Usai Pandemi, Pemerintah Wajib Reformasi Pendidikan

Oleh Liputan6.com pada 30 Mar 2022, 12:20 WIB
Diperbarui 30 Mar 2022, 12:20 WIB
Ilustrasi Sekolah Kedinasan. Dok https://dikdin.bkn.go.id/
Perbesar
Ilustrasi Sekolah Kedinasan. Dok https://dikdin.bkn.go.id/

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang besar tak hanya dari sektor kesehatan dan ekonomi, melainkan juga sektor pendidikan.

Selama 2 tahun terakhir akses pendidikan anak-anak Indonesia terhambat. Meski sudah ada lembaga pendidikan, namun secara kualitasnya masih perlu ditingkatkan.

"Meski ada akses pendidikan lewat sekolah tapi kualitasnya perlu ditingkatkan melalui reformasi pendidikan di Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama," kata Sri Mulyani dalam Pembukaan Rakor BLU 2022, Jakarta, Rabu (30/3/2022).

Dalam hal ini, Sri Mulyani meminta Badan Layanan Umum (BLU) pendidikan mengambil peran untuk mengatasi masalah dan tantangan yang dihadapi.

BLU diminta tidak hanya fokus pada pengeluaran dan pemasukan dana pendidikan. Melainkan juga memastikan pelayanan pendidikan memberikan kesempatan untuk bekerja lebih produktif.

"Fokus pada apakah pelayanan pendidikan kita memberikan kesempatan untuk mampu bekerja produktif dan menghasilkan manusia yang mempunyai karakter dan bisa berinovasi," kata dia.

 


Terdampak

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Dok kemenkeu)
Perbesar
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Dok kemenkeu)

Walaupun dia menyadari, BLU pendidikan juga mengalami dampak yang sama selama pandemi. Namun hal ini tidak boleh menyurutkan upaya mengatasi tekanan yang dialami antara para pengajarnya dan murid-murid.

"Ini mengalami tekanan dan harus menghadapi kondisi yang tidak hanya bidang keuangan tapi pada fungsi pendidikan," kata dia.

meski begitu, kolaborasi yang dibangun antara sektor pendidikan lewat perguruan tinggi dengan sektor kesehatan telah menciptakan inovasi. Inovasi yang bisa menghasilkan sumbangsih dalam menangani pandemi Covid-19.

"Saat ada tantangan besar, kita semua melihat prioritas secara tepat. Kita harus bekerja sama dan ini tidak bisa dilakukan satu pihak," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya