Soft Launching LRT Jabodebek 17 Agustus 2022, Dirut PT KAI Minta Doa Restu

Oleh Liputan6.com pada 12 Mei 2022, 17:45 WIB
Diperbarui 12 Mei 2022, 20:16 WIB
FOTO: LRT Jabodebek Uji Beban di Jembatan Bentang Panjang
Perbesar
Rangkaian LRT Jabodebek uji beban di Jembatan Bentang Panjang kawasan Kuningan-Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2022). Uji beban untuk memastikan kekuatan dan mendapatkan sertifikat layak fungsi sebelum LRT Jabodebek beroperasi pada Agustus mendatang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Moda transportasi Light Rail Transit atau Lintas Raya Terpadu di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (LRT Jabodebek) akan beroperasi komersial paling lambat awal 2023.  Soft launching LRT Jabodebek akan berlangsung pada 17 Agustus 2022. 

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, LRT Jabodebek ditargetkan bisa beroperasi secara komersial paling cepat Desember 2022 dan paling lambat awal 2023.

Proses pembangunan LRT Jabodebek secara keseluruhan baru mencapai 81,75 persen. Sedangkan progres pembangunan infrastruktur sudah mendekati 97 persen hingga Mei 2022.

"Mohon doa restu masyarakat semuanya agar penyelesaian bisa berjalan lancar dan InsyaAllah akan operasi komersial dimulai akhir Desember 2022 atau awal 2023," kata Didiek dalam webinar Aksesibilitas dan Integrasi Antar Modal Pada LRT Jabodebek, Kamis (12/5/2022).

Didiek menambahkan, kegiatan soft launching LRT Jabodebek akan berlangsung pada 17 Agustus mendatang. Setelah itu, akan dilanjutkan uji coba operasional tanpa penumpang pada bulan Oktober.

"Nah baru pada saat Desember 2022 atau awal 2023 akan dimulai tahap operasional komersial LRT Jabodebek," ucapnya.

Didiek menyampaikan, keterlambatan operasional LRT Jabodebek sendiri lantaran adanya persoalan pembebasan lahan. Permasalahan ini terjadi di Depo LRT Jabodebek Bekasi Timur.

Meski begitu, Didiek tidak menyebut lebih lanjut terkait luasan tanah maupun upaya penyelesaian persoalan pembebasan lahan tersebut.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Beroperasi Hingga Pukul 23.00 WIB

Menengok Progres Pembangunan Jembatan Beton LRT Jabodebek
Perbesar
Suasana pembangunan LRT di tikungan Jembatan 66 Kuningan-Dukuh Atas, Jakarta, Senin (6/7/2020). Pembangunan LRT Jabodebek tersebut nantinya akan terkoneksi dengan kawasan terpadu TOD yang menggabungkan transportasi MRT, Kereta Commuter line dan Bus Transjakarta. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan bahwa LRT Jabodebek yang ditargetkan beroperasi pada Agustus 2022, direncanakan akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.45 WIB hingga 23.00 WIB.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan jam pelayanan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam mengawali aktivitas di pagi hari sampai menjelang tengah malam.

“Untuk melayani masyarakat serta memastikan keandalan sarana dan prasarana seoptimal mungkin, KAI telah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk menentukan jam operasional LRT Jabodebek,” katanya di Jakarta, Selasa (8/2/2022).

KAI berencana mengoperasikan hingga 27 trainset LRT Jabodebek per hari dimana dalam 1 trainset terdiri dari 6 unit kereta. Dengan demikian akan terdapat 560 perjalanan LRT Jabodebek yang akan melayani 114.000 pelanggan per hari.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com


LRT Jabodebek Bisa Angkut 100 Ribu Penumpang per Hari

FOTO: LRT Jabodebek Uji Beban di Jembatan Bentang Panjang
Perbesar
Rangkaian LRT Jabodebek uji beban di Jembatan Bentang Panjang kawasan Kuningan-Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2022). Jembatan sepanjang 148 meter tersebut diklaim sebagai yang terpanjang di dunia. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan, moda transportasi Light Rail Transit atau Lintas Raya Terpadu di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (LRT Jabodebek) nantinya bisa menampung hingga 100 ribu orang per hari. Namun, volume penumpang terpadat bukan berasal dari stasiun pemberangkatan awal seperti Stasiun Jatimulya, tapi berada di jalur tengah.

Direktur Prasarana Perkeretaapian Kemenhub Harno Trimadi mengatakan, Kemenhub sudah membuat perkiraan baru selepas pandemi untuk volume angkutan harian LRT Jabodebek.

"Kita melihat di 2022 targetnya 100 ribu orang per hari. Itu target yang cukup moderat, karena kita lihat pandemi ini di akhir tahun mudah-mudahan bisa tereduksi," ujar Harno dalam sesi webinar, Kamis (12/5/2022).

Adapun LRT Jabodebek secara total memiliki 18 stasiun pemberangkatan, dimulai dari Stasiun Jatimulya di Kabupaten Bekasi sampai Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Selatan.

Namun, merujuk data lama sebelum pandemi, Harno mengatakan, pergerakan penumpangnya baru akan membludak di jalur pertengahan, dimulai dari Stasiun Kampung Rambutan.

"Tidak semua di stasiun pertama besar. Kita lihat dari Cibubur (Stasiun Harjamukti), prediksinya hanya 18 ribu orang per hari. Jatimulya juga tidak besar," kata dia.

"Tapi di proses tengahnya cukup besar. Misalnya, di Rambutan ada 26 ribu pergerakan. Di Taman Mini ada 35 ribu. Ini data lama, mungkin sudah terkoreksi," terang Harno.

Pergerakan penumpang tertinggi diprediksi terjadi selepas Stasiun Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yakni di Stasiun Cawang. Secara prediksi, total akan ada sekitar 79 ribu pergerakan per hari.

"Walaupun nanti di Cawang kita harapkan terjadi perpindahan. Jadi mereka tidak pindah ke moda lain, tapi perpindahan lintas," imbuh Harno.

Selain itu, ia pun bakal memperhitungkan moda LRT Jabodetebek yang nantinya akan terintegrasi dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Stasiun Halim. Kemenhub belum sempat memasukan data perhitungan terbaru, namun Harno memprediksi bakal ada satu pergerakan yang cukup tinggi di Stasiun Halim.

"Based on ini, kami dari Kementerian Perhubungan mencoba memfasilitasi apa yang bisa kita lakukan. Karena mengingat kereta ini lewatnya 6 menit sekali," pungkas dia.

 

Infografis LRT Jabodebek
Perbesar
Infografis LRT Jabodebek (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya