Uni Eropa akan Lepas 66 Persen Pasokan Gas dari Rusia Tahun Ini

Oleh Liputan6.com pada 20 Mei 2022, 19:13 WIB
Diperbarui 20 Mei 2022, 19:13 WIB
Perusahaan Energi di AS & Eropa Jadi Sasaran Malware
Perbesar
Ilustrasi (cbc.com)

Liputan6.com, Jakarta Uni Eropa berencana ingin mengucurkan dana USD 221 miliar atau sekitar Rp 3,25 triliun demi menghentikan minyak dan gas Rusia.

Komisi Eropa mengatakan akan berusaha memangkas konsumsi gas Rusia di seluruh blok sebesar 66 persen pada akhir tahun ini.

Tidak hanya itu, Eropa juga akan memutuskan ketergantungan sepenuhnya sebelum 2027. Adapun langkahnya yaitu dengan menghemat energi, menemukan sumber alternatif dan mempercepat transisi ke energi terbarukan.

"Kami membawa ambisi kami ke tingkat lain untuk memastikan bahwa kami menjadi independen dari bahan bakar fosil Rusia secepat mungkin," kata Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen dalam konferensi pers hari Rabu, seperti dilansir CNN, Jumat (20/5/2022).

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada akhir Februari, blok tersebut berusaha mengurangi ketergantungannya pada ekspor energi Rusia yang besar.

Itu dilakukan dengan melarang batubara Rusia mulai Agustus. Kemudian pada bulan lalu telah memotong bagian Rusia dari impor gas alam UE menjadi 26 persen dari 40 persen tahun lalu.

Rencana tersebut bertujuan untuk mempercepat impor gas alam cair dari Amerika Serikat dan Kanada serta meningkatkan aliran gas pipa dari Norwegia.

Di samping itu, Komisi Eropa juga telah menyiapkan platform yang memungkinkan negara-negara untuk bersama-sama membeli energi dengan tujuan membantu menurunkan harga yang meroket .

"Ketika Eropa bertindak bersama, ia memiliki lebih banyak pengaruh," kata von der Leyen.

"Dengan cara ini kami dapat mengamankan impor energi yang kami butuhkan tanpa persaingan di antara negara-negara anggota kami,” lanjutnya.

 

 


Mengatasi Krisis

Monumen Persahabatan Rusia-Ukraina Dihancurkan
Perbesar
Pekerja membongkar monumen era Soviet untuk persahabatan antara Rusia dan Ukraina terlihat selama pembongkarannya, di tengah invasi Moskow di Kiev tengah, Ukraina, Selasa (26/4/2022). Salah satu perancang patung itu mengatakan kondisi perang antara Rusia-Ukraina jadi alasan kenapa patung itu akhirnya dibongkar. (Genya SAVILOV / AFP)

Rencana tersebut juga menekankan taktik hemat energi sebagai "cara tercepat dan termurah" untuk mengatasi krisis. Eropa akan mendorong warga dan bisnis untuk mengurangi penggunaan energi.

Salah satu upayanya dengan mematikan lampu dan menggunakan lebih sedikit AC. Hal itulah yang dipercaya dapat mengurangi permintaan minyak dan gas sebesar 5 persen dalam jangka pendek.

Sementara untuk jangka panjang, Uni Eropa akan menaikkan targetnya agar setidaknya 40 persen energinya berasal dari sumber terbarukan menjadi 45 persen. Blok berencana untuk secara dramatis mengurangi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan izin untuk proyek energi terbarukan baru.

Von der Leyen mengatakan bahwa paket tersebut akan "mempercepat" transisi blok ke energi terbarukan. Itu pun termasuk rencana untuk menggandakan kapasitas blok untuk tenaga surya pada tahun 2025. Energi surya tambahan yang dihasilkan dapat menggantikan konsumsi 9 miliar meter kubik gas alam setiap tahun dengan 2027, kata KPPU dalam siaran persnya.

 


Target

Pasukan Ukraina Jinakkan Ladang Ranjau Rusia di luar Kiev
Perbesar
Seorang anggota regu penjinak bom melihat asap di ladang ranjau dekat Brovary, timur laut Kiev, di tengah invasi militer Rusia pada 14 April 202. Rusia sudah menarik tentara mereka dari Kiev dan mengalihkan sebagian besar fokus perangnya ke wilayah Ukraina timur pada akhir Maret. (FADEL SENNA/AFP)

Di sisi lain, Komisi juga telah menetapkan target untuk blok tersebut untuk memproduksi 10 juta metrik ton hidrogen terbarukan dan mengimpor 10 juta metrik ton lagi pada tahun 2030 untuk membantu dekarbonisasi beberapa industri.

Sebagian besar dari €210 miliar (USD 221 miliar) dalam investasi baru yang direncanakan antara sekarang dan 2027 akan dibiayai dengan menggunakan dana pemulihan virus corona UE.

Selain larangan batu bara, negara-negara Uni Eropa juga sedang mengerjakan embargo minyak. Komisi Eropa mengatakan, lebih banyak waktu yang diperlukan bagi negara-negara yang terkurung di daratan sehingga sangat bergantung pada minyak Rusia yang dikirim melalui pipa untuk menemukan pasokan alternatif.

Hongaria, misalnya, yang mendapat sekitar 40 persen dari impor minyaknya dari Rusia tahun lalu, menurut Badan Energi Internasional.

Di samping itu, beberapa negara anggota pun dengan cepat mengurangi impor energi dalam beberapa pekan terakhir. Seperti Jerman, ekonomi terbesar Eropa, sangat bergantung pada gas Rusia.

Akan tetapi, negara tersebut telah berhasil memotong bagian impor Rusia dari 55 persen menjadi 35 persen sejak invasi, kata Menteri Ekonomi Robert Habeck.

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya