Strategi Pemerintah Capai Ekonomi Digital USD 146 Miliar di 2025

Oleh Liputan6.com pada 19 Apr 2022, 12:13 WIB
Diperbarui 19 Apr 2022, 12:13 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.
Perbesar
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara halalbihalal secara virtual di Jakarta. (Dok Kemenperin)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyiapkan strategi memanfaatkan peluang ekonomi digital di masa mendatang.

Berdasarkan data dari e-Conomy SEA 2021 Report, ekonomi digital Indonesia di 2021 mencapai USD 70 Milliar, dan diprediksi tumbuh menjadi USD 146 miliar pada 2025 dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 20 persen.

"The world is going digital, tidak saja mengubah cara kita membeli, namun juga bagaimana kita mengambil keputusan dan membuat model-model bisnis baru," kata Menperin Agus dalam sambutannya dalam acara Inspiring Industry Transformation Startup4industry 2022, Jakarta, Selasa (19/4/2022).

Nilai ekonomi digital tersebut, menurut Menperin Agus, sangatlah besar dan harus dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu, salah satu strategi yang harus ditempuh pemerintah Indonesia adalah mempercepat transformasi teknologi baik di sektor industri maupun masyarakat.

"Bapak dan Ibu yang saya banggakan, Kita percaya bahwa sejak Making Indonesia 4.0 diluncurkan, telah banyak upaya dan kerja yang telah dilakukan untuk merealisasikan hal tersebut," jelasnya.

Beberapa di antaranya melalui pembangunan Pusat Industri Digital 4.0, ditunjuknya 5 lighthouse industri 4.0, dan juga tumbuh dengan pesatnya tech startup Indonesia serta talenta-talenta digital merupakan beberapa upaya dan kerja yang telah dilakukan.

"Kini, saatnya kita menunjukkan secara nyata, bagaimana transformasi teknologi dapat membantu industri tumbuh dan berkembang," jelasnya.

 


Inspirasi

Ilustrasi ekonomi digital. Freepik.
Perbesar
Ilustrasi ekonomi digital. Freepik.

Startup4industry 2022 akan menampilkan hasil-hasil dari solusi tech startup Indonesia untuk menginspirasi serta memacu industri dan masyarakat Indonesia mengambil peran besar dalam revolusi industri 4.0.

Capaian transformasi teknologi tersebut dikerjakan dengan inovasi dan solusi dari tech startup Indonesia.

"Sehingga kita juga menjaga semangat Bangga Buatan Indonesia, Bangga Tech Startup Indonesia," kata Menperin Agus.

Menperin Agus menambahkan, program Startup4Industry dapat terus menjaga dan mengembangkan ekosistem industri 4.0 serta menjadi hub antara penyedia teknologi, kebutuhan industri dan masyarakat, asosiasi, pemerintah, dan juga sektor swasta.

"Untuk itu, saya menghimbau kepada tech startup Indonesia, mari bergabung dan menjadi bagian dari ekosistem Startup4industry," tandasnya.


Baru 17,5 Juta UMKM yang Bisa Cicipi Manisnya Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Ilustrasi online shopping
Perbesar
Nursida, sosok perempuan hebat yang bantu pemerataan ekonomi digital dari desa ke desa. (Foto: Unsplash)

Meski saat ini dunia telah memasuki era digital. Namun nyatanya, masih banyak pelaku usaha, khususnya UMKM yang masih belum bisa memanfaatkanya. Bahkan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM  merilis sebanyak 17,5 juta pelaku UMKM yang baru masuk ke dalam ekosistem online commerce Indonesia. Angka itu sekitar 28 persen, dari 65,6 juta UMKM yang tedaftar di kementerian.

Hal ini menandakan baru sedikit UMKM Indonesia yang bisa masuk ke pasar online dan mencicipi manisnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di online commerce.

Padahal pasar online bertumbuh pesat dan bisa menjadi target yang empuk bagi UMKM. Berdasarkan data 2021, total transaksi pasar online  mencapai Rp 403 triliun atau tumbuh sekitar 51 persen dari 2020 berdasarkan data yang dirilis secara resmi oleh Bank Indonesia (2021).

Alhasil, dengan angka yang masih sedikit membuat Anggota dan Pengurus Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sumatera Utara mengadakan seminar oflline-online (hybrid) dengan tema "Memulihkan Bisnis UMKM Pasca Pandemi".

 


Berbagi Pengalaman

Ilustrasi ekonomi digital. Freepik
Perbesar
Ilustrasi ekonomi digital. Freepik

Dihadiri, Ganjar Pranowo sebagai Ketua Kagama Pusat, ia membagikan pengalamannya perihal manfaat teknologi digital dalam kepemimpinannya mengelola daerah dan terutama UMKM disana.

"Saat ini teknologi digital telah banyak membantu kita untuk belajar tentang apapun dengan mudah dan cepat, tanpa batas, termasuk dalam mengelola daerah, bahkan perekonomian, dalam hal ini UMKM. Dan, sudah banyak kerja sama dengan Pemerintah Pusat untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengesahkan status legalitas usahanya," katanya, Minggu (10/4/2022).

Di tempat yang sama Ketua Bidang Kerjasama Kagama Bantuan Hukum, Harvardy M. Iqbal mengatakan bahwa Kagama Bantuan Hukum, Goklik, dan Ikatan Notaris Indonesia akan berkolaborasi untuk mengadakan berbagai kegiatan edukasi UMKM di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

"Kita akan berikan dukungan pengetahuan yang fundamental bagi kemajuan UMKM Indonesia dengan pesan utamanya yaitu, keseimbangan aspek hukum dan teknologi digital dalam membangunan usaha yang scalable dan berkesinambungan agar UMKM Indonesia bisa jadi tuan rumah dalam ekosistem digital di negaranya sendiri," ujarnya. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya