Gandeng INKA, KAI Butuh 16 Rangkaian KRL di 2024-2025

Oleh Arief Rahman Hakim pada 09 Mei 2022, 20:25 WIB
Diperbarui 09 Mei 2022, 20:51 WIB
KRL Yogyakarta-Solo mulai berbayar pada 10 Februari 2021
Perbesar
KRL Yogyakarta-Solo mulai berbayar pada 10 Februari 2021 (dok: KAI Commuter)

Liputan6.com, Jakarta PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter menggandeng PT Industri Kereta Api (INKA) guna menyediakan sarana kereta rel listrik (KRL). KCI membutuhkan setidaknya membutuhkan rangkaian kereta atau trainset tambahan pada 2024-2025 mendatang.

Direktur Utama KCI Roppiq Lutzfi Azfar menyampaikan nantinya INKA akan memproduksi rangkaian tersebut. Sehingga, akan menekan tingkat impor KRL sebagaimana yang digunakan sekarang.

"Tentunya KAI Komuter harus mempersiapkan penambahan ada tambahan volume di tahun 2024-2025. Sesuai perhitungan kami yaitu kebutuhan KRL di tahun 2024-2025 itu kita membutuhkan 16 trainset," katanya dalam konferensi pers usai penandatanganan MoU di Jakarta, Senin (9/5/2022).

Dengan begitu, artinya anak usaha KAI ini akan menggunakan produksi dalam negeri. Dimana ini juga sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan tingkat komponen dalam negeri.

"Dan Ini era baru KAI Commuter dimana kita akan menggunakan produk dalam negeri yang tentunya dengan kualitas yang tadi disampaikan Pak Wamen high quality," katanya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan langkah ini untuk membangun kemandirian di sektor perkeretaapian.

"Jadi memang selama ini kita pakai KRL bekas, sekarang eranya kita ingin membangun kemandirian dari sisi dalam negeri dengan TKDN," katanya.

Ia mengungkap saat ini pemenuhan kereta rel listrik (KRL) masih menggunakan kereta impor. Jumlahnya mencapai 1100 unit.

"Kita tau selama ini kita impor kereta bekas jumlahnya sekarang sudah lebih 1100 unit dan kita mulai secara baru adalah dengan pembuatan sarana kereta listrik yang baru yang merupakan sinergi kolaborasi dua bumn antara PT INKA dan PT KAI yang akan dijalankan PT KCI dan itu yang kita harapkan bisa berjalan sesuai dengan schedule dan berjalan sesuai rencana," paparnya.

 


Optimisme

KRL Yogyakarta-Solo mulai berbayar pada 10 Februari 2021
Perbesar
PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter menggandeng PT Industri Kereta Api (INKA) guna menyediakan sarana kereta rel listrik (KRL).

KAI melihat optimisme pemulihan ekonomi ini luar biasa dimana peningkatan pelanggan telah terlihat dengan keterisian okupansi sudah hampir 100 persen.

Ia menyebut hal ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kebutuhan transportasi publik yang efisien, ramah lingkungan, terjangkau, serta tertib protokol kesehatan.

“Sejalan dengan kondisi itu, maka rencana Pengadaan Sarana KRL baru ini yang akan dilaksanakan KAI Commuter dan INKA ini nantinya tidak terlepas dari pesan Presiden bagaimana kita membangun transportasi yang efisien, ramah lingkungan, terjangkau oleh masyarakat, serta dengan mempertimbangkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang akan menjadi standar kita ke depan,” kata Didiek.

 


Tak Impor Mulai 2024

FOTO: Kapasitas Penumpang KRL Tetap Dibatasi
Perbesar
PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter menggandeng PT Industri Kereta Api (INKA) guna menyediakan sarana kereta rel listrik (KRL).

Sementara, Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan MoU ini merupakan sinergi BUMN. Dengan lingkup kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan segala persiapan yang diperlukan untuk pengadaan KRL oleh KAI Commuter dan persiapan produksi KRL oleh PT INKA.

“KAI Commuter berencana akan melakukan pengadaan sarana baru sebanyak 16 rangkaian KRL dengan susunan 12 kereta tiap rangkaiaannya dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan perkeretaapian. Harapannya segala persiapan hingga pengiriman pertamanya akan sesuai jadwal yang diperkirakan pada tahun 2024,” tutur Budi.

 


Produk Lokal

KRL Commuter Line
Perbesar
PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter menggandeng PT Industri Kereta Api (INKA) guna menyediakan sarana kereta rel listrik (KRL).

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut masih banyak rangkaian kereta atau trainset yang impor. Sedangkan, pemerintah tengah mendorong produksi dalam negeri.

Pria yang akrab disapa Tiko ini menekankan pada PT Industri Kereta Api (INKA) untuk bisa fokus dalam produksi kereta api. Kini, melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara INKA dan KAI jadi kesempatan untuk memaksimalkan produk dalam negeri.

"Masih banyak trainset yang di impor, dan tentunya INKA sebagai BUMN yang berfokus di situ diharapkan menjadi champion untuk bisa memproduksi dalam negeri dan meningkatkan local content," katanya dalam konferensi pers udah MoU KAI dan INKA, di Jakarta, Senin (9/5/2022).

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya