak Hanya Pemasaran

Ia mengatakan, transformasi digital bukan semata menghadirkan KUMKM dalam platform digital. Transformasi digital KUMKM adalah sebuah ikhtiar holistik, tidak hanya di aspek pemasaran saja, melainkan juga membangun ekosistem yang meliputi proses bisnis dari hulu ke hilir.

“Pembangunan ekosistem digital bagi KUMKM meliputi proses bisnis hulu ke hilir menjadi variable memastikan potensi ekonomi digital sebesar Rp4.531 triliun di tahun 2030, dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh para pelaku KUMKM dan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Menteri Teten menekankan, e-commerce bisa menjadi pintu gerbang transformasi digital yang utuh. Karena kebanyakan e-commerce sudah menjadi super-apps yang sudah memiliki beragam layanan digital dalam satu platform. “Ini membuka peluang e-commerce juga turut hadir sebagai aggregator, sekaligus lokomotif transformasi digital UMKM Indonesia,” ungkapnya.

Kunci dari keberhasilan transformasi digital KUMKM tegas Menteri Teten, adalah kolaborasi lintas stakeholder. Mulai dari pembinaan SDM, pembiayaan, perbaikan proses bisnis, produksi, hingga pemasaran dan distribusi. 

Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya