Bantu Transformasi Digital Perusahaan RI, Mekari Raih Pendanaan Rp 720 M

Oleh Liputan6.com pada 14 Mei 2022, 15:30 WIB
Diperbarui 14 Mei 2022, 20:05 WIB
Ilustrasi pendanaan startup, funding startup, dolar, uang dolar, uang
Perbesar
Ilustrasi pendanaan startup, funding startup, dolar, uang dolar, uang. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta Startup software-as-a-service (SaaS) Mekari mengumumkan pendanaan terbaru sejumlah Rp 720 miliar (USD 50 juta), yang dipimpin oleh Money Forward Inc, yang merupakan perusahaan penyedia SaaS aplikasi perencanaan keuangan dan akuntansi terbesar asal Jepang.

Pendanaan ini juga diikuti partisipasi investor sebelumnya. Sebagai perusahaan penyedia solusi SaaS terdepan, Mekari membantu pemilik bisnis berbagai skala untuk melakukan proses digitalisasi dan menjalankan otomasi proses operasional.

Mekari menyediakan solusi teknologi bisnis yang efisien dan mudah diakses, seperti tools untuk pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penggajian, billing dan akuntansi, Customer Relationship Management (CRM), hingga perpajakan. Saat ini, Mekari memiliki lebih dari 35.000 klien dan lebih dari 800.000 pengguna aktif dengan mayoritas pengguna UKM.

Beberapa brand yang berada di bawah naungan Mekari adalah Talenta, Jurnal, Qontak, Klikpajak, dan Flex. 

CEO Mekari, Suwandi Soh mengatakan bahwa Mekari akan mengalokasikan kucuran dana kali ini untuk berekspansi ke layanan finansial teknologi (fintech) agar dapat mendukung proses transformasi digital klien Mekari, terutama di skala UMKM.

Selain tentunya, Mekari akan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama tim produk dan engineering, yang akan menjadi ujung tombak dari perancangan dan pembuatan solusi-solusi inovatif bagi penggunanya. 

“Saat pasar sedang memasuki tahap pemulihan ekonomi, transformasi digital sangat penting karena memberikan perusahaan, terutama UMKM, agility yang mereka butuhkan untuk berkembang. Oleh karena itu, fokus utama Mekari adalah untuk mendukung klien kami dalam perjalanan transformasi mereka dengan terus memberikan solusi teknologi yang andal dan inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka,” ungkap Suwandi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (14/5/2022).

“Selain itu, kami juga fokus mengembangkan berbagai layanan finansial kontekstual (contextual financial services) untuk membantu perusahaan menyelesaikan berbagai kebutuhan dan tantangan finansial yang unik. Layanan keuangan merupakan faktor pendukung utama dalam meningkatkan akses finansial bagi seluruh pengguna dalam ekosistem Mekari. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah perluasan akses terhadap layanan keuangan yang terjangkau dan praktis bagi pelanggan kami,” tambahnya. 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Potensi Pasar Indonesia

Startup
Perbesar
Ilustrasi Startup (iStockPhoto)

President dan CEO Money Forward Inc Yosuke Tsuji mengatakan, pihaknya melihat besarnya potensi pasar Indonesia, dilihat dari semakin banyak bisnis yang semakin fasih menggunakan teknologi.

"Pengalaman positif yang kami rasakan dari hubungan kerjasama dengan Mekari selama beberapa tahun terakhir telah meyakinkan kami bahwa Mekari dapat mengoptimalkan potensi tersebut dan mendorong pertumbuhan digitalisasi di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami percaya Mekari mampu menjadi platform penting dalam hal pemberdayaan bisnis dan tenaga profesional di Indonesia," tutur dia.

Sektor bisnis SaaS sedang berkembang pesat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurut riset dari Boston Consulting Group, nilai pasar SaaS di diperkirakan akan meningkat sebesar 25 persen CAGR dan mencapai USD800 juta pada tahun 2023.

Sejalan dengan perkembangan ini, Mekari juga telah mencatat pertumbuhan sebesar 11 kali lipat selama 4 tahun terakhir. Beberapa perusahaan yang telah melakukan investasi di Mekari pada putaran sebelumnya adalah East Ventures, Beenext, Mandiri Capital, Alto Partners, dan Prasetia.


Sukses Bangun Startup Decacorn, Mantan Guru Ini Punya Harta Rp 32 Triliun

Ilustrasi berpikir | Startup Stock Photos dari Pexels
Perbesar
Ilustrasi berpikir | Startup Stock Photos dari Pexels

Perusahaan startup bimbingan belajar (bimbel) online asal India, Byju berhasil meraih status sebagai decacorn pasca meraih pendanaan yang dipimpin pemodal Ventura asal Silicon Valley, Bond Capital milik Mary Meeker.

Sang pembangun, Byju Raveendran kini tercatat menjadi miliarder berharta Rp 32,4 triliun. 

Investasi sebesar USD 100 juta membuat perusahaan asal Bangalore dengan valuasi USD 10,5 miliar tersebut menjadi startup terbesar kedua di India, setelah firma pembayaran Paytm yang bernilai USD 16 miliar.

Byju yang didirikan seorang mantan guru matematika berusia 39 tahun, Byju Raveendran, kini telah menjangkau 57 juta siswa di 1.700 kota yang sebagian besar berada di India.

Raveendran sendiri masuk ke dalam daftar Forbes World's Billionaires tahun ini dengan kekayaan bersih USD 1,8 miliar (Rp 25,3 triliun).

Kekayaan bersih miliarder pun melonjak jadi USD 2,3 miliar (Rp 32,4 triliun) kala Raveendran belum menjual saham dalam bentuk apapun pada sesi penggalangan dana.

"Didukung oleh jutaan siswa, Byju telah muncul sebagai pemimpin di bidang teknologi edukasi. Kami senang untuk mendukung seorang visioner seperti Byju dan timnya dalam upaya untuk terus berinovasi dan membentuk masa depan pendidikan," kata Mary Meeker seperti dikutip dari Forbes, Jumat (3/7/2020).

Miliarder ini mengungkapkan, kemitraan bersama Mary Meeker merupakan bukti peran Byju dalam membantu siswa untuk dapat belajar lebih baik melalui platform digitalnya.

"Ini juga menunjukan adanya peningkatan minat global terhadap teknologi belajar online di saat pembelajaran digital semakin digemari," ujar Raveendran.

Sebelum kemitraan tersebut, Byju sendiri merupakan perusahaan bimbel online yang paling banyak didanai di dunia. Perseroan berhasil meraup hampir USD 1,5 miliar dana kumulatif dari 15 kali putaran penggalangan dana.

Terakhir, Byju mengumpulkan sekitar USD 200 juta pada Februari dari General Atlantic dengan nilai valuasi USD 7,8 miliar.

Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya