Kasus Covid-19 Masih Landai Meski Ada MotoGP, NTB Tetap PPKM Level 1

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 04 Apr 2022, 16:49 WIB
Diperbarui 04 Apr 2022, 16:49 WIB
Gresini Racing
Perbesar
Pembalap Gresini Racing MotoGP Enea Bastianini menggeber Ducati Desmosedici GP21 di MotoGP Mandalika 2022. (ist)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, tidak ada kenaikan kasus Covid-19 di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), meski pada Maret 2022 lalu sempat menghelat adu balap motor MotoGP Mandalika.

Sehingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau status PPKM di NTB kini masih pada level 1.

"Di NTB walaupun kita melakukan kegiatan MotoGP, tidak ada kenaikan kasus signifikan, dan NTB tetap di (PPKM) level 1," kata Menko Airlangga dalam sesi teleconference, Senin (4/4/2022).

Airlangga menyampaikan, angka kasus reproduksi kasus efektif Covid-19 secara di Indonesia terus membaik selama sepekan terakhir. Secara nasional, kini angkanya berada di posisi 1.

"Kemudian di luar Jawa-Bali yang masih di atas 1, Nusa Tenggara 1,01, Maluku 1,02, Papua 1,01, sedangkan yang lain sudah di level 1," imbuh dia.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kasus Konfirmasi Harian

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers usai Ratas Evaluasi PPKM, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (10/1/2022).
Perbesar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers usai Ratas Evaluasi PPKM, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (10/1/2022).

Sementara untuk perkembangan kasus konfirmasi harian di luar Jawa-Bali saat ini 20 persen dari kasus harian nasional. Per 3 April 2022 total ada 403 kasus baru, dengan kasus aktif 37.672, atau 39 persen dari nasional.

"Dari segi bed occupancy rate (BOR) masih terkendali. Di Papua walaupun kasusnya 12.066, BOR 6 persen, konversi 18 persen. Di Lampung 9.005 kasus, BOR 9 persen, konversi 23 persen. Sumatera Barat 3.037 kasus, BOR 8 persen, konversi 22 persen," tuturnya.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya