KAI dan INKA Teken MoU, Indonesia Tak Lagi Impor KRL Mulai 2024

Oleh Arief Rahman Hakim pada 09 Mei 2022, 19:05 WIB
Diperbarui 09 Mei 2022, 19:05 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI bersama PT Industri Kereta Api (INKA) menekan perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pengadaan kereta api.
Perbesar
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI bersama PT Industri Kereta Api (INKA) menekan perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pengadaan kereta api.

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI bersama PT Industri Kereta Api (INKA) menekan perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pengadaan kereta api. Nantinya kereta rel listrik (KRL) akan menggunakan produk dalam negeri.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, kerja sama ini langkah terobosan di industri perkeretaapian Indonesia. Ia menyebut ini juga jadi upaya pengembangan ekosistem perkeretaapian yang modern.

"KAI dan INKA melakukan penandatanganan untuk 16 unit kereta commuter, kita melakukan terobosan yang akan memang Indonesia akan tercipta ekosistem perkeretaapian yang sehat," katanya dalam Konferensi Pers usai MoU KAI-INKA, di Jakarta, Senin (9/5/2022).

Ia menambahkan, KAI sebagai operator dan Kementerian Perhubungan sebagai regulator akan terus mengembangkan perkeretaapian yang moderen.

"Kita tahu sekarang sedang mengembangkan kereta cepat, kita bangun LRT, terus kita bangun kereta komuter bukan hanya di Jakarta tapi di daerah lain dan harapanya produksinya juga bertahap di indonesia," katanya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan MoU ini merupakan sinergi BUMN. Dengan lingkup kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan segala persiapan yang diperlukan untuk pengadaan KRL oleh KAI Commuter dan persiapan produksi KRL oleh PT INKA.

“KAI Commuter berencana akan melakukan pengadaan sarana baru sebanyak 16 rangkaian KRL dengan susunan 12 kereta tiap rangkaiaannya dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan perkeretaapian. Harapannya segala persiapan hingga pengiriman pertamanya akan sesuai jadwal yang diperkirakan pada tahun 2024,” tutur Budi.

Informasi penandantanganan dilakukan oleh Direktur Utama KAI Commuter, Roppiq Lutzfi Azhar dengan Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro.

Penandatanganan MoU ini juga disaksikan oleh Wakil Menteri II Kementerian BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Sarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI Djarot Tri Wardhono, Direktur IMATAP Kementerian Perindustrian RI R. Hendro Martono, dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo.

 


Pedoman Bersama

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI bersama PT Industri Kereta Api (INKA) menekan perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pengadaan kereta api.
Perbesar
KAI Commuter, dan INKA dalam mempersiapkan rencana pengadaan 16 rangkaian KRL ini dengan baik dan komprehensif serta berlandaskan kepada Good Corporate Governance.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, penandatanganan MoU ini akan menjadi pedoman bersama antara KAI. Dalam hal ini KAI Commuter, dan INKA dalam mempersiapkan rencana pengadaan 16 rangkaian KRL ini dengan baik dan komprehensif serta berlandaskan kepada Good Corporate Governance.

Termasuk bagaimana memastikan agar pengadaan ini dilaksanakan dengan tepat kualitas dan tepat waktu. KAI melihat optimisme pemulihan ekonomi ini luar biasa dimana peningkatan pelanggan telah terlihat dengan keterisian okupansi sudah hampir 100 persen.

Ia menyebut hal ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kebutuhan transportasi publik yang efisien, ramah lingkungan, terjangkau, serta tertib protokol kesehatan.

“Sejalan dengan kondisi itu, maka rencana Pengadaan Sarana KRL baru ini yang akan dilaksanakan KAI Commuter dan INKA ini nantinya tidak terlepas dari pesan Presiden bagaimana kita membangun transportasi yang efisien, ramah lingkungan, terjangkau oleh masyarakat, serta dengan mempertimbangkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang akan menjadi standar kita ke depan,” kata Didiek.

 


Butuh Sarana

KRL Commuter Line
Perbesar
KAI Commuter memerlukan Sarana KRL yang andal dalam menjalankan operasionalnya.

KAI Commuter sebagai operator KRL Jabodetabek dan KRL Yogyakarta-Solo dalam mengoperasikan pelayanan KRL membutuhkan sarana yang andal sebagai modal utama KAI Commuter dalam melayani pelanggan.

Dengan target 1,2 juta pengguna tiap harinya, tentunya KAI Commuter memerlukan Sarana KRL yang andal dalam menjalankan operasionalnya untuk memenuhi target tersebut.

“MoU antara KAI Commuter dan PT INKA ini diharapkan bisa mendukung terciptanya operation excellence KAI Commuter yang menjadikan transportasi KRL ramah lingkungan dan efisien” ujar Direktur Utama KAI Commuter, Roppiq Lutzfi Azhar.

Melalui MoU ini juga, diharapkan pelayanan yang bisa diberikan kepada pengguna KRL akan semakin baik dan jumlah pengguna transportasi umum akan semakin meningkat, tutup Roppiq.

Infografis Polemik Operasional KRL Jabodetabek saat Pandemi Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Polemik Operasional KRL Jabodetabek saat Pandemi Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya