SKK Migas Targetkan TKDN 57 Persen di 2022

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 14 Mei 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 14 Mei 2022, 21:00 WIB
Ilustrasi tambang migas
Perbesar
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan perusahaan pencari migas berkomitmen memaksimalkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam mencapai target produksi miyak 1 juta barel, sehingga dapat meningkatkan perekonomian.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi mengatakan, industri hulu migas masih menjadi lokomotif utama bagi perekonomian nasional dan daerah, sehingga keberadaan industri tersebut memberikan kontribusi positif bagi pendapatan sejumlah pemerintah daerah melalui dana bagi hasil migas.

"Keberadaan industri migas secara tidak langsung juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas," kata Erwin, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (14/5/2022).

Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Rudi Satwiko melanjutkan, SKK Migas berkomitmen meningkatkan peran industri hulu migas dalam perekonomian nasional.

Upaya ini dilakukan dengan menciptakan efek berganda industri hulu migas terhadap sektor-sektor lainnya, sehingga terbangun kapasitas nasional yang memiliki daya saing untuk mengejar target produksi 2030.

"Pada 2022 SKK Migas menargetkan TKDN barang dan jasa di industri hulu migas sebesar 57 persen," ujar Rudi.

 


7 Program Kerja

SKK Migas-KKKS Gelorakan Industri Hulu Migas Saat Pandemi Covid-19
Perbesar
Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi yaitu Satuan Kerja Khuhsus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Migas dan Gas Bumi (SKK Migas) (Dok. SKK Migas Sumbagsel / Nefri Inge)

Erwin menambahkan, untuk membangun kapasiatas nasional yang memiliki daya saing, SKK Migas bersama KKKS menyiapkan tujuh program kerja yang dilaksanakan selama 2022, salah satunya adalah penyelenggaraan Forum Kapasitas Nasional 2022. Keenam program lainnya adalah program AML

SKK Migas pun bersama Kontraktor KKKS akan kembali menggelar Forum Kapasitas Nasional pada 27-28 Juli 2022 di Jakarta. Forum tersebut merupakan Forum Kapasitas Nasional kedua yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan industri migas dan merupakan bentuk dukungan terhadap salah satu pilar utama dalam program IOG Transformation SKK Migas menuju tercapainya 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari di 2030, dengan tetap mengutamakan MOU-0068/SMKPA0000/2022/S4 tgl 9 mei 2022 capaian TKDN yang maksimal. Hal ini juga sejalan dengan program pembinaan lingkungan, yang merupakan bagian dari program G-20.

Melalui forum ini, SKK Migas terus meningkatkan peran industri nasional maupun lokal di seluruh pelaksanaan aktivitas industri hulu migas, serta meningkatkan capaian TKDN barang dan jasa di industri hulu migas.

 


Diikuti Para Pemangku Kepentingan

Ilustrasi tambang migas
Perbesar
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Forum tersebut akan diikuti para pemangku kepentingan industri hulu migas, termasuk pihak pabrikan, vendor serta UMKM binaan KKKS. Forum ini juga akan menampilkan industri binaan hulu migas, dan peningkatan awareness seluruh KKKS serta perusahaan demi memaksimalkan penggunaan produk barang/jasa dalam negeri.

“Di ajang Forum Kapasitas Nasional 2022, para pemangku kepentingan, terutama pihak pabrikan, vendor serta UMKM binaan KKKS akan menunjukkan keterlibatan mereka di industri hulu migas yang terbukti telah menciptakan dampak berganda bagi perekonomian di wilayahnya masing-masing,” ujar Rudi.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya