Harga Emas Melambung Usai The Fed Naikkan Bunga Acuan

Oleh Arief Rahman Hakim pada 05 Mei 2022, 08:30 WIB
Diperbarui 05 Mei 2022, 08:30 WIB
Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 666 Ribu per Gram
Perbesar
Penampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas naik pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga emas karena pelemahan nilai tukar dolar AS dan penurunan imbal hasil surat utang AS.

Gubernur Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan karena lonjakan inflasi yang sangat tinggi. kenaikan ini sesuai yang diharapkan oleh pelaku pasar.

Mengutip CNBC, Kamis (5/5/2022), harga emas di pasar Spot naik 0,87 persen menjadi USD 1.885,06 per ounce, memperpanjang sedikit kenaikan yang dibuat segera setelah pengumuman kenaikan suku bunga. Sedangkan harga emas berjangka AS sebelumnya telah turun 0,8 persen ke level USD 1.885,4 per ounce.

Indeks dolar AS jatuh ke sesi terendah karena Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell mengatakan inflasi terlalu tinggi. Hal ini membuat emas batangan lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Benchmark hasil Treasury AS 10-tahun juga beringsut lebih rendah.

"Pasar memperkirakan pertemuan FOMC Mei memiliki kemiringan hawkish tetapi pasar emas memandang kenaikan 50 basis poin yang diantisipasi secara luas sebagai relatif dovish terhadap ketakutan hawkish," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

“Kami mempertahankan pandangan bahwa emas akan kembali mengambil cara untuk naik di Semester II. Tetapi kekhawatiran seputar inflasi, risiko geopolitik, dan pertumbuhan yang lebih lambat membuat harga emas rentan terhadap risiko kenaikan dalam waktu dekat.” tambah dia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


The Fed Dongkrak Suku Bunga 0,5 Persen

The Fed
Perbesar
Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin.

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin atau o,5 persen pada Rabu waktu setempat. Kenaikan suku bunga ini merupakan tertinggi dalam dua dekade.

Langkah kenaikan suku bunga ini yang paling agresif untuk melawan angka inflasi tertinggi dalam 40 tahun.

"Inflasi terlalu tinggi dan kami memahami kesulitan yang ditimbulkan. Kami mencoba bergerak cepat untuk menurunkan kembali angka inflasi," jelas Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell, dikutip dari CNBC, Kamis (5/5/2022).

Powell mencatat, beban inflasi bakal membebani mereka yang berpenghasilan rendah. "Kami sangat berkomitmen untuk memulihkan stabilitas harga." jelas dia.

Ia melanjutkan, kemungkinan besar the Fed masih memungkinkan untuk melanjutkan kenaikan suku bunga acuan 50 basis poin. Namun ia memastikan tidak akan lebih agresif dari angka yang sudah dilakukan saat ini.

Seiring dengan kenaikan suku bunga, the Fed mengindikasikan akan mulai mengurangi kepemilikan aset pada neraca USD 9 triliun. Sebelumnya, The Fed telah membeli obligasi untuk menjaga suku bunga rendah dan uang mengalir melalui ekonomi selama pandemi, tetapi lonjakan harga telah memaksa pemikiran ulang kebijakan moneter yang telah dijalankan tersebut.

Kenaikan suku bunga acuan hari Rabu akan mendorong suku bunga dana The Fed ke kisaran 0,75 persen hingga 1 persen, dan harga pasar saat ini menaikkan suku bunga menjadi 2,75 persen hingga 3 persen pada akhir tahun, menurut data CME Group.


Ekonomi AS

Saham melonjak lebih tinggi setelah pengumuman dari The Fed. Sementara imbal hasil Treasury AS turun dari level tertinggi sebelumnya.

Pelaku pasar saat ini mengharapkan bank sentral untuk terus menaikkan suku secara agresif dalam beberapa bulan mendatang. menanggapinya, Powell mengatakan bahwa pergerakan 50 basis poin harus dibahas pada beberapa pertemuan berikutnya. Namun dia tampaknya mengabaikan kemungkinan The Fed menjadi lebih hawkish.

“75 basis poin bukanlah sesuatu yang secara aktif dipertimbangkan oleh komite,” kata Powell. Meskipun harga pasar telah sangat condong ke arah kenaikan Fed sebesar tiga perempat poin persentase pada bulan Juni.

"Ekonomi Amerika sangat kuat dan dalam posisi yang baik untuk menangani kebijakan moneter yang lebih ketat," katanya. Dia memperkirakan dampak ke ekonomi tak terlalu kasar meskipun kebijakan moneter lebih ketat.

 

Infografis Ketimpangan Ekonomi Global
Perbesar
Infografis Ketimpangan Ekonomi Global
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya