Kinerja Keuangan BRI Triwulan I-2022: Laba, Asset dan DPK Tumbuh Cemerlang

Oleh Gilar Ramdhani pada 26 Apr 2022, 05:45 WIB
Diperbarui 26 Apr 2022, 05:45 WIB
Kinerja Keuangan BRI Triwulan I-2022: Laba, Asset dan DPK Tumbuh Cemerlang
Perbesar
Direktur Utama BRI Sunarso saat Virtual Press Conference Paparan Laporan Kinerja Keuangan BRI Triwulan I Tahun 2022 pada Senin, 25 April 2022.

Liputan6.com, Jakarta PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil mencatatkan kinerja keuangan triwulan I tahun 2022 dengan sangat gemilang. Laba, asset, penyaluran kredit, penghimpunan dana masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) hingga CASA mengalami pertumbuhan.

Dalam tiga bulan pertama tahun 2022, secara konsolidasioan atau BRI Group berhasil mencatatkan laba sebesar Rp12,22 triliun atau tumbuh 78,13% secara year on year. Sementara untuk aset, hingga akhir Maret 2022 tercatat asset BRI Group tumbuh sebesar 8,99 persen yoy menjadi Rp1.650,28 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan pencapaian laba BRI tak lepas dari pulihnya perekonomian nasional serta menggeliatnya aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan core business BRI.

“Perolehan laba dan aset yang tumbuh positif ini tak lepas dari BRI yang fokus pada sustainability dengan penyaluran kredit yang tumbuh di atas rata-rata industri perbankan. Selain itu, perseroan juga berhasil mengelola dengan baik kualitas kredit yang disalurkan serta semakin efisien dalam menjalankan kegiatan operasional perbankan termasuk dalam penghimpunan dana murah,” kata Sunarso saat Virtual Press Conference Paparan Laporan Kinerja Keuangan BRI Triwulan I Tahun 2022 pada Senin, 25 April 2022.


Penyaluran Kredit BRI Triwulan I-2022

Penyaluran Kredit BRI Triwulan I-2022
Perbesar
Direktur Utama BRI Sunarso saat Virtual Press Conference Paparan Laporan Kinerja Keuangan BRI Triwulan I Tahun 2022 pada Senin, 25 April 2022.

Hingga akhir Maret 2022, BRI menyalurkan kredit secara group sebesar Rp1.075,93 triliun atau tumbuh 7,43 persen year on year. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penyaluran kredit industri perbankan nasional yang hanya sebesar 6,65 Persen.

Penyaluran kredit pada segmen UMKM tumbuh positif dengan penopang utama yakni di segmen mikro. Tercatat, kredit segmen Mikro BRI tumbuh 13,55 persen, kemudian kredit pada segmen Konsumer tumbuh 4,56 persen, segmen Kecil dan Menengah tumbuh 3,96 persen.   

“Secara umum portofolio kredit UMKM BRI tumbuh 9,24 persen year on year dari sebelumnya Rp826,85 triliun di akhir Maret 2021 menjadi Rp903,29 triliun di akhir Maret 2022. Hal ini menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan dengan total kredit BRI terus naik menjadi 83,95 persen,” jelasnya.

Sunarso menegaskan kredit UMKM yang tumbuh sampai double digit merupakan sinyal kuat bahwa saat ini pelaku UMKM sudah mulai bangkit dan beraktivitas secara normal.

“Dan terkait dengan hal itu, BRI menilai kebijakan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga BI di 3,5 persen sangat tepat sebagai upaya untuk melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi serta menjaga inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah,” tegasnya.


Rasio Non Performing Loan BRI

Hingga akhir Maret 2022, BRI berhasil menyalurkan kredit di atas rata-rata industri perbankan nasional. Hal tersebut tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) BRI sebesar 3,09 persen. Angka ini tercatat menurun apabila dibandingkan dengan NPL tahun 2021 yang sebesar 3,30 persen.

Selain itu, kualitas kredit yang membaik tersebut juga disebabkan oleh restrukturisasi kredit terdampak Covid yang saat ini terus menurun secara gradual. Hingga akhir kuartal I 2022 tercatat restrukturisasi kredit terdampak Covid sebesar Rp144,27 triliun, atau telah turun sebesar Rp103,75 triliun apabila dibandingkan dengan total akumulasi restrukturisasi yang mencapai Rp248,02 triliun.

BRI juga menyediakan pencadangan yang cukup untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi di masa depan dengan NPL Coverage sebesar 276,0 persen. Angka ini meningkat dibandingkan NPL Coverage pada akhir Maret 2021 dengan cadangan sebesar 231,17 persen.    

“Pencadangan yang sangat memadai tersebut dilakukan untuk antisipasi risiko ketidakpastian tentang kondisi ekonomi kedepan karena adanya perang Rusia-Ukraina, inflasi, serta potensi kenaikan suku bunga yang terus dilanjutkan oleh The Fed,” jelas Sunarso.

Sektor Pendanaan BRI

Dalam hal penghimpunan dana masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK), BRI juga berhasil mencatatkan kinerja positif. Hingga akhir kuartal I 2022, DPK yang berhasil dikumpulkan BRI Group tercatat tumbuh 7,39 persen menjadi Rp1.126,50 triliun, yang didominasi oleh dana murah atau CASA. Tabungan sebesar Rp489,26 triliun, Giro sebesar Rp227,55 triliun dan Deposito sebesar Rp409,69 triliun.

Secara year on year, CASA BRI meningkat sebesar 15,99 persen. Jika dirincikan Giro tumbuh 30,86 persen, Tabungan tumbuh 10,17 persen. CASA BRI saat ini mencapai 63,63 persen, meningkat dibandingkan CASA Tahun 2021 lalu yang mencapai 58,91 persen.

“Kemampuan BRI untuk meningkatkan proporsi dana murah tersebut berdampak positif bagi bisnis perseroan yang semakin efisien. Sebagai bagian dari Transformasi Struktur Liabilitas. BRI akan terus mendorong peningkatan proporsi CASA untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan, diantaranya melalui transaction based product and services di segmen wholesale serta penguatan fitur dan transaksi keuangan melalui BRImo,” kata Sunarso.


LDR, CAR, dan BOPO BRI

LDR, CAR, dan BOPO BRI
Perbesar
Direktur Utama BRI Sunarso saat Virtual Press Conference Paparan Laporan Kinerja Keuangan BRI Triwulan I Tahun 2022 pada Senin, 25 April 2022.

Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan juga didukung dengan likuiditas memadai dan permodalan yang kuat. Hal ini terlihat dari LDR bank secara konsolidasian yang tercatat sebesar 86,96%, dengan CAR 24,61%. BRI juga mampu mencatatkan rasio efisiensi yang terus membaik, dimana BOPO BRI pada akhir Maret 2022 tercatat sebesar 69,34 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan BOPO periode yang sama tahun lalu sebesar 78,41 persen.

“Menurunnya BOPO ini tak lepas dari semangat efisiensi yang dilakukan oleh BRI, diantaranya melalui keberhasilan transformasi digital, membaiknya rasio kredit bermasalah, serta semakin meningkatnya proporsi CASA atau dana murah pada tubuh perseroan,” ungkap Sunarso.

Dengan kinerja BRI yang positif dan fundamental perseroan yang semakin sehat, serta strategic response yang tepat diiringi dengan manajemen risiko yang baik dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian global, BRI optimistis kinerja di tahun ini akan dapat melampaui kinerja sebelum masa pandemi, serta dapat menjaga sustainability kinerja ke depan.

 

(*)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya