Mulai Hari Ini, Putin Minta Negara Tak Bersahabat Bayar Gas Rusia Pakai Rubel

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 01 Apr 2022, 10:46 WIB
Diperbarui 01 Apr 2022, 10:46 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin
Perbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin (Mikhail Klimentyev/Pool Photo via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Rusia menegaskan negara-negara yang masuk daftar negara tidak bersahabat dengannya untuk mulai membayar pembelian gas dengan mata uang rubel

Jika hal itu tidak dilakukan, Rusia akan mematikan pasokan gas ke negara-negara tersebut.

Dilansir dari BBC, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani sebuah dekrit dalam sambutan yang menyatakan pembeli asing harus membuka rekening rubel di bank-bank Rusia, yang dapat digunakan untuk membayar gas yang dikirim mulai Jumat (1/4/2022).

"Tidak ada yang menjual apa pun kepada kami secara gratis, dan kami juga tidak akan melakukan amal - yaitu, kontrak yang ada akan dihentikan," ujar Putin.

Permintaan Putin dilihat sebagai upaya untuk memperkuat mata uang Rusia yang tertekan akibat sanksi ekonomi dari negara Barat.

Dengan keputusan ini, mengartikan negara lain yang ingin membeli gas Rusia harus membuka rekening di Gazprombank Rusia dan mentransfer euro atau dolar AS.

Gazprombank kemudian akan mengubahnya menjadi rubel yang digunakan untuk pembayaran gas.

Diketahui, Uni Eropa biasanya mendapatkan sekitar 40 persen pasokan gas dan 30 persen minyak dari Rusia, dan tidak memiliki pengganti yang mudah jika pasokannya terganggu.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Sejumlah Negara Eropa Mulai Antisipasi Gangguan Pasokan Gas

Gas Bumi
Perbesar
Ilustrasi Foto Gas Bumi (iStockphoto)

Sementara itu, Jerman, yang mendapat sekitar setengah gas dan sepertiga minyaknya dari Rusia, telah mendesak warga dan perusahaannya untuk mengurangi konsumsi guna mengantisipasi kekurangan pasokan.

Austria, yang mengimpor sekitar 40 persen gasnya dari Rusia, juga sedang memperketat pengawasan pasar.

Adapun Bulgaria, yang biasanya mendapatkan 90 persen gas melalui impor dari perusahaan Rusia Gazprom, telah membuka tender untuk pengeboran bawah tanah sebagai bagian dari rencana untuk melipatgandakan kapasitas penyimpanan gas dan bersiap untuk gangguan pasokan.

Sementara Inggris, tidak akan terkena dampak langsung oleh gangguan pasokan, karena mengimpor kurang dari 5 persen gasnya dari Rusia.

Namun, Inggris akan terpengaruh oleh kenaikan harga di pasar global karena permintaan di Eropa yang meningkat.

Pemerintah Inggris mengatakan tidak berencana untuk membeli gas Rusia dengan mata uang rubel.


Infografis Putin Akan Hadiri KTT G20 Bali di Tengah Invasi ke Ukraina

Infografis Putin Akan Hadiri KTT G20 Bali di Tengah Invasi ke Ukraina. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Putin Akan Hadiri KTT G20 Bali di Tengah Invasi ke Ukraina. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya