Rincian Terbaru Harga Emas Antam Selasa 17 Mei 2022

Oleh Tira Santia pada 17 Mei 2022, 09:15 WIB
Diperbarui 17 Mei 2022, 09:15 WIB
Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 666 Ribu per Gram
Perbesar
Petugas menunjukkan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas Antam atau emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) langsung melambung usai libur Waisak 2022. Harga emas Antam pada Selasa ini naik Rp 7.000 per gram.

Mengutip laman logamulia.com, Selasa (17/5/2022), harga emas Antam dipatok Rp 974 ribu per gram, naik jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang ada di angka Rp 967 ribu per gram.

Sedangkan untuk harga buyback naik Rp 6.000 menjadi Rp 858 ribu per gram. Harga emas buyback merupakan patokan bila Anda menjual maka Antam akan membelinya di harga Rp 858 ribu per gram.

Ini merupakan harga emas Antam yang dijual di Pulogadung, Jakarta. Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Harga emas Antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Anda bisa memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Berikut daftar harga emas Antam, Selasa 17 Mei 2022:

* Pecahan 0,5 gram Rp 537.500

* Pecahan 1 gram Rp 974.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.888.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.807.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.645.000

* Pecahan 10 gram Rp 9.235.000

* Pecahan 25 gram Rp 22.962.000

* Pecahan 50 gram Rp 45.845.000

* Pecahan 100 gram Rp 91.612.000

* Pecahan 250 gram Rp 228.765.000

* Pecahan 500 gram Rp 457.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 914.600.000.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Harga Emas Merangkak Naik karena Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS

20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4
Perbesar
Harga jual emas batangan Antam ukuran satu gram dibanderol di harga Rp 599.000 per gram, Jakarta, Senin (10/10). Jumlah itu tidak mengalami perubahan dari harga perdagangan akhir pekan kemarin, yakni Rp 599.000 per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas naik sedikit pada penutupan perdagangan Senin karena turunnya imbal hasil surat utang AS yang mengimbangi penguatan dolar AS. Sebelumnya, harga emas dunia anjlok dalam hingga tembus ke level terendah dalam tiga bulan karena enaikan suku bunga Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC, Selasa (17/5/2022), harga emas di pasar spot naik naik 0,3 persen menjadi USD 1.817,12 per ounce pada pukul 17.52 GMT, setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak 31 Januari di USD 1.786,60 per ounce. Sementara itu harga emas berjangka AS ditutup naik 0,3 persen ke level USD 1.814 per ounce.

Harga emas dunia memantul dari level terendah disebabkan oleh penurunan imbal hasil surat utang AS dan sedikit kemunduran nilai tukar dolar AS. Hal tersebut diungkap oleh analis senior RJO Futures Bob Haberkorn.

Menurutnya, kenaikan ini bukan sunyal bullish karena tren kenaikan nilai tukar dolar AS belum berhenti di sini. "Masih tinggi, karena The Fed agresif dengan kenaikan suku bunganya," jelas dia.

 


Emas Fisik

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 666 Ribu per Gram
Perbesar
Penampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia melanjutkan, harga emas mendapat dukungan sedikit di bawah USD 1.800 karena adanya permintaan yang kuat akan emas batangan atau emas fisik. Selain itu, beberapa pelaku pasar melakukan aksi beli karena melihat penurunan sudah terlalu dalam.

Nilai tukar dolar AS mengalami tekanan sehingag melemah. Tetapi dolar AS masih bertahan di dekat puncak dua dekade, membuat harga emas masih lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang di luar dolar AS.

Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi suku bunga yang lebih tinggi untuk meredam kenaikan inflasi menghapus selera investor untuk emas batangan. Hal ini karena emas tidak memberikan bunga.

“Banyak yang masih menganggap emas undervalued, dan akan lebih ingin membeli logam sekarang karena harga telah melemah,” jelas analis pasar City Index Fawad Razaqzada.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya