Harga Emas Antam Turun Rp 7.000 per 10 Mei 2022, Ini Daftarnya

Oleh Tira Santia pada 10 Mei 2022, 09:15 WIB
Diperbarui 10 Mei 2022, 09:15 WIB
Harga Beli Emas Antam Naik
Perbesar
Petugas menata emas batangan di Galeri 24 Pegadaian Kota Tangerang, Banten, Kamis (11/6/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 12.000 menjadi Rp 893 ribu per gram pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau harga emas Antam turun Rp 7.000 pada perdagangan Selasa pekan ini.

Pada Selasa (10/5/2022), harga emas Antam 24 karat djual Rp 970 ribu per gram, turun dari Rp 977 ribu per gram pada perdagangan sehari sebelumnya.

Sedangkan harga emas Antam buyback turun lebih besar yaitu Rp 10.000. Harga emas Antam buyback dipatok Rp 866 ribu per gram.

Harga buyback ini merupakan patokan bila Anda menjual emas maka Antam akan membelinya di harga Rp 866 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga emas Antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Hingga pukul 08.13 WIB, harga emas Antam sebagian besar masih ada.

Anda bisa memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Berikut rincian harga emas Antam berbagai ukuran pada Selasa, 10 Mei 2022:

* Pecahan 0,5 gram Rp 535.500

* Pecahan 1 gram Rp 970.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.880.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.795.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.625.000

* Pecahan 10 gram Rp 9.195.000

* Pecahan 25 gram Rp 22.862.000

* Pecahan 50 gram Rp 45.645.000

* Pecahan 100 gram Rp 91.212.000

* Pecahan 250 gram Rp 227.765.000

* Pecahan 500 gram Rp 455.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 910.600.000.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Harga Emas Semakin Terpuruk Tertekan Penguatan Dolar AS

20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY1
Perbesar
Harga emas memperpanjang penurunan hingga jatuh lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Senin.

Harga emas memperpanjang penurunan hingga jatuh lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu jakarta). Pendorong pelemahan harga emas ini adalah reli dolar AS hingga mendekati angka tertinggi dalam dua dekade.

Mengutip CNBC, Selasa (10/5/2022), harga emas di pasar Spot turun 1,4 persen ke level USD 1.856.26 per ons pada pukul 14.00 ET. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 1,3 persen ke level USD 1.858,60 per ons.

"Dolar telah menguat ke angka yang lebih tinggi karena ekspektasi Bank Sentral AS atau the Federal Reserve AS (the Fed) yang lebih agresif. Hal ini pada gilirannya membebani emas yang tidak memberikan bunga," kata direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger.

Penguatan dolar AS membuat harga emas batangan menjadi lebih mahal untuk pembeli dari luar negeri atau yang menggunakan mata uang lainnya. Selain itu, Dolar AS juga dianggap sebagai instrumen safe-haven menjadi saingan dari emas. Penguatan dolar AS melayang hingga dekat level tertinggi dalam dua dekade.

Sementara itu, benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun mereda setelah mencapai level tertinggi baru dalam lebih dari 3 tahun di awal sesi.

Dua sinyal dari the Fed pada hari Jumat mendorong kembali pandangan bahwa bank sentral AS tidak mau ketinggalan kapal dalam perang melawan inflasi yang membandel. Hal ini sudah terlihat dari keputusan untuk menaikkan suku bunga pada Maret 2022.


Prediksi Harga Emas Pekan Ini

20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY
Perbesar
Harga emas gagal bertahan di atas level USD 1.900 per ons pada pekan lalu.

Harga emas gagal bertahan di atas level USD 1.900 per ons pada pekan lalu. Hal ini karena pasar memiliki reaksi yang sangat tidak menentu terhadap kenaikan suku bunga Fed, setengah poin pada Rabu sementara mengesampingkan kenaikan 75-bps pada pertemuan Juni.

Harga emas turun 1,6 persen, dengan emas berjangka Comex Juni diperdagangkan terakhir di USD 1.883,30 per ounce. Dimana The Fed memiliki salah satu pengumuman yang paling dinanti minggu ini, dan pasar menunjukkannya, dengan Nasdaq membalikkan semua kenaikan langsung dan anjlok 5 persen pada hari Kamis dalam aksi jual satu hari terburuk sejak Juni 2020.

Dikutip dari Kitco.com, Senin (9/5/2022), analis pasar senior OANDA Edward Moya mengatakan, pasar bertanya-tanya apakah The Fed telah membuat kesalahan yaitu membuat resesi di AS tak terhindarkan.

"Wall Street sekarang percaya bahwa The Fed berada di jalur yang ditetapkan untuk memberikan kenaikan suku bunga setengah poin selama beberapa pertemuan berikutnya, dan kemudian Jackson Hole, mereka harus memutuskan apakah akan melanjutkan atau mengubah arah," ujar Moya.

Moya menjelaskan, banyak pedagang berpikir bahwa Fed perlu mempertahankan semua opsi di atas meja untuk memerangi inflasi secara agresif. Tetapi Fed memberi sinyal bahwa mereka percaya inflasi memuncak. Ada ketakutan mungkin Fed membuat kesalahan dan mungkin harus mengirim ekonomi ke resesi jauh lebih cepat.

“Tidak secara aktif mempertimbangkan kenaikan 75 basis poin, bank sentral AS telah mengunci diri dalam pengetatan yang sedikit lebih bertahap,” kata Moya.

Reaksi pasar ini juga bisa menandakan bahwa The Fed kehilangan kredibilitasnya, terutama setelah meremehkan inflasi sebagai peralihan tahun lalu. 

Infografis Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya