Dibanding Negara Lain, Menkeu Klaim APBN RI dalam Kondisi Baik

Oleh Tira Santia pada 21 Apr 2022, 13:30 WIB
Diperbarui 21 Apr 2022, 13:30 WIB
Ketika Tiga Menteri Berswafoto Usai Penandatanganan Kerja Sama Antarbank
Perbesar
Menkeu Sri Mulyani memberi sambutan saat menghadiri penandatanganan kerja sama antar bank sindikasi di Jakarta, Jumat (29/12). MOU tersebut merupakan bentuk kerja sama kredit sindikasi proyek kereta api ringan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membagikan catatan pertemuannya dengan Menteri Keuangan dunia tentang kondisi APBN masing-masing negara.

Dikutip dari Instagram @smindrawati, Kamis (21/4/2022), kata Sri, negara yang memiliki komoditas seperti Brazil, Argentina, dan Malaysia seperti mendapat durian runtuh, tetapi negara yang tidak memiliki komoditas mengalami tekanan yang sangat tinggi.

Sedangkan, Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang APBN-nya dalam posisi baik. Kondisi harga komoditas tinggi dan pemulihan ekonomi memberikan dampak yang positif.

“Hasilnya? pembiayaan utang turun, APBN surplus 0,06 persen terhadap PDB. Saat pasar surat berharga dan pasar uang mengalami tekanan karena inflasi, geopolitik, dan capital outflow, kita sudah menciptakan ketahanan APBN kita. APBN pun mendapat reputasi dan kredibilitas yang baik. Artinya, strategi kita sudah tepat,” kata Menkeu Sri.

Jika dilihat dari pendapatan asli daerah, komponen pajak daerah yang terdiri dari pajak hiburan, pajak restoran, dan hotel meningkat lebih dari 10 persen. Tentunya, ini menggambarkan ekonomi atau konsumsi masyarakat muncul.

“Ini kabar baik, karena sektor-sektor yang sebelumnya terpukul di masa pandemi kini telah mulai pulih kembali,” ucap bendahara negara ini.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penerimaan Pajak

20170110-Sri-Mulyani-AY1
Perbesar
Sri Mulyani saat memberi arahan dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (10/1). Menurut Sri Mulyani, naiknya pertumbuhan China memberikan dampak positif terhadap perekonomian dunia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Disisi lain, penerimaan pajak di tingkat pusat juga mengalami peningkatan. Pertumbuhan PPh 21 sejalan dengan pertumbuhan PPh Badan. Artinya, perusahaan dan industri pulih, karyawan mendapat tambahan bonus.

“Ini signal bahwa ekonomi membaik!,” imbuhnya.

Namun, sisi belanja negara di Kementerian/Lembaga masih perlu dipacu agar lebih giat. Adanya belanja bansos hingga THR yang akan disalurkan bulan April ini, diharapkan mampu memberikan pertumbuhan pada belanja negara.

Menkeu menegaskan, 3 tujuan penting APBN tercapai. APBN mampu melindungi masyarakat, APBN memulihkan ekonomi, dan APBN mulai sehat kembali. APBN #Uangkita yang sudah bekerja keras selama pandemi dan berperan sebagai shock absorber sudah memperlihatkan hasilnya.

“Namun, kondisi APBN hingga Maret 2022 yang baik ini tidak untuk membuat kita terlena karena pandemi belum selesai ditambah dengan terjadinya dinamika geopolitik dan ekonomi global,” pungkas Menkeu. 


APBN 2022 Surplus, Keuangan Negara Aman

Ilustrasi APBN
Perbesar
Ilustrasi APBN

Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disebut dalam kondisi yang cukup baik. Terlihat dari penerimaan negara yang mengalami peningkatan dalam dua bulan pertama 2022.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Akhmad Akbar Soesamto menyampaikan dengan kondisi demikian, belanja negara cenderung stabil atau tetap.

"Jadi secara prinsip bahwa saat ini posisi APBN kita penerimaannya cenderung meningkat, kabar baik, good news gitu ya. Sementara pada waktu yang sama, belanja cenderung tetap," kata dia dalam CORE Media Discussion, Menghadang Inflasi Menuju Kondisi Pra Pandemi, Selasa (19/4/2022).

Menurut pantauannya dalam dua bulan pertama ini, kata dia, posisi APBN pun disebut mengalami surplus.

"Apa yang sudah kita capai dalam dua bulan pertama ini, itu relatif cukup besar dibandingkan dengan belanja kita. Intinya bahwa pendapatan kita itu meningkat, kita cukup aman di tahun ini. Jadi pada tahun ini, kita posisinya itu," katanya.

"Aslinya posisi kita untuk dua bulan pertama 2022 ini kita bagus, dimana kita mengalami surplus. Surplus anggaran, dan ini bagus dari beberapa tahun terakhir," imbuh dua.

Ia mencoba membandingkan kondisi APBN saat ini dibandingkan dengan kondisi pada 2018 hingga 2021 lalu. Dari sisi keseimbangan primer atau selisij antar pendapatan dan belanja pemerintah, APBN mengalami surplus.

"Keseimbangan primer itu adalah selisih antara pendapatan pemerintah dengan belanja pemerintah dimana belanja pemerintahnya itu mengeluarkan item pembayaran utang. Jadi, ketika item pembayaran utang itu kita keluarkan, kita akan punya penerimaan pemerintah dikurangi belanja. Kalau sudah dikelyarkan itu kondisi kita sudH surplus sekarang. Jadi untuk keseimbangan primer," paparnya.

Ia pun menyimpulkan, dengan kondisi demikian, keadaan fiskal Indonesia dipandang cukup baik selama Januari-Februari 2022. Ia pun menjabarkan penerimaan pajak yang meningkat di dua bulan pertama ini.


Penerimaan Pajak

Ilustrasi APBN. Dok Kemenkeu
Perbesar
Ilustrasi APBN. Dok Kemenkeu

Faktor yang jadi pendorongnya, salah satunya akibat dari kenaikan penerimaan pemerintah dari kenaikan harga komoditas. Sebagai contoh, pendapatan dari kenaikan harga minyak dunia.

"Komoditas-komiditas naik dan itu sangat membantu kita. Karena ketika harga komoditas naik, penerimaan pemerintah baik dari pajak maupun selain pajak meningkat," kata dia.

Di sisi lain, Akbar juga melihat adanya faktor pendorong diluar kenaikan harga komoditas. Misalnya dari peningkatan penerimaan pajak dari sisi perdagangan internasional.

Meski, ia memandang, faktor ini belum mampu mendorong setinggi kontribusi kenaikan harga komoditas. Ia juga melihat ada faktor lainnya yang mendorong pendapatan negara.

"Diluar itu semua peningkatan aktivitas ekonomi juga membantu kita. Jadi peningkatan aktivitas ekonomi yang terjadi ternyata alhamdulillah tahun 2022 ini meski masih ada Omicron, tapi ekonomi sudab kembali ke walau belum normal tapi sudah jauh baik dari kondisi sebelumnya. Sehingga ketika ekonomi mulai bergerak maka penerimaan pemerintah juga meningkat," terangnya.

"Dari sisi perdagangn misalnya, dari bulan Januari-Februari 2022 ini meningkat drastis dari sebelumnya. Begitu juga penerimaan pemerintah dari manufaktur dan lainnya. Ini sangat membantu penerimaan pemerintah," tambah dia.

Infografis Deretan Anggaran Miliaran Rupiah di Parlemen. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Deretan Anggaran Miliaran Rupiah di Parlemen. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya